INDAHNYA ISLAM

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ ”Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 55).


Kamis, 10 Maret 2011

Sikap Allah Kepada Hamba-Hamba-NYA (1)

Diposting oleh Yusuf shadiq
(Kepada setiap jiwa yang terkadang masih merasa ragu akan cinta-NYA. Tundukkan kepalamu, pejamkan matamu, dan biarkan hatimu mengembara mencari secercah cahaya-NYA…)
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Sahabatku,
183Sebuah kata tidak akan sanggup menerjemahkan setiap nikmat yang diberikan Allah untuk kita. Dan nikmat itu ialah iman dan Islam. Tidak ada yang lebih membahagiakan kecuali berada dalam pelukan ke-Islaman. Pun tidak ada yang lebih menyakitkan selain kehilangan keimanan dari hati. Inilah kuasa Allah. Bukan kita yang menjaga keimanan dan keislaman itu agar tetap berada dalam kondisi “aman”. Melainkan hanya Allah, hanya Dia saja yang Maha Menjaga Hati.
Sahabatku,
Mari sejenak kita hitung-hitungan nikmat Allah.
Tangan kita, diberikan oleh Allah secara gratis. Tapi berapa harganya jika kita ingin membeli satu tangan? Jutaan? Milyaran?
Jantung kita, diberikan oleh Allah secara gratis. Tapi adakah yang mau menjual jantungnya seharga jutaan atau bahkan trilyunan sekalipun?
Udara diberikan oleh Allah dengan gratis. Setiap saat, di manapun, kita bisa menghirup udara cuma-cuma. Tapi pernahkah kita berpikir tentang tabung oksigen bagi penderita penyakit paru-paru? Satu tabung oksigen saja, harganya sudah ratusan ribu. Berapa harga untuk kita bernapas dengan tabung oksigen selama sebulan?
Tangan, kaki, jantung, udara, air, mata, telinga, semua itu diberikan oleh Allah secara gratis. Baik kita taat maupun durhaka kepada-NYA.
Sahabatku,
Sudah dilakukan jua hitung-hitungan nikmat Allah, hati ini masih juga merasa ragu. Ada apa gerangan? Bagaimana sebenarnya sikap Allah terhadap hamba-hamba-NYA? Inilah beberapa dari sikap Allah kepada kita. Yang semuanya itu terangkum ke dalam asmaul husna-NYA.
1. Allah Kasih kepada SEMUA hamba-NYA (Ar Rahmaan)
Sesungguhnya Allah Maha Pengasih kepada semua hamba-NYA tanpa kecuali. Ketika seorang hamba taat kepada Allah, ketika seorang hamba durhaka kepada Allah, Dia tetap mengasihi hamba-NYA. Apapun yang kita lakukan, sikap Allah tetap kasih kepada kita.
2. Allah Cinta dan Sayang kepada hamba-NYA yang terpilih (Ar Rahiim)
Meskipun kasih Allah bisa didapatkan oleh semua hamba, namun hanya hamba yang terpilih saja yang berhak mendapatkan cinta-NYA. Siapakah hamba yang terpilih itu? Mereka adalah yang tersebut dalam ayat-NYA: “…mereka mencintai Allah dan Allah pun mencintai mereka.”
Setiap hamba berlomba-lomba untuk mendapatkan ridho dan cinta-NYA. Meninggalkan kesenangan dunia untuk kesenangan akhirat yang jauh lebih abadi. Maka Allah pun tidak akan menyia-nyiakan mereka. Allah tidak pernah mendzalimi hamba-NYA. Allah telah membeli dunia mereka…untuk kemudian diganti-NYA dengan surga yang kekal abadi. Itulah sikap Allah memperlakukan hamba-NYA.
3. Allah selalu membagikan rizqi kepada semua hamba-NYA (Ar Razzaq)
Setiap jiwa yang hidup pasti mempunyai bagian rizqi dari Allah. Bahkan bayi yang baru lahir pun pasti memperoleh rizqi. Allah Adil dalam memperlakukan hamba-NYA. Tanpa pilih-pilih, tanpa hitung-hitungan. Semua rizqi-NYA ia berikan CUMA-CUMA.
4. Allah senantiasa membukakan pintu rahmat-NYA untuk semua hamba yang meminta (Al Fattah)
Sesungguhnya Allah sangat menyukai rintihan hamba-NYA yang menyebut nama-NYA. Allah menyukai suara seorang hamba yang mengadu kepada-NYA. Dan setelah itu, Allah pun membukakan pintu-NYA.
Sungguh, ketuklah pintu Allah, maka kau pun akan mendapati-NYA menyambut kedatanganmu. Jika kau merangkak, Allah mendekat dengan berjalan. Jika kau berjalan, Allah mendekatimu dengan berlari. Begitu seterusnya. Hingga keberadaan Allah lebih dekat dari urat nadi kita.
Selalu…selalu…dan selalu. Allah selalu membukakan pintu rahmat-NYA.
5. Allah selalu membuka pintu maaf untuk hamba-NYA jika ia bertaubat (al Ghaffuur)
Apa yang terjadi ketika kita berbuat salah satu kali terhadap sahabat kita? Dimaafkan. Apa yang terjadi ketika kita berbuat salah dua kali? Dimaafkan juga. Apa yang terjadi jika salah kita tiga kali? Mungkin masih dimaafkan. Tapi bagaimana jika kita berbuat salah berkali-kali? Tentunya sulit bagi sahabat kita untuk selalu memaafkan kita.
Tapi hal itu tidak berlaku bagi Allah.
Satu kali, dua kali, tiga kali, sepuluh kali, bahkan seratus kali pun kita berbuat salah, Allah pasti memaafkan kita. Allah membuka pintu maaf-NYA selama nafas kita belum selmpai di tenggorokan.
Ketika seorang hamba berbuat dosa pada siang hari, maka Allah akan membentangkan ampunan-NYA pada malam harinya.
Ketika seorang hamba berbuat dosa pada malam hari, maka Allah akan membentangkan ampunan-NYA pada siang harinya.
Begitu setiap hari. Sehingga Allah berfirman: “Lakukanlah sesuka hatimu. Aku akan mengampunimu.” (hadits)
Sahabatku,
Itulah lima asmaul husna Allah. Hanya lima yang saya paparkan. Tapi subhanallah! Sikap Allah begitu baiknya kepada kita, begitu pemurahnya kepada kita, begitu pemaafnya kepada kita. Apa lagi yang masih kita ragukan duhai sahabatku?

“Wahai jiwa yang tenang…
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoi-NYA.
Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-KU
Dan masuklah ke dalam surga-KU…”
Read More - Sikap Allah Kepada Hamba-Hamba-NYA (1)

Senin, 07 Maret 2011

Hadits tentang Ayah, Ibu, Anak, dan Keluarga

Diposting oleh Yusuf shadiq

1. Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan kedua orang tua dan murka Allah pun terletak pada murka kedua orang tua. (HR. Al Hakim)

2. Seorang datang kepada Nabi Saw. Dia mengemukakan hasratnya untuk ikut berjihad. Nabi Saw bertanya kepadanya, "Apakah kamu masih mempunyai kedua orangg tua?" Orang itu menjawab, "Masih." Lalu Nabi Saw bersabda, "Untuk kepentingan mereka lah kamu berjihad." (Mutafaq'alaih)

Penjelasan:
Nabi Saw melarangnya ikut berperang karena dia lebih diperlukan kedua orang tuanya untuk mengurusi mereka.

3. Rasulullah Saw pernah berkata kepada seseorang, "Kamu dan hartamu adalah milik ayahmu." (Asy-Syafi'i dan Abu Dawud)

Keterangan:
Terdapat satu riwayat yang cukup panjang berkaitan dengan hal ini. Dari Jabir Ra meriwayatkan, ada laki-laki yang datang menemui Nabi Saw dan melapor. Dia berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku ingin mengambil hartaku ...." "Pergilah Kau membawa ayahmu kesini", perintah beliau. Bersamaan dengan itu Malaikat Jibril turun menyampaikan salam dan pesan Allah kepada beliau. Jibril berkata: "Ya, Muhammad, Allah 'Azza wa Jalla mengucapkan salam kepadamu, dan berpesan kepadamu, kalau orangtua itu datang, engkau harus menanyakan apa-apa yang dikatakan dalam hatinya dan tidak didengarkan oleh teliganya. Ketika orang tua itu tiba, maka nabi pun bertanya kepadanya: "Mengapa anakmu mengadukanmu? Apakah benar engkau ingin mengambil uangnya?" Lelaki tua itu menjawab: "Tanyakan saja kepadanya, ya Rasulullah, bukankah saya menafkahkan uang itu untuk beberapa orang ammati (saudara ayahnya) atau khalati (saudara ibu) nya, atau untuk keperluan saya sendiri?"
Rasulullah bersabda lagi: "Lupakanlah hal itu. Sekarang ceritakanlah kepadaku apa yang engkau katakan di dalam hatimu dan tak pernah didengar oleh telingamu!" Maka wajah keriput lelaki itu tiba-tiba menjadi cerah dan tampak bahagia, dia berkata: "Demi Allah, ya Rasulullah, dengan ini Allah Swt berkenan menambah kuat keimananku dengan ke-Rasul-anmu. Memang saya pernah menangisi nasib malangku dan kedua telingaku tak pernah mendengarnya ..." Nabi mendesak: "Katakanlah, aku ingin mendengarnya." Orang tua itu berkata dengan sedih dan airmata yang berlinang: "Saya mengatakan kepadanya kata-kata ini: 'Aku mengasuhmu sejak bayi dan memeliharamu waktu muda. Semua hasil jerih-payahku kau minum dan kau reguk puas. Bila kau sakit di malam hari, hatiku gundah dan gelisah, lantaran sakit dan deritamu, aku tak bisa tidur dan resah, bagai akulah yang sakit, bukan kau yang menderita. Lalu airmataku berlinang-linang dan meluncur deras. Hatiku takut engkau disambar maut,
padahal aku tahu ajal pasti akan datang. Setelah engkau dewasa, dan mencapai apa yang kau cita-citakan, kau balas aku dengan kekerasan, kekasaran dan kekejaman, seolah kaulah pemberi kenikmatan dan keutamaan. Sayang..., kau tak mampu penuhi hak ayahmu, kau perlakukan daku seperti tetangga jauhmu. Engkau selalu menyalahkan dan membentakku, seolah-olah kebenaran selalu menempel di dirimu ..., seakanakan kesejukann bagi orang-orang yang benar sudah dipasrahkan.' Selanjutnya Jabir berkata: "Pada saat itu Nabi langsung memegangi ujung baju pada leher anak itu seraya berkata: "Engkau dan hartamu milik ayahmu!" (HR. At-Thabarani dalam "As-Saghir" dan Al-Ausath).

4. Jangan mengabaikan (membenci dan menjauhi) orang tuamu. Barangsiapa mengabaikan orang tuanya maka dia kafir. (HR. Muslim)

Penjelasan:
Yang dimaksud kufur nikmat dan bukan kufur akidah.

5. Barangsiapa menisbatkan keturunan dirinya kepada selain ayahnya sendiri dan dia mengetahuinya bahwa dia bukan ayah yang sebenarnya maka surga diharamkan baginya. (HR. Muslim)

6. Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persahabatanku?" Nabi Saw menjawab, "ibumu...ibumu...ibumu, kemudian ayahmu dan kemudian yang lebih dekat kepadamu dan yang lebih dekat kepadamu." (Mutafaq'alaih).

7. Ibu dan Bapak berhak makan dari harta milik anak mereka dengan cara yang makruf. Seorang anak tidak boleh makan dari harta ibu bapaknya kecuali dengan ijin mereka. (HR. Ad-Dailami).

8. Barangsiapa berhaji untuk kedua orang tuanya atau melunasi hutang-hutangnya maka dia akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat dari golongan orang-orang yang mengamalkan kebajikan. (HR. Ath-Thabrani dan Ad-Daar Quthni).

9. Rasulullah Saw ditanya tentang peranan kedua orang tua. Beliau lalu menjawab, "Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu." (HR. Ibnu Majah)

Penjelasan:
Kalau berbakti masuk surga dan kalau bersikap durhaka kepada mereka masuk neraka.

10. Apabila seorang meninggalkan do'a bagi kedua orang tuanya maka akan terputus rezekinya. (HR. Ad-Dailami)

11. Termasuk dosa besar seorang yang mencaci-maki ibu-bapaknya. Mereka bertanya, "Bagaimana (mungkin) seorang yang mencaci-maki ayah dan ibunya sendiri?" Nabi Saw menjawab, "Dia mencaci-maki ayah orang lain lalu orang itu (membalas) mencaci-maki ayahnya dan dia mencaci-maki ibu orang lain lalu orang lain itupun (membalas) mencaci-maki ibunya. (Mutafaq'alaih)

12. Kedudukan seorang paman sebagai (pengganti) kedudukan ayahnya. (HR. Adarqothani)

13. Warisan bagi Allah 'Azza wajalla dari hambaNya yang beriman ialah puteranya yang beribadah kepada Allah sesudahnya. (HR. Ath-Thahawi).

14. Salah satu kenikmatan Allah atas seorang ialah dijadikan anaknya mirip dengan ayahnya (dalam kebaikan). (HR. Ath-Thahawi)

15. Tiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah-Islami). Ayah dan ibunya lah kelak yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi (penyembah api dan berhala). (HR. Bukhari)

16. Seorang datang kepada Nabi Saw dan bertanya, " Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?" Nabi Saw menjawab, "Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatirnu)." (HR. Aththusi).

17. Cintailah anak-anak dan kasih sayangi lah mereka. Bila menjanjikan sesuatu kepada mereka tepatilah. Sesungguhnya yang mereka ketahui hanya kamulah yang memberi mereka rezeki. (HR. Ath-Thahawi).

18. Bertakwalah kepada Allah dan berlakulah adil terhadap anak-anakmu. (HR. Bukhari dan Muslim)

19. Sama ratakan pemberianmu kepada anak-anakmu. Jika aku akan mengutamakan yang satu terhadap yang lain tentu aku akan mengutamakan pemberian kepada yang perempuan. (HR. Ath-Thabrani)

20. Barangsiapa mempunyai dua anak perempuan dan diasuh dengan baik maka mereka akan menyebabkannya masuk surga. (HR. Bukhari)

21. Anak menyebabkan kedua orang tuanya kikir dan penakut. (HR. Ibnu Babawih dan Ibnu 'Asakir).

22. Barangsiapa memelihara (mengasuh) tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan wajib baginya masuk surga. (HR. Ath-Thahawi).

23. Seorang ibu yang kematian tiga orang puteranya lalu berserah diri (pasrah) kepada Allah, rela dan ikhlas, maka dia akan masuk surga. (HR. Muslim)

24. Ajarkan putera-puteramu berenang dan memanah. (HR. Ath-Thahawi).

25. Setiap anak tergadai dengan (tebusan) akikahnya (seekor atau dua ekor kambing) yang disembelih pada umur tujuh hari dan dicukur rambut kepalanya (sebagian atau seluruhnya) dan diberi nama. (HR. An-Nasaa'i)

26. Barangsiapa menjamin untukku satu perkara, aku jamin untuknya empat perkara. Hendaklah dia bersilaturrahim (berhubungan baik dengan keluarga dekat) niscaya keluarganya akan mencintainya, diperluas baginya rezekinya, ditambah umurnya dan Allah memasukkannya ke dalam surga yang dijanjikanNya. (HR. Ar-Rabii').

27. Ibu mertua kedudukannya sebagai ibu. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

28. Abang yang tertua (sulung) kedudukannya sebagai ayah. (HR. Al-Baihaqi dan Ath-Thabrani)

29. Orang yang memutus hubungan kekeluargaan tidak akan masuk surga. (Mutafaq'alaih)

30. Rahim adalah cabang dari nama Arrahman (Arrahman Arrahim). Rahim mengucapkan keluhan dan pengaduan: "Ya Robbi, aku telah diputus (hubungan kekeluargaanku), aku telah diperlakukan dengan buruk oleh keluarga dekatku. Ya Robbi, aku telah dizalimi mereka, ya Robbi, ya Robbi." Lalu Allah menjawab: "Tidakkah kamu ridha Aku menyambung hubunganKu dengan orang yang menghubungimu dan Aku putus hubunganKu dengan orang yang memutus hubungannya dengan kamu. (HR. Bukhari)

31. Rasulullah Saw memberi uang belanja kepada keluarga beliau dari bagian rampasan perang yang menjadi hak beliau untuk kebutuhan rumah tangga selama setahun. Apabila ternyata ada kelebihannya maka uang itu diminta kembali dan dimasukkan ke dalam perbendaharaan negara (baitul maal). (HR. Ahmad)

33. Cukup berdosa orang yang menyia-nyiakan tanggungjawab keluarga. (HR. Abu Dawud).

32. Bukanlah dari golongan kami orang yang diperluas rezekinya oleh Allah lalu kikir dalam menafkahi keluarganya. (HR. Ad-Dailami)


Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press
Read More - Hadits tentang Ayah, Ibu, Anak, dan Keluarga

Minggu, 06 Februari 2011

Ingatlah Siksa Allah Amat Pedih

Diposting oleh Yusuf shadiq
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya Malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” [At-Tahrim 6]
Dari Nu`man Bin Basyir ra: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya seringan-ringan siksaan siksaan penghuni Neraka pada hari Qiamat ialah seseorang yang diletakkan di bawah dua telapak kakinya dua bara api neraka sehingga mendidih otak yang ada di kepalanya.(dari sebab panasnya kedua bara api neraka tersebut) Dia mengira bahawa tidak ada orang lain yang lebih dashyat siksaan daripadanya, padahal dialah orang yang paling ringan siksaannya”. (Hadis Riwayat Bukhari & Muslim).
Begitulah hukuman paling ringan di neraka. Otak di kepala mendidih, sementara dia merasa tidak ada orang lain yang lebih dahsyat siksanya daripada dirinya. Oleh karena itu alangkah celakanya orang yang tidak takut kepada siksa Allah sehingga dia berani melakukan berbagai kejahatan.
Yang lebih parah lagi daripada siksa neraka adalah orang-orang kafir/musyrik disiksa di sana selama-lamanya. Ada pun orang Islam, jika berbuat kejahatan seperti zina, mencuri, mabok, korupsi, dsb maka harus mampir dulu di neraka.
Jangan anggap ringan. Sebab meski disiksa sehari di neraka, kita harus paham bahwa 1 hari di akhirat itu kadarnya sama dengan 50.000 tahun di bumi!
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.” [Al Ma'aarij 4]
Hadist Nabi SAW: Barangsiapa yang memiliki tabungan ( harta yang berlimpah ) lalu tidak mengeluarkan kewajibanya maka Allah akan menjadikannya pada hari kiamat dibakar di neraka jahanam lalu disetrika punggungnya, pinggirnya, depannya sampai menghukum semua hamba-hambaNya yang bila dihitung satu harinya di akhirat sama dengan hitungan kalian di dunia 50.000 tahun…  (HR Abu Daud, Ahmad, AtTirmidzi, Annasai )
Divonis penjara 20 tahun saja orang banyak yang pingsan, bagaimana jika disiksa dengan api neraka selama 50.000 tahun di dunia?
Ada yang tidak malu dan segan berbuat kejahatan dan kedurhakaan terhadap Allah. Ada yang berbohong, menipu, mabuk, berjudi, makan minuman dan makanan yang haram, membuka aurat, berzinah, mencuri, merampok, korupsi, membunuh, dan sebagainya. Kadang yang berbuat dosa itu berdalih: Dosa kan tidak bejendol/kelihatan.
Banyak penjahat lari karena takut dipenjara polisi. Padahal penjara polisi itu tidak ada artinya sama sekali dibanding siksa Allah. Siksa Allah terdiri dari Siksa Kubur dan Siksa Neraka.
Jika di penjara anda bisa menikmati sel yang lapang dan terang beserta makan dan minum, maka di dalam kubur tidak seperti itu. Jasad anda dihimpit bumi sementara keadaan gelap gulita. Semakin jahat seseorang, semakin parah keadaannya. Belum lagi siksa yang diberikan oleh para malaikat.
Jika di penjara paling-paling seseorang hanya mendekam 70 tahun. Di kubur, orang yang dikubur 7.000 tahun yang lalu hingga saat ini masih merasakan siksa kubur hingga hari Kiamat nanti. Bahkan siksa di neraka itu abadi.
“Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.” [An Nisaa’ 14]
Allah SWT memang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Berbagai kenikmatan telah Dia berikan kepada kita tanpa kita membayarnya. Namun kadang kita jadi lalai sehingga menganggap enteng kemurahan Allah.
Ada pula yang menganggap bahwa segala dosa itu tidak masalah toh kalau taubat nanti Allah akan mengampuni.
Allah memang Maha Penyayang. Namun yang disayangi Allah adalah hamba yang taat kepadaNya. Dan taubat itu adalah rasa yang sangat menyesal serta segera berhenti melakukan kejahatan yang dia perbuat. Jika dosanya menyangkut orang lain, misalnya menipu atau mencuri harta orang lain, syarat Taubat itu adalah dia harus minta maaf dan mengembalikan harta yang telah diambilnya. Jika tidak mau, niscaya di akhirat ada balasannya.
“Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: “Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.” [Al A’raaf 156]
Pada dasarnya, siksa Allah berupa gempa, banjir, longsor, tsunami, dan sebagainya dikarenakan ulah manusia sendiri. Bukan Allah.
“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” [Al ‘Ankabuut 40]
Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)
Orang-orang yang disiksa Allah adalah orang yang memang selalu mengingkari ayat-ayat Allah seperti Al Qur’an dan memperolokan siksa Allah:
“…Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya.” [Al ‘Ahqaaf 26]
Allah telah mengutus Nabi dan juga para ulama yang benar untuk menyampaikan kebenaran. Terhadap orang-orang yang kafir, Allah memberi siksa yang pedih:
“Agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih.” [Al Ahzab 8]
Terhadap orang yang mendustakan ayat seperti Al Qur’an, mereka akan ditimpa kehinaan dan siksa yang keras:
“Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata: “Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah.” Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya.” [Al An’aam 124]
Ada juga orang yang mengaku sebagai Nabi atau membuat Kitab Suci palsu atau Kitab Hukum yang bertentangan dengan Al Qur’an:
“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: “Telah diwahyukan kepada saya”, padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: “Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.” Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu” Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya. “[Al An’aam 93]
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” [Al Baqarah 165]
Sesungguhnya siksa Allah amat berat. Hendaknya kita selalu ingat hal ini agar kita hati-hati jika ingin mengerjakan perbuatan yang kita tahu salah/dosa:
“Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.” [Al Baqarah 7]
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.” [Al Baqarah 174]
“Tanyakanlah kepada Bani Israil: “Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran) yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka.” Dan barangsiapa yang menukar nikmat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya.” [Al Baqarah 211]
“Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya” [Al Fajr 25]
“…Bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [Al Maa’idah 2]
Kalau di dunia mungkin ada saudara atau teman yang bisa menolong kita dari hukuman dunia. Tapi di akhirat nanti, tidak ada seorang pun yang dapat menolong orang-orang yang kafir atau pendosa dari siksa Allah yang pedih di neraka:
“Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama dengan aku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk syurga), tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?” [Al Mulk 28]
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka,” [Ali ‘Imran 10]
Bahkan Nabi Nuh dan Nabi Luth pun tidak mampu menolong istrinya yang kafir dari siksa neraka:
“Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya, maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari siksa Allah; dan dikatakan kepada keduanya: “Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk jahannam.” [At Tahrim 10]
“Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat. Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.” [Az Zumar 47]
Lihatlah betapa pedihnya siksa neraka:
“Sesungguhnya pohon zaqqum itu makanan orang yang banyak berdosa. Sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang amat panas.
Peganglah dia kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka.
Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang amat panas.” [Ad Dukhaan 43-48]
“Apakah perumpamaan penghuni surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?” [Muhammad 15]
Neraka, inilah seburuk-buruk tempat kembali bagi orang yang durhaka kepada Allah.
“…Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” [Al Kahfi 29]
“…Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan), “Rasailah azab yang membakar ini.” [Al Hajj 19-22]
Di dunia, saat orang sudah meninggal, berakhirlah hukumannya. Namun di akhirat tidak begitu. Setiap kulit mereka hangus, diganti Allah dengan kulit yang lain agar tetap merasakan pedihnya siksa:
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [An Nisaa’ 56]
Begitu keras siksa Allah sehingga orang itu tidak hidup, tidak pula mati:
“Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup” [Thaahaa 74]
“Dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. Yaitu orang yang akan memasuki api neraka yang besar. Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak pula hidup.” [Al A’laa 11-13]
“Dan mereka memohon kemenangan atas musuh-musuh mereka dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala, di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada azab yang berat.” [Ibrahim 15-17]
“Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.” [Al Ghaasiyah 6-7]
Orang yang masuk neraka niscaya sangat menyesal. Namun sesal itu sudah tidak berguna:
“Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan peringatan itu niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” [Al Mulk 10]
“Maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman.” [Asy Syu’araa’ 102]
“Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.” [An Naba’ 40]
Orang-orang yang beriman senantiasa takut dengan siksa Allah. Rasulullah saw sendiri pernah bersabda kepada para sahabatnya, bila kamu melihat apa yang aku lihat niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Karena kefahaman mereka akan ngerinya siksa neraka para sahabat yang mendengarpun kontan menangis di depan Rasulullah saw.
Abu Bakar ash Shiddiq seorang sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah saw sendiri pernah berharap menjadi seekor burung, sehingga tidak perlu bertanggung-jawab atas perbuatannya di dunia. Padahal beliau termasuk orang yang banyak beramal shaleh.
Begitu pula Umar bin Khathab yang Rasulullah saw sendiri pernah bersabda bahwa Allah telah menjadikan kebenaran pada lidah dan hatinya, pernah berharap untuk menjadi seonggok jerami agar tidak perlu bertanggung-jawab atas perbuatan-nya. Dia merasa cukup bahagia bila amal shalehnya yang banyak itu dibalas impas, kembali pokok tanpa untung sama sekali asal terbebas dari siksa api neraka.
Selain mencintai Allah, kita juga harus takut kepada Allah. Karena orang yang takut kepada Allah itulah yang mendapat ampunan dan pahala yang besar:
“Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.” [Al Mulk 12]
Begitu dahsyat siksa Allah di neraka. Oleh sebab itu hendaklah kita senantiasa berdoa agar terhindar dari siksa Allah di neraka:
“Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: “Ya Tuhan kami, tiadalah “Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [Ali ‘Imran 191]
Maka beramal & berdo’alah untuk mendapat Syurga Allahumma innii as aluka ridhooka wal jannah wa a’udzubika min saqaatika wan naar. (Ya Allah sesungguhnya kami mengharap RidhoMu dan Syurga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan Neraka)
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” [Al Baqarah 286]
Read More - Ingatlah Siksa Allah Amat Pedih

Sabtu, 29 Januari 2011

Duhai Akhwatukum wa Ikhwanikum Renungkan INI. . .

Diposting oleh Yusuf shadiq


Duhai Akhwat... Renungkan ini...

Duhai akhwat yang kukagumi
Yang memiliki iman di hati
Dengarlah suara hati para lelaki
Sudahi menebar simpati
Hentikan bermanja pada kami
Kami ikhwan biasa yang tidak suci
Yang ingin teguh di jalan Ilahi.

Duhai yang kukasihi para akhwat
Yang memiliki malu, hormat dan martabat
Kami adalah pria biasa yang mudah terpikat
Iman kami tak sekuat para nabi dan shahabat
Fotomu bertebaran menggoda dan mengusik syahwat
Kecantikanmu menembus hati yang taat syariat.

Duhai akhwat yang kusanjungi
Jangan hajar emosi dan jiwa kami
dengan perhatian yang murah
Jiwa ini terasa gerah
dengan pujian yang membuncah.

Duhai akhwat yang kupuja
Engkau adalah mutiara berharga
Harapan bangsa dan agama
Bukan hanya fisik yang harus dijaga
Akhlak juga harus dihiasi
dengan lembaran hidup islami

Engkau akan terlihat anggun
Bukan karena pengagummu yang berjibun
Tapi karena sikapmu yang santun
Engkau semakin mempesona
Dengan izzahmu yang terjaga
Engkau semakin cantik memikat
Karena kepribadianmu yang sesuai syari'at


 
Wahai Ikhwan... Jangan Lumpuhkan Hati Kami

Wahai Ikhwan...
Yang masih memiliki hati
Dengarlah jeritan hati kami
Sudahi merayu kami
Hentikan menebar simpati.

Kami hanyalah akhwat
Yang ingin menggapai cinta Ilahi
Yang mempunyai iman setipis ari
Menghadapi sikapmu yang tak terkendali
Terkadang kami tak cukup kuat.

Wahai Ikhwan...
Yang masih mempunyai nurani
Dengarlah suara hati kami
Jangan rintangi dakwah kami
Jangan matikan komitmen kami
Jangan serang kami dengan komentar basi.

Kami hanyalah akhwat biasa
Yang sedang mencari jati diri sejati
Yang tak sekuat iman istri para Nabi
Kami risih dengan candamu yang menjadi-jadi

Wahai Ikhwan...
Yang mempunyai lubuk hati
Dengarlah keluhan jiwa kami
Jangan goda kami dengan ta'aruf islami
Jika hanya sekedar mencari sensasi
Hati kami bukanlah kelinci semurah kue serabi..
Kami akhwat yang menjunjung amanah Ilahi
Mengemban dakwah dalam naungan visi dan misi

Wahai Ikhwan...
Yang memiliki belas asih
Dengarlah pinta kami
Hargai hijab lebar kami
Bantulah kami kokohkan harga diri
Jangan lucuti semangat kami
Jangan runtuhkan ketegaran kami
Read More - Duhai Akhwatukum wa Ikhwanikum Renungkan INI. . .

Senin, 10 Januari 2011

Jutaan Muslim Dibantai Bagaikan Buih Di Lautan….

Diposting oleh Yusuf shadiq
Afghanistan
Rasulullah SAW pernah bersabda berkenan dengan keinginan kaum kafir untuk membinasakan kaum muslimin dan Islam, seperti yang dinyatakan dalam hadits Tsaubah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian seperti menyerbu makanan di atas piring. Berkata seseorang: Apakah karena sedikitnya kami waktu itu? Beliau bersabda: Bahkan kalian pada waktu itu banyak sekali, akan tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Alloh mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn. Seseorang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah wahn itu? Beliau bersabda: Mencintai dunia dan takut mati”. (Riwayat Abu Dawud no. 4297. Ahmad V/278. Abu Na’im dalam Al-Hilyah)
Dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa. Pertama, Kaum kafir bersatu untuk menjajah Islam, negeri-negerinya serta penduduknya. Kedua, Negeri-negeri muslimin adalah negeri-negeri sumber kebaikan dan barakah yang mengundang air liur kaum kafir untuk menjajahnya. Ketiga, kaum kafir mengambil potensi alam negeri muslimin tanpa rintangan dan halangan sedikit pun. Keempat, kaum kafir tidak lagi gentar terhadap kaum Muslimin karena rasa takut mereka kepada kaum Muslimin sudah dicabut Alloh dari dalam hati mereka. Padahal pada mulanya Alloh menjanjikan kepada kaum Muslimin dalam firman-Nya,
“Akan kami jangkitkan di dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Alloh, di mana Alloh belum pernah menurunkan satu alasan pun tentangnya”. (QS Ali Imran: 151)
Dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda artinya, “Aku diberi lima perkara yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelumku: Aku ditolong dengan rasa ketakutan dengan jarak satu bulan perjalanan; dan dijadikan bumi untukmu sebagai tempat sujud ; …. dan seterusnya”. (Riwayat Bukhari, lihat Fathul Bari I/436. Muslim dalam Nawawi V/3-4 dari Jabir bin Abdullah rodhiallohu ‘anhu)
Pada zaman Nabi dan kejayaan Islam kita bisa saksikan bagaimana 3.000 pasukan Muslim di bawah pimpinan Khalid bin Walid sanggup menahan 200 ribu tentara Romawi di perang Mu’tah. Kemudian 30 ribu pasukan yang dipimpin Rasulullah di kota Tabuk menggentarkan kerajaan Romawi sehingga mereka tidak berani berperang melawan Nabi. Bahkan tentara Thariq bin Ziad yang jumlahnya hanya 7.000 pasukan berhasil mengalahkan 100 ribu tentara kerajaan Spanyol dan menguasai Spanyol selama 7 abad.
Akan tetapi kekhususan tersebut dibatasi oleh sabda beliau SAW dalam hadits Tsauban yang lalu, yang menyatakan, “Allah akan mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian …”.
Sekarang yang terjadi sebaliknya. Tentara-tentara kafir membantai ummat Islam di mana-mana. AS membantai sekitar sejuta Muslim di Iraq dan Afghanistan. Israel membantai jutaan Muslim di Palestina selama puluhan tahun. India membantai Muslim di Kashmir. Cina membantai Muslim Uighur di Xin Jiang. Rusia membantai Muslim di Chechnya. Burma membantai Muslim Rohingya. Thailand membantai Muslim di Pattani, dan masih banyak lagi.
Kekejaman tentara Israel membantai wanita dan anak-anak
Kekejaman tentara Israel membantai wanita dan anak-anak
Hebatnya lagi, AS mendapat ribuan trilyun rupiah untuk membuat senjatanya dari hasil kekayaan alam negara-negara Islam seperti Indonesia. Menurut PENA, sekitar Rp 2.000 trilyun/tahun hasil SDA Indonesia dinikmati asing terutama AS. 6 dari 10 perusahaan terkaya versi Forbes 500 dengan total pendapatan Rp 17 ribu trilyun adalah perusahaan migas yang beroperasi di Indonesia.
Anehnya lagi, ada beberapa aktivis “Islam” yang turut membantu perusahaan-perusahaan AS sehingga leluasa merampas kekayaan alam Indonesia sehingga AS kaya raya sementara mayoritas rakyat Indonesia miskin. Mereka ridho mendapat Rp 10-20 milyar/tahun sementara ribuan trilyun rupiah mengalir ke musuh Islam yang membantai saudara-saudara Muslim kita di tempat lain. Harusnya kita berusaha agar uang Rp 2.000 trilyun lebih dari kekayaan alam Indonesia bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.
Mereka diam terhadap pencurian kekayaan alam Indonesia. Padahal seharusnya kita melawan kemungkaran itu dengan tangan, lisan, atau minimal dengan hati. Jika tidak, maka musibah akan menimpa negeri kita.
Maraknya perampokan, penculikan, korupsi, bunuh diri karena kemiskinan, dan sebagainya tak lepas dari faktor ekonomi karena kekayaan alam kita diambil asing sehingga mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan.
Jika kita teliti sunnah Nabi Muhammad SAW, Nabi Muhammad tidak pernah membantu musuh-musuh Islam dengan menyumbangkan kekayaan/pasar ummat Islam kepada orang-orang kafir seperti kaum kafir Mekkah, Romawi, Persia, dan sebagainya. Padahal zaman Nabi ada sumur air, perkebunan kurma, dan sebagainya. Ayat di bawah larangan kaum musyrik masuk ke Mekkah sehingga tidak bisa menguasai perekonomian Mekkah:
“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [At Taubah:28]
Sebaliknya, Nabi Muhammad SAW justru memblokade dan menyerang setiap khafilah dagang kaum kafir Mekkah yang hendak menuju ke Syam sehingga mereka akhirnya secara ekonomi lemah dan tak mampu membiayai pasukan perang mereka.
Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: Rasulullah saw. mengutus kami dan mengangkat Abu Ubaidah ra. sebagai pemimpin untuk mencegat kafilah dagang Quraisy… (Shahih Muslim No.3576)
“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela…” [Al Maa-idah:54]
Dari hadits dan ayat Al Qur’an di atas, jelaslah bahwa untuk mengalahkan musuh-musuh Islam yang terbukti membantai ummat Islam di Iraq, Afghanistan, dan sebagainya serta berusaha kuat menghalangi penegakkan ajaran Islam, ummat Islam juga harus menyerang mereka dengan berbagai cara termasuk lewat ekonomi.
Tidak bisa kita berdemo di depan Kedubes AS, tapi pada saat yang sama kita membantu AS untuk mendapatkan ribuan trilyun rupiah dari kekayaan alam Indonesia sehingga AS akhirnya bisa membuat ribuan tank dan pesawat tempur tiap tahun untuk menyerang Islam.
Perang Iraq yang berjalan lebih dari 8 tahun menelan biaya US$ 694 milyar (Rp 7.000 Trilyun). Tapi karena anggaran perang AS US$ 655 milyar/tahun, maka AS bukan hanya mampu membiayai perang di Iraq, bahkan juga di Afghanistan.
Seandainya AS tidak dapat sumbangan uang dari hasil kekayaan negara Islam, sehingga anggaran militernya seperti Indonesia yang cuma Rp 36 trilyun/tahun, niscaya AS tidak akan mampu menyerang negara-negara Islam.
Di dalam hukum, jika ada seorang pembunuh yang membunuh orang dengan senjata api, maka orang yang memberi uang untuk membeli senjata api itu sama salahnya dengan si pembunuh. Jangankan menyumbang pembunuh, menerima/menadah hasil kejahatan saja adalah tindak kriminal.
Dalam Islam, harta yang berasal dari pencurian itu haram dan meski disedekahkan tetap berdosa. Bahkan Nabi berkata bahwa orang yang makan dari sumber yang haram doanya tidak akan diterima dan di akhirat makanannya akan jadi batubara dari api neraka.
“Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [Al Mumtahanah:9]
Bagaimana mungkin sebagian ummat Islam termasuk aktivis Islam hanya karena mendapat sedikit uang receh kemudian membantu musuh Allah yang telah membantai jutaan ummat Islam dan membuat jutaan Muslim lainnya terusir dari negerinya?
Sebagai Muslim, kita harus melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Kita tidak bisa berbuat baik hanya untuk diri kita sendiri. Tapi kita juga harus menyuruh orang lain berbuat kebaikan dan menolak kemungkaran.
Sebagai contoh jika kita di kapal, tidak cukup kita berbuat baik untuk diri kita. Jika ada orang lain berbuat mungkar, misalnya membolongi kapal, jika kita tidak mencegah kemungkarannya, kita semua akan tenggelam.
Hendaklah kamu beramar ma’ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo’a dan tidak dikabulkan (do’a mereka). (HR. Abu Zar)
Wahai segenap manusia, menyerulah kepada yang ma’ruf dan cegahlah dari yang mungkar sebelum kamu berdo’a kepada Allah dan tidak dikabulkan serta sebelum kamu memohon ampunan dan tidak diampuni. Amar ma’ruf tidak mendekatkan ajal. Sesungguhnya para robi Yahudi dan rahib Nasrani ketika mereka meninggalkan amar ma’ruf dan nahi mungkar, dilaknat oleh Allah melalui ucapan nabi-nabi mereka. Mereka juga ditimpa bencana dan malapetaka. (HR. Ath-Thabrani)
Barangsiapa melihat suatu kemungkaran hendalah ia merobah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dengan lidahnya (ucapan), dan apabila tidak mampu juga hendaklah dengan hatinya dan itulah keimanan yang paling lemah. (HR. Muslim)
Oleh karena itu kita semua harus melawan kemungkaran semampu kita seperti pencurian kekayaan alam Indonesia serta sistem ekonomi Neoliberalisme yang merupakan alat konglomerat Yahudi untuk menguasai dunia.
Jika iman anda tidak lemah, sebarluaskan informasi ini ke teman-teman dan saudara anda sebagai bentuk amar ma’ruf dan nahi munkar.
Referensi:
“Qaulul Mubin fi Jama’atil Muslimin” karangan Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali, Penerbit Maktab Islamy Riyadh tanpa tahun, dan dimuat di majalah As-Sunnah edisi 07/1/1414-1993 hal. 8-13, diambil dari situs www.assunnah.or.id]
13 Orang Afghanistan Tewas Setiap Hari Karena Serangan AS
Kematian bukan sesuatu yang aneh dan mahal di Afghanistan. Di negara itu, rakyat sipil Afghanistan yang beragama Islam betapa mudahnya menjadi sasaran tembak.
Perempuan, laki-laki tua, dan anak-anak, tidak pandang bulu. Jika terlihat berkerumun, dan terlihat oleh pesawat jet tempur AS di udara, maka dipastikan akan segera dibombardir. Dalih AS selalu sama: memburu para pemberontak Taliban, dan itulah yang dijadikan argumen mereka kepada dunia internasional.
Selama lima bulan belakangan ini, presiden AS Barack Obama tengah melancarkan kampanye “perang sehat” di Afghanistan. Tim yang mendukung Obama sebagian besar adalah mereka yang bekerja di bahwa rejim George W. Bush.
Sebuah data yang mengiriskan datang dari The Afghan Independent Human Rights Commission (AIHRC). Selama tahun 2008 kemarin, tidak kurang dari 5000 rakyat Afghanistan tewas karena serangan pasukan AS. Jika dirata-ratakan, maka satu bulannya tercatat sebanyak 416 orang tewas, dan satu harinya 13 orang rakyat sipil Afghanistan harus dikubur.
Pada tahun 2001, AS mengahabisi sekitar 32.000 orang Afghanistan (Project on Defense Alternatives), sedangkan pada tahun 2002 mencapai 20.000( The Guardian), tahun 2003 korban meninggal 23.600 (University of New Hampshire), tahun 2005 mencapai 408 saja, tahun 2005 “hanya” sebesar 4000 orang (AP), tahun 2007 mencapai 1633 (Human Right Watch), dan 2008 mencapai 5000 orang.
Jika dijumlahkan total rakyat sipil Afghanistan yang meninggal karena operasi militer AS selama delapan tahun belakangan ini adalah 87. 141 orang. Data-data ini yang berhasil direkam oleh beberapa media dan institusi dan tingkat keakuratannya mungkin tidaklah cukup tepat.
Baca selengkapnya di:
Anggaran AS untuk Perang Iraq Lampaui Perang Vietnam
Departemen Pertahanan AS (Pentagon), sebagaimana dilaporkan situs Antiwar mengutip data statistik Pentagon, jika Kongres meratifikasi bujet terbaru keuangan perang Iraq, maka perang ini menelan biaya sebesar 694 milyar dolar AS, bujet terbesar kedua dalam sejarah AS pasca perang dunia kedua.
Berdasarkan laporan ini, jika Kongres meratifikasi bujet yang diusulkan Obama, maka anggaran perang akan bertambah 87 milyar dolar. Dengan demikian, berdasarkan laporan kantor penelitian dan riset Kongres yang disempurnakan tahun lalu, anggaran perang Iraq sebesar 694 milyar dolar akan menjadi tanggungan para pembayar pajak AS. Padahal anggaran perang Vietnam sebesar 686 milyar dolar AS dan bujet perang dunia kedua sebesar 4,1 triliun dolar AS.
Berdasarkan laporan ini, pada tahun 2008, AS mengeluarkan 34 milyar dolar AS untuk membiayai perang Afghanistan. Terkait hal ini, pemerintah Obama berupaya untuk mengirimkan pasukan bantuan ke Afghanistan dan mengeluarkan 47 milyar dolar AS. (hidayatullah.com)
Selama Kekayaan Alam Dirampas Asing Indonesia Akan Terus Miskin
Kenapa 11,5 juta rakyat Indonesia menderita busung lapar atau gizi buruk?
Kenapa 120 juta rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan (versi Bank Dunia)?
Kenapa meski SD-SMP gratis tapi SMU dan Perguruan Tinggi Negeri justru mahal dan tidak terjangkau bagi rakyat miskin?
Kenapa korupsi merajalela di Indonesia?
Kenapa penculikan anak sering terjadi, begitu pula perampokan yang tak jarang menimbulkan korban jiwa?
Kenapa Hutang Luar Negeri Indonesia terus meningkat dari Rp 1.200 trilyun di tahun 2004 jadi Rp 1.600 trilyun di tahun 2009?
Jawaban dari semua pertanyaan di atas adalah karena Indonesia tidak punya cukup uang.
Akibatnya, mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan. Sebagian dari mereka terpaksa mencuri, menculik, merampok dan sebagainya untuk mendapatkan uang. Seorang anggota Kapak Merah yang didor polisi berkata, “Biarlah saya ditembak mati. Habis saya cuma lulus SD. Cari kerja susah. Jadi merampok guna mendapatkan uang”
Baca selengkapnya di:
http://infoindonesia.wordpress.com/2009/06/30/selama-kekayaan-alam-dirampas-asing-indonesia-akan-terus-miskin/#comment-1155
Kelompok Uighur Prediksi Korban Bentrok 800 Orang
Kamis, 09 July 2009 08:35 WIB
Berlin, (tvOne)
Antara 600 dan 800 orang tewas dalam kerusuhan di kota Urumqi, China, antara orang Uighur Muslim dengan Han China, kata Wakil Presiden Kongres Uighur Dunia, Rabu.
Asgar Can, yang tinggal di pengasingan di Jerman –tempat organisasi itu berpusat, mengatakan, “Sebagian orang telah memberi tahu kami 600 (orang tewas), yang lain telah mengatakan 800. Kami memperkirakan bahwa jumlah itu adalah antara 600 dan 800″. Ia menyatakan perkiraan tersebut dilandasi atas perhitungan saksi mata mengenai kerusuhan itu.
(Ant) ed
http://www.tvone.co.id/berita/view/17762/2009/07/09/kelompok_uighur_prediksi_korban_bentrok_800_orang/
bosniaDitemukan 8.000 kuburan Muslim Dalam Penggalian Bosnia
KAMENICA, Bosnia (Suaramedia) Ditemukan kuburan massal kesepuluh di desa Kamenika, pada area dengan nama “Lembah Kematian”, yang berisi sekitar 8.000 orang laki-laki dan anak laki-laki Muslim yang dibunuh oleh angkatan perang Serbia Bosnia sewaktu mereka melarikan diri dari Srebrenica pada Juli 1995. Murat Hurtic, Komisi Daerah Bagian Orang Hilang mengatakan dokumen yang diperoleh di tempat menunjukkan korban dari Srebrenica, daerah inti timur di bawah perlindungan Perserikatan Bangsa-Bangsa ketika dipenuhi oleh angkatan perang Serbia Bosnia selama perang tahun 1992- 1995.

http://www.suaramedia.com/berita-dunia/52-dunia-islam/1080-ditemukan-8000-kuburan-muslim-dalam-penggalian-bosnia-.html
Read More - Jutaan Muslim Dibantai Bagaikan Buih Di Lautan….

Senin, 16 Agustus 2010

Syarat-Syarat Hijab Syar’i

Diposting oleh Yusuf shadiq
 SYARAT-SYARAT HIJAB SYAR’I

Adapun syarat-syarat hijab syar’i adalah:

1-Hendaklah hijab/jilbab menutup seluruh badan. Allah berfirman:

“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh badan mereka” (QS. Al Ahzab: 59).

Jilbab adalah pakaian panjang yang menutup seluruh badan (dari kepala hingga mata kaki), artinya dengan mengulurkan keseluruh badan yang merupakan aurat wanita. jadi jilbab yang syar’i adalah yang menutup seluruh badan wanita.

2-Hendaklah hijab/jilbab tersebut tebal, tidak tipis dan tidak transparan, karena maksud dari hijab adalah menutup, jika tidak menutup, tidak dinamakan hijab, karena hal tersebut tidak menghalangi
penglihatan, sehingga seperti yang di katakan dalam hadits Nabi  “Berpakaian tetapi pada hakikatnya telanjang".

3-Hendaklah hijab/jilbab tidak berupa perhiasan atau pakaian yang menyolok, yang memiliki warnawarni yang menarik, sehingga menimbulkan perhatian. Allah berfirman:

“Dan tidak menampakkan perhiasan kecuali yang biasa tampak darinya” (QS; An Nur : 31).

Makna ( إلا ما ظهر منها ) apa yang nampak darinya, yaitu dengan tanpa disengaja. Apabila hijab itu sendiri perhiasan, maka tidak boleh dipakai, dan tidak dinamakan hijab, sebab hijab adalah sesuatu yang menghalangi timbulnya perhiasan terhadap bukan muhrim.

4-Hendaklah hijab/jilbab tersebut tidak sempit, ketat. Tidak membentuk lekuk tubuh dan aurat, maka jilbab harus luas dan lebar, sehingga tidak menimbulkan fitnah.

5-Hendaklah tidak memakai minyak wangi, yang menyebabkan timbulnya fitnah, yaitu rangsangan bagi laki-laki. Rasulullah bersabda:

 “Sesungguhnya wanita apabila memakai minyak wangi lalu lewat pada suatu majlis, maka ia adalah ini dan ini yaitu: ia wanita pezina” (HR. Ashabus sunan, Tirmidzi berkata: hadits ini hasan shahih).

Dalam riwayat lain:
 “Sesungguhnya wanita bila memakai minyak wangi kemudian lewat pada suatu majlis/ perkumpulan kaum agar mereka mencium baunya, maka ia telah berzina”.

6-Hendaklah hijab/jilbab tersebut tidak menyerupai pakaian laki-laki. Dalam hadits yang di riwayatkan Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda:

 “Nabi r melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki” (HR. Abu Daud dan Nasa’i). Dalam hadits yang lain:

 “Allah melaknat laki-laki yang bergaya perempuan dan perempuan yang bergaya laki-laki” (HR. Abu Daud dan Nasa’i).

Maksudnya: perempuan yang menyerupai laki-laki dalam pakaiannya, modelnya, seperti perempuan zaman sekarang ini, begitu pula laki-laki yang menyerupai perempuan dalam pakaian, gaya bicara dan lain sebagainya. Kita mohon kepada Allah kesehatan dan keselamatan dunia dan akhirat.
Read More - Syarat-Syarat Hijab Syar’i

Senin, 17 Mei 2010

Untukmu Ukhti Muslimah

Diposting oleh Yusuf shadiq
Wahai Saudari Muslimah, siapakah yang menyuruhmu untuk berjilbab?

Untukmu ukhti muslimah…
kemana akan kau bawa dirimu?
kepada gemerlapnya dunia?
gemilaunya harta?
atau pada ketampanan seorang pria?
walaupun kau harus membuka hijabmu
demi mendapat semua yang kau inginkan,
maka kehinaan yang kau dapatkan!
Wahai Saudari Muslimah, siapakah yang munyuruhmu untuk berhijab?
Untukmu ukhti muslimah…
kemana akan kau bawa dirimu?
kepada kemuliaan jiwa?
kepada keridhaan sang pencipta?
atau mulianya menjadi bidadari surga?
walaupun hinaan dan cacian yang harus kau terima
demi menjaga hijab yang telah disyariatkan oleh agama,
maka kebahagiaan yang akan kau dapatkan!
Katakan TIDAK pada gemerlapnya dunia!
jika hijabmu harus terlepas karenanya
katakan TIDAK pada kemilaunya harta!
jika hijabmu harus menjadi tebusannya
karena hijabmu,
adalah benteng kemuliaan dirimu
bahwasannya yang menyuruhmu untuk berjilbab
yang menyuruhmu untuk berbusana muslimah
yang menyuruhmu ialah Allah dan Rasul-NYa
dan konsekwensi kita sebagai seorang muslim maupun muslimah
wajib untuk taat pada Allah Ta’ala
karena Allah yang menciptakan kita
Allah yang memberikan rizki pada kita
Allah yang memberikan segalanya kepada kita
Al-Qur’an menyuruh kita untuk berhijab
Allah yang menciptakan kita yang menyuruh kita untuk berjilbab!
“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”
(QS.al-Ahzab:59)
Jika seandainya manusia (wanita muslimah) tidak berbusana Muslimah, tidak berjilbab,
maka manusia ini akan rusak dan hancur, akan binasa.”
Setiap wanita, TIDAK ADA UDZUR (tidak ada alasan) untuk tidak memakai busana muslimah.
_____________________________________________________________________
Mudah-mudahan tulisan di atas bisa bermanfaat, dan bisa memantapkan niat saudari muslimah yang saat ini belum menutup auratnya secara sempurna bisa menyempurnakannya. Amin. :D
Read More - Untukmu Ukhti Muslimah

Sabtu, 10 April 2010

Atas Nama Cinta

Diposting oleh Yusuf shadiq



Atas nama cinta. Dengan cara apapun, upayakan agar dalam hidup kita hanya ada satu kata cinta, “Cintailah Allah!” Jika kita mencintai Allah, maka Dia akan mencintai kita, dan memerintahkan seluruh makhluk-Nya untuk mencintai kita.

Bayangkan sejenak! Alangkah baik, indah dan nyamannya jika seluruh makhluk, baik makhluk yang tampak maupun makhluk ghaib yang tak kelihatan, semuanya mencintai diri kita. Semuanya akan mencintai kita jika berhak dimuliakan lantaran kita mencintai Allah, Tuhan kita dan Tuhan seluruh makhluk itu.
Dahsyatnya cinta suci ini dibenarkan Rasulullah SAW:

“Ketika Allah mencintai seorang hamba, Allah menyeru kepada malaikat Jibril, “Hai Jibril, sungguh Allah mencintai si Fulan, maka cintailah ia olehmu!” Jibril pun mencintainya. Kemudian Ia menyeru kepada seluruh penduduk langit, “Sungguh Allah mencintai si Fulan, maka cintailah ia oleh kalian!” Ia pun dicintai oleh penduduk langit. Setelah itu, ia diterima di muka bumi. Ketika Allah membenci seorang hamba, Allah menyeru kepada malaikat Jibril, “Hai Jibril, sungguh Allah membenci si Fulan, maka bencilah ia olehmu!” Jibril pun membencinya. Kemudian Ia menyeru kepada seluruh penduduk langit, “Sungguh Allah membenci si Fulan, maka bencilah ia oleh kalian!” Ia pun dibenci oleh penduduk langit. Setelah itu, kebencian diletakkan baginya di muka bumi” (HR Muslim dari Abu Hurairah RA).

Atas nama cinta. Cintailah Allah dengan sepenuh jiwa, agar Ia memerintahkan seluruh makhluk-Nya untuk mencintai diri kita. Agar dalam hidup kita penuh kemudahan, keindahan, kebahagiaan, kebaikan dan keselamatan...

Cinta kepada Allah adalah komoditas yang teramat mahal, tidak mudah meraihnya. Untuk mewujudkan hal itu perlu upaya dan kerja yang sungguh-sungguh takwa kepada Allah dalam keadaan apapun, mencintai Rasulullah berikut seluruh keluarganya, mencintai orang-orang shalih, menunaikan seluruh kewajiban, memperbanyak ibadah, rela berkurban untu kebaikan dan jihad fi sabilillah, menegakkan syariat Islam, dan seterusnya.

Untuk meraih cinta Ilahi, jangan lupakan faktor doa! Memperbanyak doa dapat memperlancar tercapainya cinta Allah. Berdoa dengan penuh cita dan sikap merendah (tadharru’) akan memuluskan jalanbagi tergapainya cinta Ilahi. Renungkanlah, Nabi Daud saja senantiasa berdoa memohon cinta kepada Allah:

“Di antara doa Nabi Daud alaihissalam adalah, “Ya Allah, sungguh hamba memohon cinta-Mu dan cinta orang yang mencintai-Mu, dan amalan yang dapat mengantarkan hamba untuk mencintai-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih hamba cintai daripada cinta hamba kepada diri hamba sendiri, keluarga, dan air dingin sekalipun.” (HR Tirmidzi dari Abu Darda, hadits hasan).

Seorang Muslim yang telah mengikrarkan dua kalimat syahadat, maka ia harus memprioritaskan cintanya kepada Allah, kemudian kepada Rasulullah dan jihad fi sabilillah.

Mencintai istri, anak, keluarga, keturunan, harta, pangkat, takhta dan lain sebagainya (yang halal dicintai), tentu boleh-boleh saja sepanjang posisi cinta tersebut di bawah cinta utama kepada Allah Azza wa Jalla:
“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah” (Qs Al-Baqarah 165).

“Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik” (Qs At-Taubah 24).

Di samping cinta, seorang yang telah berikrar dua kalimat syahadat harus memiliki sikap ridha (ar-ridha) dalam dirinya. Kita harus ridha kepada Allah dan Rasul-Nya dengan menaati seluruh keputusan Allah dan Rasul-Nya.

Ridha kepada Allah itu harus dilakukan dengan sepenuh keridhaan, lahir-batin tanpa ada sedikit pun rasa ketidakpuasan kepada ketetapan-Nya. Karena dalam Al-Qur’an, Allah Azza wa Jalla menafikan iman seseorang sebelum ia ridha bertahkim kepada Rasulullah SAW (Islam) dan menerima keputusan beliau dengan sepenuh hati, tanpa ada sedikitpun rasa haraj (penolakan dalam hati). Bahkan penolakan (nafi) itu didahului dengan sumpah Allah dengan diri-Nya sendiri:

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (Qs An-Nisa’ 5).

Atas nama cinta. Cintailah Allah dengan sepenuh jiwa, agar Ia memerintahkan seluruh makhluk-Nya untuk mencintai diri kita. Agar dalam hidup kita penuh kemudahan, keindahan, kebahagiaan, kebaikan dan keselamatan.
Read More - Atas Nama Cinta

Sabtu, 11 April 2009

''Do'a dI Sela Malam Ku,...!!''

Diposting oleh Yusuf shadiq
maLam Yg sangat Indah,...
malam Yg penUh dengaN niKmat Mu Ya RObb....
maLam Yg tersIrat cahaYa KasIhmu...
maLam yg meMbuatKu menangIs meLepas semua beban,....

air mata Qw,...


dI sini hamBa besImpuh PadaMuu,....
mengHarap RIDHOMU semata............

Ya ALLAH ampunI segaLa dOsa2 Ku,...
dosa2 Kedua Org tuaKu,...
dosa2 Org Yg berIman PadaMu,...

Ya ALLAH berikanLah kesehatan , Umur PanJang ,
dan Keselamatan Dunia Akhirat,.. untuk kamI,...

Ya ALLAH berikanLah KEKUATAN pada kamI,..
untuk menghadapI segaLa cOba'an Mu
dan Org2 KAFIR MUNAFIQ di Luar sana,,...

Ya ALLAH tetapKanLah Hati Kami hanYa padaMu,..
RosuLMu dan AjaranMu semaTa,.....

Ya ALLAH hanya padaMu hamba meminta,memohon dan berDo'a,.......

KareNa aKu tau Hanya Engkau Yg dapat mengabuLkan seGaLa permintaan,
permohonan dan do'a hamba,.......

Ya Allah ada satu dO'a Yg Ingin hamba sampaiKan,..
tapI rasanYa tidak panTas,.....!!!

tapi mau bagaImana Lagi,....
hanya dgn berdo'a PadaMu hatI Ini menJadI TENANG,....

Ya ALLAH,.. mungkIn do'a Ini juga yg banyk di Pinta
oleh hambaMu yg Ingin terbaIk untuK kehIdupan di Masa yg akan datang,...

Hamba memInta PadaMu,.......
pendampIng UntuKku di masa Yg akan datang,.....

pendamping yg terbaIk Untukku,......
pendamping yg MencIntaiKu karena Mu,.......
pendamping yg MenyayangIKu karena Mu,.......
pendamping yg MembimbingKu dgn Ajaran Mu.........
pendamping yg seLalu menuntunKu ke Jalan Mu...........
pendamping yg berWajah Tampan ,...
Tampan Yg di Karenakan Iman dan TaQwa PadaMu.........
pendamping yg seLalu lembut tutur KatanYa,....
pendamping yg memberIkan Ku nafkah Lahir Yg Halal dan baroKah,....
pendamping yg mempunYai tujuan Yg sama denganKu,....
Yaitu meninggiKan kalimah Mu Ya ALLAH,.........



Ya ALLAH , Ya ROBBI,....
tunjukkanLah yg baIk Untukku,.....
dan mnjauhKan yg buruK darIKu,...
BeriKanLah Hikmah darI segaLa cOba'an,...
dan BerikanLah Pahala dr apa Yg aku Lakukan Untuk Mu,....
dan berikan teguran atas apa Yg Ku Lalaikan dariMU,.....

ROBBANA ATINA FIDDUN YA KHASANAH WAFIL AKHIROTI KHASANAH
WAKINA ADZABBANNAR,...........
Read More - ''Do'a dI Sela Malam Ku,...!!''

Kamis, 11 Desember 2003

Sungguh tubuhku bergetar dan jantungku bagaikan di rentap saat membaca artikel seorang sahabat ini

Diposting oleh Yusuf shadiq
.

Subhanallah........
Maha KUASA-Mu ya ALLAH.....

Ya ALLAH ya Tuhanku....
Engkau menurunkan bala dan memperlihatkan di atas kejahilan hamba-Mu.
Inikah cara Engkau memalingkan muka-Mu krn kekufuran kami...
Semuanya diperlihatkan aibnya semasa kematian hamba-Mu yang melakukan dosa SYIRIK dan Ingkar menurut perintah-Mu.

Suatu hari aku di beritahu seorang jiran wanita berumur 74 tahun sedang nazak selama seminggu, seolah-olah susah jalan sakaratul mautnya. Terus aku bergegas ke rumah jiranku itu krn sifat makcik tu yang sangat baik terhadap jiran-jirannya. Kami pun membaca surah yasin, Al Mulk dan As Sajadah beramai-ramai....tiba-tiba lidahnya menjelir-jelir dan meronta-ronta menolak tangan salah seorang sahabat kami dan berkata:
 "AKU BELUM NAK MATI LAGI",
dia memanggil-manggil nama moyangnya minta tolong.. MasyaAllah...terkejut kami...!!! tapi kami terus membaca sehingga habis.

Allahuakbar...!
Rupa-rupanya perit dan sakitnya siksa sakaratul maut.

Esoknya mendengar khabar bahawa makcik itu meninggal dunia.  Kami pun pergi bersiap utk memandikannya. Suasana menjadi huru hara, apabila kami sedang memandikannya keluar najis besar tak henti-henti, setahu kami makcik tu sudah lama tidak makan, air mandinya tidak cukup-cukup. Maha Kuasa Allah....kemaluannya pula hancur dan melecur...Subhanallah...! hatiku berkata: "apakah yang Engkau mahu kami tahu dan lihat kebenaran azab-Mu itu Sungguh Janji-Mu itu Pasti Benar....takutnya ya Allah". Maha Sucinya Engkau...alhamdulillah ada seorang ustazah mulutnya tidak henti-henti membaca surah Al ikhlas dan menyebut (laa ilaaha illaalah) terus menjuruskan air di kepala makcik tu. syukur alhamdulillah...tiba-tiba najisnya serta merta berhenti....

Subhanallah...! Muhasabah wahai diriku...dapat melihat natijah besar seperti itu.
Aku menyelidik kenapa jadi sampai mcm tu, supaya aku takut melakukan dosa, Dosa apakah itu?
-Mempunyai pendampin (saka)
-Memakai susuk di kemaluan
-Mengamal ilmu pemanis wajah
-hatinya sentiasa marah pada suaminya (tdk ikhlas)
-suka menonton telivisyen (membuang waktu)
-tdk membaca Al quran
-tdk peduli dan menyuruh anak2nya solat dan menutup aurat
-suka meminta-minta duit anak2, melaga2kan anak menantu sehingga bercerai
-suka mengumpat perihal suami dan jiran tetangga. 

MAHA KUASA ALLAH
ALLAH MAHA MELIHAT
ALLAH MAHA MENDENGAR
ALLAH MAHA MENGETAHUI

Peristiwa wanita ke neraka pada malam Mikraj
Sayidina Ali Karamallahuwajhah berkata:
“Aku dengan Fatimah pergi menghadap Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Kami dapati Baginda sedang menangis, lalu kami bertanya kepadanya, apakah yang menyebabkan ayahanda menangis, ya Rasulullah?”

Fatimah pun bertanya kepada ayahandanya:
“Ayahanda yang dikasihi, beritakanlah kepada anakanda, apakah kesalahan yang dilakukan oleh perempuan?”

Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab:
“Fatimah, adapun perempuan tergantung rambutnya itu adalah perempuan yang tidak menutup rambut daripada bukan muhrimnya. Perempuan tergantung lidahnya ialah perempuan yang menggunakan lidahnya untuk memaki dan menyakiti hati suaminya".

Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud:
“Perempuan menyakit hati suami dengan lidahnya pada hari kiamat nanti Allah jadikan lidahnya sepanjang 70 hasta kemudian diikat di belakang tengkoknya".

“Perempuan menggunakan lidah untuk menyakiti hati suaminya ia akan dilaknat dan kemurkaan Allah.”

“Perempuan diikat kedua kakinya dan tangannya ke atas ubun-ubunnya, disuakan ular dan kala kepadanya kerana ia boleh sembahyang tetapi tidak mengerjakannya dan tidak mandi janabah.


“Perempuan mengkufurkan suaminya dan mengkufurkan ihsannya, Jika engkau membuat baik kepadanya seberapa banyak pun dia belum berpuas hati dan cukup.” (Hadis riwayat Bukhari)

“Perempuan tidak mahu mandi daripada suci haid dan nifas ialah perempuan yang memakan badannya sendiri, juga kerana ia berhias untuk lelaki bukan suaminya dan suka mengumpat orang.


Aku berdiri di atas syurga, kebanyakan yang masuk ke dalamnya adalah golongan miskin dan orang kaya tertahan di luar pintu syurga kerana dihisab. Selain daripada itu ahli neraka diperintahkan masuk ke dalam neraka, dan aku berdiri di atas pintu neraka, aku lihat kebanyakan yang masuk ke dalam neraka adalah perempuan.”

Pengajaran dan hikmah cerita benar ini "Sesungguhnya Janji Allah Pasti"

Berkata Syaikh Ibnu ‘Athaillah, Sabda Rasulullah SAW berkata:

“Janganlah sekali-kali kamu berasa ragu atas janji Allah yang telah dijanjikan-Nya, sedangkan waktunya sudah pasti (akan datang), tetapi ia belum datang, agar keraguan kamu itu tidak akan mengotori basirah (pandangan batin) dan tidak memadamkan cahaya  nuranimu.”

Mohonlah TAUBAT sebelum terima azabNya di Dunia. Kisah perbuatan begini sudah menjadi kebiasaan pd zaman ini tdk kira perempuan atau lelaki, krn manusia inginkan kehidupan dunia, tidak takut dan sudah lali, lalai, leka. Gelap hati daripada melihat kebenaran Allah SWT.

Allah berfirman:
“Dan apabila bertanya hamba-hamba-Ku kepada engkau tentang Aku, maka (katakanlah), ‘sesungguhnya Aku adalah  Maha Dekat. Aku memperkenankan  permohonan orang yang berdoa jika dia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memperkenankan (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, mudah-mudahan mereka sentiasa dalam kebenaran.”  (Surah al-Baqarah: 186)
Read More - Sungguh tubuhku bergetar dan jantungku bagaikan di rentap saat membaca artikel seorang sahabat ini