INDAHNYA ISLAM

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ ”Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 55).


Sabtu, 29 Oktober 2011

Untuk Ukhti Tersayang

Diposting oleh Yusuf shadiq

Dear Ukhti………
apa kabar imanmu hari ini
semoga selalu menapak maju
apa kabar hatimu hari ini
semoga selalu bersih dari debu juga kelabu
apa kabar cintamu hari ini
semoga selalu berpeluh rindu pada Nya...

Ukhti..
sungguh indah hidup setelah menikah
apa yang sebelumnya haram menjadi halal
semua perbuatannya mendapat pahala yang berlimpah di sisiNya
suka duka dilalui berdua
senang sedih ada yang menemani
tawa tangis pun bersama

Ukhti..
menikah adalah setengah dien
dan ia menggenapkan dien menjadi satu
sungguh, menikah seperti melihat dunia lain yang tiada pernah
dikunjungi sebelumnya
apa yang tidak bisa dilihat sebelum menikah kini tidak lagi
seakan membuka mata kanan yang sebelumnya belum pernah dibuka
begitu luas, begitu indah, hingga Rasul pun menyunnahkan suatu
pernikahan ini
"bukan termasuk ummatku, jika ia berkeinginan tidak menikah..."

Ukhti..
menikah adalah keputusan besar dari suatu perjanjian berat
pernah ada yang berkata..
"saat akad diucapkan Arsy tertinggi berguncang karena suatu perjanjian
berat diucapkan, karena itu saat akad terjadi ada tangis disana..tangis
suka, tangis duka..."
Allah menjadi saksi karena Dia Yang Maha Melihat lagi Menatap
dan setiap undangan yang datang akan mendoakan pernikahan ini

Ukhti..yang sedang menanti "terkasih"
nanti-lah dengan sabar
sungguh, Allah Maha Tau yang terbaik untuk dirimu
siapkan dirimu, hatimu..
sangat mudah bagiNya memberikan "terkasih" untukmu ataupun tidak
berharap dan mintalah padaNya..
pemilik alam raya dan pencipta "terkasih"mu

Ukhti..yang sedang menjelang akad
berdoa-lah selalu padaNya
penentu segalaNya...
mohon petunjukNya jika "terkasih" adalah yang terbaik untukmu
kemudahan, juga kelancaran dalam peristiwa besar nanti
sungguh, Allah Maha Tau yang terbaik untuk dirimu..
siapkan dirimu, hatimu..

Ukhti..yang telah menikah
jagalah nikmatNya yang besar ini
hanya dengan izinNya dirimu dan "terkasih"mu bersatu, tiada yang lain
jadilah penyejuk hati dan pandangannya..
menjadi istri sholehah dambaan..

Ukhti..
bahagiamu adalah bahagiaku
sedihmu juga sedihku
tawamu, tawaku juga
tangismu adalah tangisku
semoga Allah Yang Maha Indah,
memudahkan langkah ini..
memberikan yang terbaik menurutNya
dan menjadikan wanita dan istri juga ibu sholehah
Read More - Untuk Ukhti Tersayang

DOA SEORANG MUSLIMAH

Diposting oleh Yusuf shadiq

Tuhanku
.. aku berdo’a untuk seorang pria
Yang menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segalanya
Seseorang pria yang meletakkanku di posisi kedua
Dihatinya setelah Engkau
Seorang pria yang tidak hidup untuk dirinya sendiri
Tapi juga untuk-Mu
Wajah ganteng dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah hati yang sungguh-sungguh mencintai-Mu
Dan ia haruslah tau bagi siapa dan untuk siapa ia hidup
Sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
Seseorang yang memiliki hati bijak
Bukan hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku
Tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memuja
Tapi juga menasehatiku ketika aku salah
Seseorang yang mencintai bukan karena kecantikanku
Tapi karena hatiku
Seorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku
Dalam setiap waktu dan situasi
Membuatku merasa sebagai wanita ketika disebelahnya

Aku tidak meminta yang sempurna
Tapi aku meminta seseorang yang tidak sempurna
Sehingga aku bisa membuatnya sempurna di mata-Mu
Seorang pria yang mebutuhkan dukunganku
Sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan do’aku untuk kehidupannya
Dan aku juga meminta
Buatlah aku menjadi perempuan yang dapat membuat pria itu bangga
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintai-Mu
Sehingga aku dapat mencintainya dengan cinta-Mu
Bukan dengan sekedar cintaku
Berikan sifat-Mu yang lembut
Sehingga kecantikanku datang dari-Mu
Bukan dari luar diriku
Berilah aku tangan-Mu sehingga
Aku selalu mampu berdo’a untuknya

Andai kita berbesar hati dan mau mencerna
Tuhan punya alasan tersendiri yang sukar dimengerti
Yang pasti.. jika kita kehilangan cinta
Kita harus percaya.. ketika Dia mengambil sesuatu
Ia telah siap memberi yang lebih baik

Menunggu….!! Itu suatu pilihan
Walaupun suami yang ditunggu tidak semulia Muhammad
Tidak setaqwa Ibrahim atau segagah Musa
Apalagi stampan Yusuf
Tapi setidaknya.. suamimu adalah pria akhir zaman
Yang bercita- cita membangun keturunan yang sholeh

Mengapa menunggu??
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan
Kita tidak ingin tergesa-gesa
Walaupun kita ingin cepat. Kita tidak ingin sembarang
Walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita inginkan
Kita tidak ingin kehilangan jati diri dalam proses pencarian itu

Tentunya.. tetap lebih baik menunggu orang yang tepat
Orang yang mencintai dan dicintai
Ketimbang memaksa dan memuaskan diri dengan apa yang ada
Karena.. hidup ini terlalu singkat
Untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah

Haruskah tetap menunggu??
Jawabnya ada pada diri kita
Pastinya,, menunggu mempunyai satu tujuan
Yang mulia dan misterius
Menguji kadar iman dan taqwa
Belajar meniti sabar dan ridho

Tak perlu mendamba yang benar-benar bersahaja
Karena memliki suami yang tak cela
Justru kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah khodijah yang begitu sempurna dalam menjaga
Kamu hanyalah wanita biasa yang terus berusaha menjadi soleha

Pada akhirnya.. cintayang agung terus bertambah selam kehidupan
Banyak hal yang indah…
Memang memerlukan waktu yang tak singkat
Dan penantian yang tak pasti

Akan tetapi.. walaupun menunggu
Membutuhkan pengharapan
Namun tetap menjanjikan satu hal
Mari kita kembalikan kepada-Nya
Dia Maha Pengatur menuntut kita untuk selalu bersabar
Lagi-lagi untuk sebuah alasan.. entah apa…
Read More - DOA SEORANG MUSLIMAH

Salah Menilai Jadi Penyesalan

Diposting oleh Yusuf shadiq

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokaatuh,

Bissmillah hirrahmanihrahim
Salah menilai jadi penyesalan…….

(Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya semata, boleh jadi kecantikannya itu akan membawa kehancuran.)

Dhe apakah kamu percaya Hidup itu semua Allah yang mengatur …. ?

Kenapa hidup saya hancur ya ?
Dapat suami yang kasar ?
Sholat amburadul, pulang gak karuan kadang pulang kadang enggak ?
Makan susah, belli baju anak pun susah,biaya sekolah pun susah.

Apa Tuhan itu gak adil ya dhe ?

“ Dhe saya baru tahu sifat suami saya seperti itu.. gimana kalaw sudah jodoh mau gimana lgi ?

waduwaduhh nh lah pemikiran anak zaman sekarang bagaimana kalaw ini sudah jadi takdir ku Allah memberikan ini ya aku jalani ?

sesssssssst tersentak hati ku untuk menulis…
Wawahawahawahhh………………… buset deh hikk lucu juga kalaw di inget…

kudu di benerin nihhh yang kayak gini….

Kita anilisis yunkkk… ^_^

Jangan pernah menyalah kan sAng Pencipta dung …
Masa wanita hamil di luar nikah gimana dunk kalaw jodoh dhe Allah yang dah milih ?

Astagfirllah nyebut ya sobat…
Apakah Allah pernah menyuruh hambanya untuk melakukan zina ?

Enggakan ?

Allah memang sudah mengatur semua kehidupan manusia Allah dah memberikan petunjuk di AL_Qur’an dan hadist..
Terus kenapa gak di lakonin sih…

Seandainya kamu sabar dalam penantiaan ikhwan yang akan hendak menghitb mu dan tidak melakukan zina, dan menjaga hijab, mendekatkan diri ke pada Robbi mu mungkin dia bukan jodoh Mu yang lebih baik sehingga kamu tak terjerumus.

Kau amat terhormat sayang bukan kau tak dihargai seseorang, tapi diri mu sendiri membuat orang lain tak menghargai mu.

Kau suci dengan hijab mu , tapi diri mu sendiri yang menghilangkan kesuciaan itu dengan nafsu cinta mu.

Maut , jodoh, riski memang Allah yang mengatur.. tapi Allah punya beribu kebaikan
Jika maut meskipun kamu hendak menghindar, dengan tembok raksasa pun yang tetap lah ajal mu..
Jodoh bisa kita selesaikan dengan kesabaran tak henti istihoro meminta petunjuk.

jodoh TAKDIR, artinya hal tsb sudah menjadi ketentuan Allah sejak zaman azali untuk manusia dalam kitab lauhul mahfudz Nya.

Sesungguhnya Allah sudah menciptakan jodoh sesuai dengan kualitas diri serta keImanan yg cocok untuk sang hamba, demikian untuk dipertemukan dengan Timing (momentum) yg sangat tepat bagi Nya hee afwan jika bahasa inggris ana salah .
Jadi tidak ada istilah terlalu cepat atau terlalu lambat untuk ikrarnya sebuah jodoh, semua sangat mungkin bagi Allah.

Tercantum dalam firmanNya;

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram bersamanya, dan dijadikanNya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda (kekuasananNya) bagi kaum yang berfikir”. (QS. Ar-Ruum:30).

Dari ayat di atas kita bisa lihat, bahwa tujuan pernikahan adalah memberikan rasa tentram dan damai, dimana sang istri dapat membuat rasa tenang suaminya dengan kelembutan yg dimiliki. Begitu juga sang suami dapat menciptakan rasa dilindungi tenang untuk istrinya sebagai pemimpin keluarga dan imam yg bertanggung jawab. Masalahnya adalah, bagaimana cara mendapatkan calon yg sesuai dengan kriteria tsb? Rasulullah bersabda dalam haditsnya;

"Seorang perempuan biasanya dinikahi karena empat perkara: Harta, nasab (keturunan), kecantikan dan agamanya. Maka utamakan memilih perempuan karena agamanya, kamu akan merugi bila tidak memilihnya." (HR Bukhari).

Nah permasalahannya apa kamu memilihnya dasar iman atau ketanpanan atau pula kecantikan?

“ Bahwa wanita baik-baik akan mendapatkan laki-laki yang baik-baik dan wanita yang buruk akan mendapatkan lelaki yang buruk pula “

Jika kamu ingin mendapatkan yang baik maka kamu berusaha untuk baik di mata Allah.

Masalah Riski.

Rizki bisa kita cari dengan halal berusaha dan berdo’a ,, sudah kah kamu mengetahui ?

Gak mungkin dunk emasa jatuh dari langit ?

Waduh dimana ilmu waktu pesantren kilat dan TPA sudah menyandang sarjana TPA nh msa lupa ?

Rukun iman ke 6 itu lho takdir Qada dan Qadar..
ana buka ingatan kalian nih waktu TPA RUKUN IMAN..

1. Iman kepada Allah ( Patuh dan taat kepada ajaran dan hukum-hukum Allah.)

2. Iman kepada malaikat-malaikat Allah ( Mengetahui dan percaya akan keberadaan kekuasaan dan kebesaran Allah di alam semesta)

3. Iman kepada kitab-kitab Allah.( Melaksanakan ajaran kitab-kitab Allah hanif. Salah satu kitab Allah adalah Al-Qur'an, Al-Qur'an memuat tiga kitab Allah sebelumnya, yaitu kitab-kitab Zabur, Taurat, dan Injil .

4. Iman kepada rasul-rasul Allah ( Mencontoh perjuangan para Nabi dan Rasul dalam menyebarkan dan menjalankan kebenaran yang disertai kesabaran)

5. Iman kepada hari kiamat ( Faham bahwa setiap perbuatan akan ada pembalasan)

6. Iman kepada Qada dan Qadar (Paham pada keputusan serta kepastian yang ditentukan Allah pada alam semesta)
Nahh ingetkn rukun iman ke 6 ?

TAKDIR

manusia mempunyai kehendak dan kemampuan LhOo….
Masalah hidayah seperti masalah rizki dan menuntut ilmu kita sekolah itu. Sebagaimana kita semua tahu bahwa manusia telah ditentukan untuknya rizki yang menjadi bagiannya.
Namun demikian dia tetap berusaha untuk mencari rizki ke sana dan kemari baik di daerahnya sendiri atau di luar daerahnya sampai ada yg menjdi TKW ?
Ke arab, malaysia, bahkan keluar negara untuk mencari rizki ..

Tidak duduk di rumah saja saraya berkata : “ kalau sudah ditakdirkan untukku rizkiku tentu ia akan datang dengan sendirinya”. Emang ada hujan uang ya ?
waduhhh -_-"

bahkan dia akan berusaha untuk mencari rizki tersebut. Padahal rizki ini disebutkan bersamaan dengan amal perbuatan, sebagaimana di sebutkan dalam hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu:

“Sesungguhnya kalian ini dihimpunkan kejadiannya dalam perut ibu selama empat puluh hari berupa air mani, kemudian berubah menjadi segumpal darah selama empat puluh hari pula, kemudian berubah menjadi segumpal daging selama empat puluh hari pula, lalu Allah mengutus seorang malaikat yang diberi tugas untuk mencatat empat perkara, yaitu rizkinya, ajalnya, amal perbuatannya dan apakah ia termasuk orang celaka atau bahagia”.

Jadi rizki ini pun telah tercatat seperti halnya amal perbuatan, baik ataupun buruk juga telah tercatat.
Kalau begitu, mengapa kita pergi kesana dan kemari mencari rizki dunia tetapi tidak berbuat kebaikan untuk mencari rizki akherat dan mendapatkan kebahagiaan surga? padahal kedua-duanya adalah sama, tidak ada perbedaannya.

Jika kamu mau berusaha untuk mencari rizki dan untuk mempertahankan kelangsungan kehidupan anda, sehingga kalau anda sakit, pergi kemanapun untuk mencari dokter ahli untuk mengobati penyakit anda, padahal anda tahu kalau ajal telah ditentukan, tidak akan dapat bertambah dan tidak berkurang iyakan ?

Anda tidak bersikap pasrah sambil berkata : “ sudahlah aku tetap tinggal di rumah saja meski menderita sakit , kerena kalaupun aku di takdirkan panjang umur aku akan tetap hidup”.

Bahkan kamu berusaha sekuat tenaga untuk mencari dokter yang ahli, yang sekiranya dapat menyembuhkan penyakit anda dengan takdir Allah subhanahu wa ta’ala. Jika demikian, mengapa usaha anda di jalan akherat dan dalam amal shaleh tidak seperti usaha anda untuk kepentingan duniawi?

masalah qadar adalah rahasia Allah Ta’ala yang tersembunyi, tak mungkin anda dapat mengetahuinya. Sekarang anda di antara dua jalan: jalan yang membawa anda kepada keselamatan, kebahagiaan, kedamaian dan kemuliaan ; dan jalan yang dapat membawa anda kepada kehancuran, penyesalan, dan kehinaan. Sekarang anda sedang berdiri di antara ujung kedua jalan tersebut dan bebas untuk memilih tak ada seorangpun yang akan merintangi anda untuk melalui jalan yang kanan atau jalan yang kiri. Anda dapat pergi kemanapun sesuka hati anda. Lalu mengapa anda memilih jalan kiri (sesat) kemudian berdalih bahwa” itu sudah takdirku”? apa tidak lebih patut jika anda memilih jalan kanan dan mengatakan bahwa “ itu takdirku” ?

ya sering kali kita berpergian bukan ?
mau bepergian ke suatu tempat nih dan di hadapan kamu ada dua jalan. Yang satu mulus, lebih pendek dan lebih aman gk panas lagi bnyk pepohonan buat berteduh. sedang yang kedua rusak, lebih panjang dan mengerikan.
Tentu saja anda akan memilih jalan yang mulus, yang lebih pendek dan lebih aman, tidak memilih jalan yang tidak mulus, tidak pendek dan tidak aman. I
ni berkenaan dengan jalan yang visual, begitu juga dengan yang non visual, sama saja dan tidak ada bedanya. Namun kadangkala hawa nafsulah yang memegang peran dan menguasai akal.

manusia mempunyai kehendak dan pilihan dalam perbuatan yang di lakukannya secara sadar, bukan terpaksa. Kalau manusia berbuat dengan kehendak dan pilihannya untuk kepentingan dunia, maka iapun seharusnya begitu pula dalam usahanya menuju akherat. Bahkan jalan menuju akherat lebih jelas.

Karena Allah Ta’ala telah menjelaskannya dalam Al-Qur’an dan melalui sabda RasulNya Shalallahu ‘alaihi wassalam , maka jalan menuju akherat tentu saja lebih jelas dan lebih terang dar ipada jalan untuk kepentingan dunia.

♥ semoga bermanfaat untuk di jadikan pelajaran ♥

Perjalanan hidup yang selalu membawa hikmah dan ilmu ….
Read More - Salah Menilai Jadi Penyesalan

SahabatQ Jangan KauTertipu Dengan Cinta Palsu Alias Cinta Nafsu

Diposting oleh Yusuf shadiq


ღღبِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم ღღ

Sahabat ku jangan kau tertipu dengan cinta palsu alias cinta nafsu.

sahabat ku kau indah jika keindahan itu kau hiasi dengan iman maka bidadari surga pun akan iri pada mu.

sahabat ku jangan lah kau terjebak di antara cinta nafsu memberikan seluruh hidup mu tanpa ikatan halal.
memberikan seluruh hati mu untuk ikhwan yang tak halal.
memberikan harga diri mu untuk ikhwan bukan mahram bagi mu.

jika ia mencintai mu karna Allah ia tak akan menyentuh mu sebelum kau menjadi bidadari surganya.
ia tak kan berani mengumbar cinta yang belum fithra untuk nya.
ingatlah cinta itu fithra jadi jangan jadi kan cinta itu fitnah.

utamakan hati mu kepada Rabbu insyllah kau tak kan kecewa.

sahabat ku jangan lah kau gunda

jangan merasa tak bahagia sesungguhnya kau apel yang manis tertupi dedaunan sehingga seseorang sulit untuk menjangkau mu, hanya hati yang terpaut pada Allah yang kelak menemukan di mana kau bersembunyi di antara dedaunan yang tertup dengan rapi.

labuhkan lah layar kasih mu di pelabuhan Allah kemana lagi selain pelabuhannYA tempat kita ?

sahabat ku tahu kah ?
membandingkan itu sulit sobat.

♥ yang mana rambut bila bersanding ijo ?
♥ beras itu tak lah sama putih ?
♥ yang mana padi ?
♥ mana ilalang ?
♥ bualan dan kasih sayang hampir tak dapat di bedakan ?

nah antara bualan dan kasih sayang sulit di bedakan ?
bisa hari ini bilang sayang 1 2 3 bulan hilang ?

itukah cinta yang kau puja-puja
itukah cinta seakan dunia milik berdua ?
itukah cinta yang kau bangga bangga kan ?
yang menyingkir kan kecintaan mu pada Allah ?

jangan sama kan arti taruf dengan pacaran ?
jangan samakan hal ibadah dengan bi'adah ?

jangan fikir sirih bertemu pinang.
jika hati dah terluka baru meratapi kesedihan.
jika hati terluka baru sujud pada NYA ?

apa saat sengsara saja kah harus mengingat Sang Pencipta Mu ?
saat kau di mabuk cinta kau lupa dengan hijab yang wajib kau jaga ?

sahabat ku jangan berfikir setelah mentok 1 hati memberikan seluruh hidup mu.

♥ niatnya menduang intan malah terduang angin ♥ ?

Astagfirllah jangan di fikir gonta ganti pasangn seperti selebritis merasa laku karna di gila-gilain para ikhwan dan di puja-puja para ikhwan ?

sesungguhanya kita malu sebagai akhwat di perlakukan seperti barang saat di butuhkan di sayang-sayang gak ada madunya lagi di buang ?

ღღღღღღღღღღღღღღღღღღ
itukah keingainan mu ?
itukah hasrat mu ?

seharus nya kita malu kepada Allah.
kau dicipatakan begitu cantik mempesona dengan senyum mu
kau begitu terhormat jangan biarkan kehormatan itu kau jatuh kan dengan sendirinya.

sahabat ku janganlah bangga hati dengan pujian-pujian para ikhwan-ikhwan lebay
jangan bangga hati dengan pujian - pujian itu .

sesungguhnya itu adalah racun yang di selipkan syaitan melalui kata-kata manis.
ingatlah ia musuh kita yang nyata. ia tak segan-segan menyelip di hati mu yang teramat kecil sehingga tak terlintas di benak mu.

pujian-pujian yang datang sesungguhnya beban yang harus kita pertanggung jawab kan?

apakah pujian itu pantas untuk kita ?
apakah pujian itu sesuai denga akhlak dan iman kita ?
apakah prilaku dan pribadi kita secantik rupa kita yang di puja-puji sehingga kau lupa diri ?

sahabat ku berhati-hatilah dalam menyikapi sesuatu
jika ia memang beriniat ajaklah ia cinta yang halal yang dapat kau genggam.
ingatlah dunia maya memanglah dunia maya tapi pelakunya tetap nyata.

setiap tulisan-tulisan dan coretan-coretan dan ilmu -ilmu yang di sampaikan adalah tanggung jawab kita kelak kepada Allah.

saling mengingatkan dalam kebaikan akan mencegah kemungkaran.

ingatlah jangan tergesah-gesah memilih.

ღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღ

jagan tergesah-gesah menerima cinta itu.
jangan tergesah-gesah dalam bertindak.
sabarlah menanti.

ღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღ

kau masih punya pisau untuk mengupas itu yaitu shlat istikharah jatuhkan lah butiran-butiran mutiara di mata indahmu di hadapan NyA.
DIa senantiasa menuntun kita.
duduklah dengan tenang di atas sajadah mu
di saat jutaan menusia terlelap lalai.
putarlah jari-jari manis mu dengan tasbih.
berbicarlah dengan Nya
keluarkan seluruh isi hati mu
ceritakan keluh kesah mu.
ungkapkan segumpal daging yang bernama hati.

curah kan seluruh hidup mu pada Nya.
ღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღღ

aku tahu begitu banyak cerita suka dan duka yang kau lalui banyak cinta tertulis di kertas yang awalnya putih berubaha menjadi kotor sulit untuk di hapus butuh pengorbanan dan kesabaran dalam meminta.
kau tak mampu mengulang waktu yang telah terlewati untuk memutihkan kertas itu lagi.

dan tak banyak yang mampu untuk menulis cinta di pena Allah
tulislah di pena Allah dengan menjaga hijab mu menjaga cinta mu untuk tulang rusuk mu.
ღღღღღღღღ

coertan th akan bearti untuk mu yang akan kau ceritakan kepada anak-anak mu kelak, bahwa bertemu dengan Arjuna atas keridhoan Allah lah yang mulia dan para malaikat mendo'akan cinta yang fithra.

✿
♥ ♥♥
(¯`v´¯)
`•.¸.•´
¸.•´... ¸.•´¨) ¸.•*¨)
(¸.•´ (¸.•´ .•´ ¸¸.•¨¯`•. ♥ Cinta Yang Fithra ♥

serpihan hidup sahabat.
Read More - SahabatQ Jangan KauTertipu Dengan Cinta Palsu Alias Cinta Nafsu

Jumat, 28 Oktober 2011

Senang Mendengarkan Bacaan al-Qur’an

Diposting oleh Yusuf shadiq
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, beliau berkata:

قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اقْرَأْ عَلَيَّ الْقُرْآنَ» قَالَ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ ‍ أَقْرَأُ عَلَيْكَ؟ وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ؟ قَالَ: «إِنِّي أَشْتَهِي أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِي» ، فَقَرَأْتُ النِّسَاءَ حَتَّى إِذَا بَلَ...غْتُ: {فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلَاءِ شَهِيدًا} [سورة: النساء، آية رقم: 41] رَفَعْتُ رَأْسِي، أَوْ غَمَزَنِي رَجُلٌ إِلَى جَنْبِي، فَرَفَعْتُ رَأْسِي فَرَأَيْتُ دُمُوعَهُ تَسِيلُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Bacakanlah kepadaku al-Qur’an.” Ibnu Mas’ud berkata: Aku katakan, “Wahai Rasulullah! Apakah saya akan membacakannya kepadamu sementara ia diturunkan kepadamu?”. Beliau menjawab, “Aku senang mendengarnya dari orang selain diriku.” Maka aku pun membacakan surat an-Nisaa’, ketika sampai pada ayat [yang artinya], “Bagaimanakah jika [pada hari kiamat nanti] Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi, dan Kami datangkan engkau sebagai saksi atas mereka.” (QS. an-Nisaa’: 41). Aku angkat kepalaku, atau ada seseorang dari samping yang memegangku sehingga aku pun mengangkat kepalaku, ternyata aku melihat air mata beliau mengalir (HR. Bukhari [4582] dan Muslim [800])

Hadits yang agung ini memberikan pelajaran kepada kita untuk memiliki rasa senang dan menikmati bacaan al-Qur’an yang dibacakan oleh orang lain. Oleh sebab itu Imam Bukhari juga mencantumkan hadits ini di bawah judul bab ‘Orang yang senang mendengarkan al-Qur’an dari selain dirinya’ (lihat Fath al-Bari [9/107]). an-Nawawi rahimahullah berkata,“Ada beberapa pelajaran dari hadits Ibnu Mas’ud ini, di antaranya; anjuran untuk mendengarkan bacaan [al-Qur'an] serta memperhatikannya dengan seksama, menangis ketika mendengarkannya, merenungi kandungannya. Selain itu, hadits ini juga menunjukkan dianjurkannya meminta orang lain untuk membacanya untuk didengarkan, dalam keadaan seperti ini akan lebih memungkinkan baginya dalam mendalami dan merenungkan isinya daripada apabila dia membacanya sendiri. Hadits ini juga menunjukkan sifat rendah hati seorang ulama dan pemilik kemuliaan meskipun bersama dengan para pengikutnya.” (al-Minhaj [4/117])

Hadits ini juga menunjukkan bahwa salah satu ciri orang soleh adalah bisa menangis ketika mendengar bacaan al-Qur’an. Imam Bukhari mencantumkan hadits ini di bawah judul bab ‘Menangis tatkala membaca al-Qur’an’ (lihat Fath al-Bari [9/112]). Lantas, apakah yang mendorong Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis ketika mendengar ayat di atas? Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Yang tampak bagi saya, bahwasanya beliau [Nabi] menangis karena sayangnya kepada umatnya. Sebab beliau mengetahui bahwa kelak beliau pasti menjadi saksi atas amal mereka semua, sedangkan amal-amal mereka bisa jadi tidak lurus (amalan yang tidak baik) sehingga membuat mereka berhak untuk mendapatkan siksaan, Allahu a’lam.” (Fath al-Bari [9/114])

Namun, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan bahwa menangis tatkala membaca al-Qur’an harus dilandasi dengan keikhlasan. Bukan karena ingin mendapatkan pujian dan sanjungan. Oleh sebab itu, Imam Bukhari mengiringi bab tadi [menangis tatkala membaca al-Qur'an] dengan bab ‘Dosa orang yang membaca al-Qur’an untuk mencari pujian (riya’), mencari makan, atau menyalah gunakannya untuk berbuat jahat/dosa’ (lihat Fath al-Bari[9/114]).

Dan yang lebih utama lagi adalah menangis tatkala sendirian. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang menceritakan 7 golongan yang mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat, yang salah satunya adalah, “Seorang lelaki yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian lantas berlinanglah air matanya.” (HR. Bukhari [660] dan Muslim [1031]). an-Nawawi rahimahullah berkata, “Hadits ini menunjukkan keutamaan menangis karena takut kepada Allah ta’ala dan keutamaan amal ketaatan yang rahasia/tersembunyi karena kesempurnaan ikhlas padanya, Allahu a’lam.” (al-Minhaj [4/354])

Satu pelajaran lagi yang mungkin bisa ditambahkan di sini, adalah keutamaan belajar bahasa arab. Karena dengan memahami bahasa arab akan lebih memudahkan dalam menghayati kandungan al-Qur’an. Oleh sebab itu hendaknya kita lebih bersemangat lagi dalam mempelajari bahasa arab dan mengkaji tafsir al-Qur’an. Allahu a’lam.
Read More - Senang Mendengarkan Bacaan al-Qur’an

Kisah Cinta Ikhwan Akhwat

Diposting oleh Yusuf shadiq

Ada sebuah cerita nih…hehe… Semoga sahabat semua bisa mengambil setiap hikmah yang terdapat cerita ini.Semoga saja setelah membaca cerita ini bisa menimbulkan semangat baru.Semangat menuju sebuah perubahan yang lebih baik. Ceritanya tentang kehidupan sepasang kekasih.Begini nih ceritanya. ..


Ada seorang ikhwan yang PKS ( Pria Keren Sholeh ) dan akhwat yang PKS ( Perempuan Kerudung Sholehah ),mereka saling mencintai,tapi karena mereka belum siap menikah akhirnya mereka rajin melakukan PKS ( Puasa Kamis Senin ).Merekapun rajin berdoa agar Allah mengizinkan mereka berjuang bersama dalam da’wah ini.Akhirnya beberapa bulan kemudian sang ikhwan pun sudah siap menikah dengan akhwat tersebut.Dan ikhwan itupun sudah PKS ( Pengen Khitbah Secepatnya ).Akhirnya mereka pun menikah dengan PKS ( Pernikahan cuKup Sederhana ).

Setelah menikah,mereka membeli sebuah rumah di Jl.KEBENARAN,komplek penuh keADILan,gang keSEJAHTERAan no 8 RT.08 RW.08. Ternyata rumah mereka sangat BERSIH dan merekapun sangat PEDULI kepada para tentangganya sehingga mereka sangat disenangi di tempat tinggal mereka.

Mereka pun menjadi keluarga yang PKS ( Penuh Kasih Sayang ).Mereka selalu berdoa agar PKS ( Punya Keluarga Sakinah ).Akhirnya beberapa tahun kemudian mereka PKS ( Punya Keturunan Sholeh ).Anak itu pun tumbuh menjadi seorang pemuda yang PKS ( Pintar,Kreatif,Sholeh ).

Pasangan suami istri ini selalu berdoa agar anaknya kelak bisa PKS ( Punya Kehidupan Sejahtera ).Dan tak luput pula di dalam sujudnya mereka selalu berdoa agar menjadi PKS ( Pemilik Kerajaan Surga ).

Bangkitlah Negeriku Harapan Itu Masih Ada..!!!!


*Bagi akhwat yg bingung mencari pasangan hidup.Jangan pernah bingung!!pilih saja PKS (Pria Kaya Saya ),hehe… jangan dianggap bercanda ya,hehe… piss ahhh
Read More - Kisah Cinta Ikhwan Akhwat

Senyum Rasulullah

Diposting oleh Yusuf shadiq
Nabi Muhammad saw adalah manusia sempurna yang patut diteladani segala sifat, sikap, dan tingkah lakunya.Namun ada hal menarik pada diri beliau yang jarang diungkap oleh para sejarahwan, yaitu mengenai senyum Rasulullah. Sepintas hal itu mungkin tampak sepele dan tak berarti. Padahal bila dikaji lagi, dampaknya sungguh luar biasa. Banyak keberhasilan Rasulullah dalam misinya sebagai penyebar agama Tauhid dikarenakan senyum dan keramahannya. Dengan hal itu pula maka Rasulullah berpengaruh kuat dalam pergaulan sehari-hari, sehingga beliau dicintai dan disegani oleh kawan maupun lawan.

Pribadi yang selalu diliputi oleh senyuman akan lebih mudah mencapai keberhasilan ketimbang pribadi yang lebih kerap bermuram durja.
Rasulullah menyadari benar manfaat senyuman. Dengan senyuman akan mudah menguasai hati orang lain karena orang akan lebih bersimpati kepada mereka yang tampil dengan senyuman pada kesempatan pertama. Sesuatu yang tak dapat diraih oleh mereka yang selalu tampil dengan wajah muram karena penderitaan. Senyum adalah kunci rahasia untuk membuka dialog yang menarik dan menyenangkan orang lain.
Seseorang yang dalam keadaan riang gembira akan memiliki kemampuan yang lebih besar untuk berpikir lebih obyektif, sehingga dapat memilih kata-kata dan ucapan yang baik, mengambil keputusan dengan cara yang tepat dan baik pula. Maka kemungkinan untuk berhasil pun menjadi lebih besar. Senyum merupakan bukti dari kerelaan dan keriangan hati, juga dapat digunakan untuk menetralisasi suasana tegang dan mengakrabkan hubungan.
Rasulullah saw. adalah orang yang selalu menampakkan wajah berseri-seri, dengan senyumnya yang khas setiap kali bertemu dengan orang lain. Keceriaannya membuat para sahabat betah duduk berlama-lama di dekat beliau. Setiap orang yang baru pertama kali bertemu beliau pasti terkesan oleh senyumannya. Senyum juga merupakan ungkapan perasaan Rasulullah setiap kali menghadapi peristiwa yang lucu, selain merupakan perwujudan akhlak dan perangainya.

Beliau pernah bersabda,
” Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu, sebab bila hati terus dipaksa memikul beban berat, ia akan menjadi buta.” Senyum adalah cermin kelapangan hati dan kebahagiaan jiwa. Senyum juga dapat menciptakan suasana damai, bersahabat, ramah, dan menyenangkan.

Rasulullah Saw tidak pernah tertawa, kecuali dengan tersenyum. Thabrani meriwayatkan dari Abi Umamah bahwa Rasulullah termasuk orang yang paling banyak tersenyum di antara manusia, juga yang paling baik jiwanya di antara mereka. Sedangkan Ahmad meriwayatkan bahwa Rasulullah tidak pernah menceritakan sesuatu, kecuali dengan tersenyum. Ibnu Abbas ra mengatakan bahwa Rasulullah adalah orang yang paling banyak tersenyum dan menangis. Berwajah manis dan penuh senyum pada orang lain adalah bukti keramahan Rasulullah saw. Beliau pernah bersabda, “ Sesungguhnya keramahtamahan itu memperindah segala sesuatu dan bila dicabut daripadanya akan menjadikannya buruk.”
Read More - Senyum Rasulullah

Kisah Cinta Yang Menakjubkan

Diposting oleh Yusuf shadiq


Di dalam Gua Tsur Rasululloh saw dan Abu Bakar ra bersembunyi dari kejaran kaum Quraisy. Rasa lelah mengharuskan mereka beristirahat. Dan Abu bakar pun mempersilahkan kedua pahanya untuk dijadikan bantalan kepala Rasulullah. Keadaan begitu hening saat keduanya melepas lelah. Rasulullah saw memejamkan matanya sementara Abu Bakar ra mengawasi. Dalam penggalan waktu istirahat mereka, Abu Bakar yang terjaga melihat ular mendekati tempat mereka berdua. Keringat dingin mengucur dari dahinya saat ular itu semakin mendekati kakinya. Hingga akhirnya sang ular menusukan taring tajamnya pada salah satu kaki Abu Bakar ra. Abu bakar berusaha menahan sakit dengan tidak menggerakan tubuhnya. Matanya berderai merasakan betapa sakit luka yang di derita. Hingga Rasululloh terbangun dan terkejut melihat keadaan sahabatnya. Sambil menahan rasa sakit bertuturlah Abu Bakar tentang peristiwa yang menimpanya. Kemudian Rasululloh berkata “Mengapa engkau tidak menghindarinya?” Sambil menahan rasa sakit Abu Bakar ra menjawab “Jika aku menggerakan kakiku, aku takut mengganggu istirahat engkau ya Rasulullah.”
Itulah sepenggal kisah cinta dua orang kekasih Allah. Pengorbanan Abu bakar ra adalah buah dari ketulusan cinta kepada Rasulullah saw. Dan memang seperti itulah seharusnya cinta, ia adalah manifestasi pengorbanan dari sang pecinta kepada yang dicintainya. Pengorbanan menjadi salah satu tolak ukur kedalaman cinta seseorang. Sementara tingkatan tertingginya adalah saat sang pencinta mengorbankan sesuatu yang paling berharga yang dimilikinya demi kebahagiaan orang yang dicintai.

Ibrahim as mematuhi perintah Allah untuk menyembelih anak kesayangannya Ismail as karena cinta, walau saat penyembelihan Allah mengganti dengan seekor domba. Abdurahman Bin Auf mendermakan seluruh hartanya karena cinta, Ali Bin Abi Thalib menggantikan tidur Nabi saat hijrah karena cinta. Khansa menyuruh ketiga putranya berjihad di medan perang karena cinta. Para sahabat Rasulullah berperang demi tegaknya keadilan Islam dengan menggadaikan harta dan jiwa mereka karena cinta. Cinta suci nan hakiki yakni Cinta untuk yang menciptakan cinta, Allah swt. Tak ada parameter yang paling akurat menilai seberapa dalam cinta seseorang kecuali pengorbanan.
Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya),( QS.Al Ahzab :23 )
Begitu pula cinta kita kepada manusia, kepada orang tua, pasangan hidup, anak-anak, sahabat dan lainnya. Kebahagiaan bagi pecinta sejati adalah saat ia mampu mempersembahkan kebahagiaan bagi orang yang dicintainya walaupun terkadang harus ditukar dengan sesuatu yang paling berharga yang ia miliki.
Seorang ibu yang sering kali tak peduli dengan keadaan dirinya asalkan anaknya bahagia adalah bentuk pengorbanan atas nama cinta. Seorang ayah bersusah payah bekerja menafkahi keluarganya adalah bentuk pengorbanan atas nama cinta
Cinta dan pengorbanan adalah dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan satu sama lainnya, sayap bagi sang burung untuk menjelajahi cakrawala, angin yang menerbangkan serbuk sari pada sang bunga, embun yang menghadiahi pagi dengan kesegarannya dan ruh bagi raga yang dicipta-Nya.
Semoga kita termasuk orang-orang yang memiliki semangat pengorbanan. Seperti Rasulullah kepada Tuhannya.
Read More - Kisah Cinta Yang Menakjubkan

Sabtu, 22 Oktober 2011

Hawa Nafsu dalam Alquran dan Hadist

Diposting oleh Yusuf shadiq


Hawa Nafsu dalam Quran dan Hadits
Diriwayatkan dari Imam Al-Baqir bahwa Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman: “Demi kemuliaan-Ku, kebesaran-Ku, keagungan-Ku, keperkasaan-Ku, nur-Ku, ketinggian-Ku dan ketinggian tempat-Ku, tak seorang hambapun yang mengutamakan keinginannya (nafsunya) di atas keinginan-Ku, melainkan Aku kacaukan urusannya, Aku kaburkan dunianya dan Aku sibukkan hatinya dengan dunia serta tidak Aku berikan diinia kecuali yang telah kutakar untuknya.
Demi kemulian-Ku, kebesaran-Ku, keagungan-Ku, keperkasaan-Ku, nur-Ku, ketinggian-Ku dan ketinggian tempat-Ku, tak seorang hambapun yang mengutamakan keinginan-Ku di atas keinginan (nafsu) dirinya melainkan Aku suruh malaikat untuk menjaganya, langit dan bumi menjamin rezekinya dan menguntungkan setiap perdagangan yang dilakukannya serta dunia akan datang dan selalu berpihak kepadanya”.
Hadis qudsi cliatas amat populer dan terdapat dalam beberapa kitab dari golongan Sunnah dan Syi’ah. Saya juga meriwayatkan hadis tersebut melalui beberapa jalur. Sebagiannya darinya saya anggap sahih. Saya mencoba menelaah hadis yang berharga ini pada tiga bagian:
Pertama, seputar definisi hawa nafsu (al-hawa), bagian-bagian aksidentalnya, metode terapi dan “penjinaan”-nya. Bagian ini dianggap sebagai pengantar kajian hadis tersebut. (Bagian ini kami bagi menjadi tiga bagian menjadi I. Hawa Nafsu clalam Al-Quran dan Hadis, II. Tugas Akal dalam Mengendalikan Hawa Nafsu, III. Telaah Kritis Bala Tentara Akal dan Kejahilan pen.)
Kedua, seputar orang yang mengutamakan hawa nafsunya atas perintah Allah. (Bagian ini kami bagi menjadi tiga bagian, menjadi : IV. Orang yang Mengutamakan Hawa Nafsunya, V. Perbandingan Dunia dan Akhirat, VI. Telaah Anali-tik tentang Dunia dan Akhirat pen.)
Ketiga, seputar orang yang mengutamakan keinginan Allah atas keinginan dirinya. (Bagian ini menjadi bagian ketujuh yaitu VII. Orang yang Mengutamakan Keinginan Allah.
Terminologi Hawa Nafsu dalam Alquran dan Sunnah
Hawa nafsu adalah istilah keislaman yang digunakan dalam Alquran dan Sunnah. la menjadi istilah dengan arti khas budaya keislaman. Sering kita menemukan kata hawa nafsu dalam Alquran dan Sunnah. Antara lain, Allah swt berfirman: “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?” (Q.S. Al-Furqon 43.)
Dan firman Allah swt: “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).”(Q.S. An-Nazia’at 40- 41.)
Amirul Mukminm Ali as dalam Nahjul Balaghahnya berkata: “Sesungguhnya yang paling aku kuatirkan pada kalian adalah dua hal, yaitu taat hawa nafsu dan angan-angan panjang.”
Diriwayatkan melalui Imam Shâdiq bahwa Rasulullah saw bersabda: “Waspadalah terhadap hawa uafsu kalian sebagaimana kamu sekalian waspada terhadap musuh. Tiada yang lebih pantang bagi manusia daripada mengikuti hawa, nafsu dan ketergelinciran lidah yang tak bertulang.”
Imam Shâdiq as juga berkata: “Janganlah kalian biarkan jiwa bersanding bersama hawa nafsu. Karena, hawa nafsu pasti (meinbawa) kehinaan bagi jiwamu.”
Enam Sumber dalam Jiwa Manusia
Untuk mengenal posisi hawa nafsu dalam jiwa dan perannya dalam kehidupan manusia, saya perlu menegaskan bahwa Allah swt telah memasang beberapa sumber gerak dan kesadaran manusia. Semua gerak -aktif ataupun reaktif- dan kesadaran manusia bermuara dari sumber-sumber ini. Tercatat ada enam sumber penting, yang terutamanya adalah hawa nafsu, sebagai berikut.
1. Fithrah, yang telah dilengkapi Allah dengan kecenderungan. hasrat dan gaya tarik menuju dan mengenal-Nya dan meraih keutamaan-keutamaan akhlak, seperti kesetiaan, ‘iffah (harga diri), belas kasih dan murah hati.
2. ‘Aql, adalah titik pembeda manusia.
3. Irâdah, adalah pusat keputusan dan yang menjamin kebebasan manusia (dalam mengambil keputusan) dan kemerdekaannya.
4. Dhamir, yang berfungsi sebagai mahkamah dalam jiwa. la bertugas mengadili, mengecam dan melakukan penekanan terhadap manusia demi menyeimbangkan prilakunya.
5. Qalb, fuad dan shadr, merupakan jendela lain bagi kesadaran dan pengetahuan, sebagaimana kita pahami melalui ayat-ayat Alquran, yang dapat menerima atau menampung pencerahan Ilahi.
6. Al-hawa, adalah kumpulan berbagai nafsu dan keinginan dalam jiwa manusia yang menuntut pemenuhan secara intensif. Bila tuntutannya terpenuhi, ia dapat memberi manusia kenikmatan tersendiri.
Inilah keenam sumber penting bagi gerak dan kesadaran jiwa manusia yang telah diberikan oleh Allah.
Dalam kesempatan ini, rasanya tidak tepat jika membahas sumber-sumber tersebut atau membentuk gambaran dan simpulan ilmiah melalui nash-nash keislaman. Karena, bidang psikologi keislaman ini memerlukan kajian, observasi dan penalaran yang mendalam. Semoga Allah memudahkan bagi mereka yang menelitinya melalui teks-teks keislaman. Bidang ini tergolong subur dan “perawan” (tak tergarap). Kesuburan dan “keperawanan” salah satu dari lahan-lahan budaya keislaman ini mestinya merangsang para ilmuwan dan peneliti untuk menggarapnya.
Tugas saya dalam kajian kali mi, hanya terbatas pada masalah definisi serta peran hawa nafsu dalam kehidupan manusia. Di samping itu. saya akan membahas keistimewaan, dampak, tujuan dan sarana-sarana penekanannya serta beberapa masalah lain yang berkaitan.
Bersamaan dengan itu, dalam mengkaji hawa nafsu saya akan beberkan hadis-hadis yang berhubungan dengan “sumber-sumber” lain jiwa yang ikut andil dalam pergerakan dan kesadaran manusia. Penggunaan istilah hawa nafsu dalam kebudayaan Islami mangacu pada gabungan beberapa naluri yang bersemayam dalam jiwa, sedangkan manusia sebagai penyandangnya selalu dituntut agar memenuhi hasratnya. Berbagai naluri syahwati itu membentuk bagian terpenting dan berperan luar biasa dalam kepribadian manusia. la adalah faktoi- utama dalam menggerakkan dan mengatur diri manusia. Bahkan sebagai kunci yang paling efektif untuk mengatur aksi dan reaksinya.
Read More - Hawa Nafsu dalam Alquran dan Hadist

Bulughul Maram v.2.0 ► Kitab Nikah

Diposting oleh Yusuf shadiq
HADITS-HADITS TENTANG NIKAH
أَحَادِيثُ فِي اَلنِّكَاحِ


Hadits No. 993

Abdullah Ibnu Mas’ud Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda pada kami: “Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.” Muttafaq Alaihi.

َعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ لَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( يَا مَعْشَرَ اَلشَّبَابِ ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اَلْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ , فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ



Hadits No. 994

Dari Anas Ibnu Malik Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam setelah memuji Allah dan menyanjung-Nya bersabda: “Tetapi aku sholat, tidur, berpuasa, berbuka, dan mengawini perempuan. Barangsiapa membenci sunnahku, ia tidak termasuk ummatku.” Muttafaq Alaihi.

َوَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم حَمِدَ اَللَّهَ , وَأَثْنَى عَلَيْهِ , وَقَالَ : لَكِنِّي أَنَا أُصَلِّي وَأَنَامُ , وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ , وَأَتَزَوَّجُ اَلنِّسَاءَ , فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ


Hadits No. 995

Anas Ibnu Malik Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan kami berkeluarga dan sangat melarang kami membujang. Beliau bersabda: “Nikahilah perempuan yang subur dan penyayang, sebab dengan jumlahmu yang banyak aku akan berbangga di hadapan para Nabi pada hari kiamat.” Riwayat Ahmad. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.

َوَعَنْهُ قَالَ : ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَأْمُرُ بِالْبَاءَةِ , وَيَنْهَى عَنِ التَّبَتُّلِ نَهْيًا شَدِيدًا , وَيَقُولُ : تَزَوَّجُوا اَلْوَدُودَ اَلْوَلُودَ إِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ اَلْأَنْبِيَاءَ يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ



Hadits No. 996

Hadits itu mempunyai saksi menurut riwayat Abu Dawud, Nasa’i dan Ibnu Hibban dari hadits Ma’qil Ibnu Yasar.

َوَلَهُ شَاهِدٌ : عِنْدَ أَبِي دَاوُدَ , وَالنَّسَائِيِّ , وَابْنِ حِبَّانَ أَيْضًا مِنْ حَدِيثِ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ



Hadits No. 997

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia.” Muttafaq Alaihi dan Imam Lima.

َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( تُنْكَحُ اَلْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ : لِمَالِهَا , وَلِحَسَبِهَا , وَلِجَمَالِهَا , وَلِدِينِهَا , فَاظْفَرْ بِذَاتِ اَلدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ مَعَ بَقِيَّةِ اَلسَّبْعَةِ



Hadits No. 998

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bila mendoakan seseorang yang nikah, beliau bersabda: “Semoga Allah memberkahimu dan menetapkan berkah atasmu, serta mengumpulkan engkau berdua dalam kebaikan.” Riwayat Ahmad dan Imam Empat. Hadits shahih menurut Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban.

َوَعَنْهُ ; أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا رَفَّأَ إِنْسَانًا إِذَا تَزَوَّجَ قَالَ : ( بَارَكَ اَللَّهُ لَكَ , وَبَارَكَ عَلَيْكَ , وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَالْأَرْبَعَةُ , وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ , وَابْنُ خُزَيْمَةَ , وَابْنُ حِبَّانَ



Hadits No. 999

Abdullah Ibnu Mas’ud berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mengajari kami khutbah pada suatu hajat: (artinya = Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, kami meminta pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami. Barangsiapa mendapat hidayah Allah tak ada orang yang dapat menyesatkannya. Barangsiapa disesatkan Allah, tak ada yang kuasa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya) dan membaca tiga ayat. Riwayat Ahmad dan Imam Empat. Hadits hasan menurut Tirmidzi dan Hakim.

َوَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ : ( عَلَّمَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم اَلتَّشَهُّدَ فِي اَلْحَاجَةِ : إِنَّ اَلْحَمْدَ لِلَّهِ , نَحْمَدُهُ , وَنَسْتَعِينُهُ , وَنَسْتَغْفِرُهُ , وَنَعُوذُ بِاَللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا , مَنْ يَهْدِهِ اَللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ , وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَيَقْرَأُ ثَلَاثَ آيَاتٍ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَالْأَرْبَعَةُ , وَحَسَّنَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ , وَالْحَاكِمُ



Hadits No. 1000

Dari Jabir bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila salah seorang di antara kamu melamar perempuan, jika ia bisa memandang bagian tubuhnya yang menarik untuk dinikahi, hendaknya ia lakukan.” Riwayat Ahmad dan Abu Dawud dengan perawi-perawi yang dapat dipercaya. Hadits shahih menurut Hakim.

َوَعَنْ جَابِرٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ , فَإِنْ اِسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ مِنْهَا مَا يَدْعُوهُ إِلَى نِكَاحِهَا , فَلْيَفْعَلْ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَأَبُو دَاوُدَ , وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ , وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ



Hadits No. 1001

Hadits itu mempunyai saksi dari hadits riwayat Tirmidzi dan Nasa’i dari al-Mughirah.

َوَلَهُ شَاهِدٌ : عِنْدَ اَلتِّرْمِذِيِّ , وَالنَّسَائِيِّ ; عَنِ الْمُغِيرَةِ



Hadits No. 1002

Begitu pula riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dari hadits Muhammad Ibnu Maslamah.

َوَعِنْدَ اِبْنِ مَاجَهْ , وَابْنِ حِبَّانَ : مِنْ حَدِيثِ مُحَمَّدِ بْنِ مَسْلَمَةَ



Hadits No. 1003

Menurut riwayat Muslim dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah bertanya kepada seseorang yang akan menikahi seorang wanita: “Apakah engkau telah melihatnya?” Ia menjawab: Belum. Beliau bersabda: “Pergi dan lihatlah dia.”

َوَلِمُسْلِمٍ : عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ لِرَجُلٍ تَزَوَّجَ اِمْرَأَةً : أَنَظَرْتَ إِلَيْهَا ? قَالَ : لَا . قَالَ : اِذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا )



Hadits No. 1004

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah seseorang di antara kamu melamar seseorang yang sedang dilamar saudaranya, hingga pelamar pertama meninggalkan atau mengizinkannya.” Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari.

َوَعَنِ ابْنِ عُمَرَ – رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا يَخْطُبْ بَعْضُكُمْ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ , حَتَّى يَتْرُكَ اَلْخَاطِبُ قَبْلَهُ , أَوْ يَأْذَنَ لَهُ اَلْخَاطِبُ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ , وَاللَّفْظُ لِلْبُخَارِيِّ



Hadits No. 1005

Sahal Ibnu Sa’ad al-Sa’idy Radliyallaahu ‘anhu berkata: Ada seorang wanita menemui Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan berkata: Wahai Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, aku datang untuk menghibahkan diriku pada baginda. Lalu Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memandangnya dengan penuh perhatian, kemudian beliau menganggukkan kepalanya. Ketika perempuan itu mengerti bahwa beliau tidak menghendakinya sama sekali, ia duduk. Berdirilah seorang shahabat dan berkata: “Wahai Rasulullah, jika baginda tidak menginginkannya, nikahkanlah aku dengannya. Beliau bersabda: “Apakah engkau mempunyai sesuatu?” Dia menjawab: Demi Allah tidak, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: “Pergilah ke keluargamu, lalu lihatlah, apakah engkau mempunyai sesuatu.” Ia pergi, kemudian kembali dam berkata: Demi Allah, tidak, aku tidak mempunyai sesuatu. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Carilah, walaupun hanya sebuah cincin dari besi.” Ia pergi, kemudian kembali lagi dan berkata: Demi Allah tidak ada, wahai Rasulullah, walaupun hanya sebuah cincin dari besi, tetapi ini kainku -Sahal berkata: Ia mempunyai selendang -yang setengah untuknya (perempuan itu). Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apa yang engkau akan lakukan dengan kainmu? Jika engkau memakainya, Ia tidak kebagian apa-apa dari kain itu dan jika ia memakainya, engkau tidak kebagian apa-apa.” Lalu orang itu duduk. Setelah duduk lama, ia berdiri. Ketika Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melihatnya berpaling, beliau memerintah untuk memanggilnya. Setelah ia datang, beliau bertanya: “Apakah engkau mempunyai hafalan Qur’an?” Ia menjawab: Aku hafal surat ini dan itu. Beliau bertanya: “Apakah engkau menghafalnya di luar kepala?” Ia menjawab: Ya. Beliau bersabda: “Pergilah, aku telah berikan wanita itu padamu dengan hafalan Qur’an yang engkau miliki.” Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim. Dalam suatu riwayat: Beliau bersabda padanya: “berangkatlah, aku telah nikahkan ia denganmu dan ajarilah ia al-Qur’an.” Menurut riwayat Bukhari: “Aku serahkan ia kepadamu dengan (maskawin) al-Qur’an yang telah engkau hafal.”

َوَعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ اَلسَّاعِدِيِّ – رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ : ( جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اَللَّهِ ! جِئْتُ أَهَبُ لَكَ نَفْسِي , فَنَظَرَ إِلَيْهَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَصَعَّدَ اَلنَّظَرَ فِيهَا , وَصَوَّبَهُ , ثُمَّ طَأْطَأَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم رَأْسَهُ , فَلَمَّا رَأَتْ اَلْمَرْأَةُ أَنَّهُ لَمْ يَقْضِ فِيهَا شَيْئًا جَلَسَتْ , فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِهِ. فَقَالَ : يَا رَسُولَ اَللَّهِ ! إِنْ لَمْ يَكُنْ لَكَ بِهَا حَاجَةٌ فَزَوِّجْنِيهَا. قَالَ : فَهَلْ عِنْدكَ مِنْ شَيْءٍ ? فَقَالَ : لَا , وَاَللَّهِ يَا رَسُولَ اَللَّهِ. فَقَالَ : اِذْهَبْ إِلَى أَهْلِكَ , فَانْظُرْ هَلْ تَجِدُ شَيْئًا ? فَذَهَبَ , ثُمَّ رَجَعَ ? فَقَالَ : لَا , وَاَللَّهِ يَا رَسُولَ اَللَّهِ، مَا وَجَدْتُ شَيْئًا. فَقَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم انْظُرْ وَلَوْ خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ، فَذَهَبَ، ثُمَّ رَجَعَ. فَقَالَ : لَا وَاَللَّهِ , يَا رَسُولَ اَللَّهِ , وَلَا خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ , وَلَكِنْ هَذَا إِزَارِي – قَالَ سَهْلٌ : مَالُهُ رِدَاءٌ – فَلَهَا نِصْفُهُ. فَقَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا تَصْنَعُ بِإِزَارِكَ ? إِنْ لَبِسْتَهُ لَمْ يَكُنْ عَلَيْهَا مِنْهُ شَيْءٌ، وَإِنْ لَبِسَتْهُ لَمْ يَكُنْ عَلَيْكَ شَيْءٌ فَجَلَسَ اَلرَّجُلُ , وَحَتَّى إِذَا طَالَ مَجْلِسُهُ قَامَ ; فَرَآهُ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم مُوَلِّيًا , فَأَمَرَ بِهِ , فَدُعِيَ لَهُ , فَلَمَّا جَاءَ. قَالَ : مَاذَا مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ ? قَالَ : مَعِي سُورَةُ كَذَا , وَسُورَةُ كَذَا , عَدَّدَهَا فَقَالَ : تَقْرَؤُهُنَّ عَنْ ظَهْرِ قَلْبِكَ ? قَالَ : نَعَمْ , قَالَ : اِذْهَبْ , فَقَدَ مَلَّكْتُكَهَا بِمَا مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ , وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ وَفِي رِوَايَةٍ لَهُ : ( اِنْطَلِقْ , فَقَدْ زَوَّجْتُكَهَا , فَعَلِّمْهَا مِنَ الْقُرْآنِ ) وَفِي رِوَايَةٍ لِلْبُخَارِيِّ : ( أَمْكَنَّاكَهَا بِمَا مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ )



Hadits No. 1006

Menurut riwayat Abu Dawud dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu beliau bersabda: “Surat apa yang engkau hafal?”. Ia menjawab: Surat al-Baqarah dan sesudahnya. Beliau bersabda: “Berdirilah dan ajarkanlah ia dua puluh ayat.”

َوَلِأَبِي دَاوُدَ : عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : ( مَا تَحْفَظُ ? قَالَ : سُورَةَ اَلْبَقَرَةِ , وَاَلَّتِي تَلِيهَا. قَالَ : قُمْ  فَعَلِّمْهَا عِشْرِينَ آيَةً )



Hadits No. 1007

Dari Amir Ibnu Abdullah Ibnu al-Zubair, dari ayahnya Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sebarkanlah berita pernikahan.” Riwayat Ahmad. Hadits shahih menurut Hakim.

َوَعَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ اَلزُّبَيْرِ , عَنْ أَبِيهِ ; أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( أَعْلِنُوا اَلنِّكَاحَ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ



Hadits No. 1008

Dari Abu Burdah Ibnu Abu Musa, dari ayahnya Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak sah nikah kecuali dengan wali.” Riwayat Ahmad dan Imam Empat. Hadits shahih menurut Ibnu al-Madiny, Tirmidzi, dan Ibnu Hibban. Sebagian menilainya hadits mursal.

َوَعَنْ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ أَبِي مُوسَى , عَنْ أَبِيهِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا نِكَاحَ إِلَّا بِوَلِيٍّ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالْأَرْبَعَةُ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ اَلْمَدِينِيِّ , وَاَلتِّرْمِذِيُّ , وَابْنُ حِبَّانَ , وَأُعِلَّ بِالْإِرْسَالِ 



Hadits No. 1009

Imam Ahmad meriwayatkan hadits marfu’ dari Hasan, dari Imran Ibnu al-Hushoin: “Tidak sah nikah kecuali dengan seorang wali dan dua orang saksi.”

َوَرَوَى اْلإِمَامُ أَحْمَدُ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ ابْنِ الْحُصَيْنِ مَرْفُوْعًا ( لاَنِكَاحَ إِلاَّ بِوَلِيٍّ وَشَاهِدَيْنِ



Hadits No. 1010

Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Perempuan yang nikah tanpa izin walinya, maka nikahnya batil. Jika sang laki-laki telah mencampurinya, maka ia wajib membayar maskawin untuk kehormatan yang telah dihalalkan darinya, dan jika mereka bertengkar maka penguasa dapat menjadi wali bagi wanita yang tidak mempunyai wali.” Dikeluarkan oleh Imam Empat kecuali Nasa’i. Hadits shahih menurut Ibnu Uwanah, Ibnu Hibban, dan Hakim.

َوَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( أَيُّمَا اِمْرَأَةٍ نَكَحَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ وَلِيِّهَا, فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ, فَإِنْ دَخَلَ بِهَا فَلَهَا اَلْمَهْرُ بِمَا اِسْتَحَلَّ مِنْ فَرْجِهَا, فَإِنِ اشْتَجَرُوا فَالسُّلْطَانُ وَلِيُّ مَنْ لَا وَلِيَّ لَهُ )  أَخْرَجَهُ اَلْأَرْبَعَةُ إِلَّا النَّسَائِيَّ, وَصَحَّحَهُ أَبُو عَوَانَةَ , وَابْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ



Hadits No. 1011

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Seorang janda tidak boleh dinikahkan kecuali setelah diajak berembuk dan seorang gadis tidak boleh dinikahkan kecuali setelah diminta izinnya.” Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana izinnya? Beliau bersabda: “Ia diam.” Muttafaq Alaihi.

َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( لَا تُنْكَحُ اَلْأَيِّمُ حَتَّى تُسْتَأْمَرَ, وَلَا تُنْكَحُ اَلْبِكْرُ حَتَّى تُسْـتَأْذَنَ قَالُوا : يَا رَسُولَ اَللَّهِ , وَكَيْفَ إِذْنُهَا ? قَالَ : أَنْ تَسْكُتَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 



Hadits No. 1012

Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Seorang janda lebih berhak menentukan (pilihan) dirinya daripada walinya dan seorang gadis diajak berembuk, dan tanda izinnya adalah diamnya.” Riwayat Imam Muslim. Dalam lafaz lain disebutkan, “Tidak ada perintah bagi wali terhadap janda, dan anak yatim harus diajak berembuk.” Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.

َوَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنه أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ( اَلثَّيِّبُ أَحَقُّ بِنَفْسِهَا مِنْ وَلِيِّهَا , وَالْبِكْرُ تُسْتَأْمَرُ , وَإِذْنُهَا سُكُوتُهَا )  رَوَاهُ مُسْلِمٌ. وَفِي لَفْظٍ : ( لَيْسَ لِلْوَلِيِّ مَعَ اَلثَّيِّبِ أَمْرٌ, وَالْيَتِيمَةُ تُسْتَأْمَرُ )  رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ , وَالنَّسَائِيُّ , وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ 



Hadits No. 1013

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Perempuan tidak boleh menikahkan perempuan lainnya, dan tidak boleh pula menikahkan dirinya.” Riwayat Ibnu Majah dan Daruquthni dengan perawi-perawi yang dapat dipercaya.

َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا تُزَوِّجُ اَلْمَرْأَةُ اَلْمَرْأَةَ, وَلَا تُزَوِّجُ اَلْمَرْأَةُ نَفْسَهَا )  رَوَاهُ اِبْنُ مَاجَهْ , وَاَلدَّارَقُطْنِيُّ , وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ 



Hadits No. 1014

Nafi’ dari Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melarang perkawinan syighar. Syighar ialah seseorang menikahkan puterinya kepada orang lain dengan syarat orang itu menikahkan puterinya kepadanya, dan keduanya tidak menggunakan maskawin. Muttafaq Alaihi. Bukhari-Muslim dari jalan lain bersepakat bahwa penafsiran “Syighar” di atas adalah dari ucapan Nafi’.

َوَعَنْ نَافِعٍ , عَنْ اِبْنِ عُمَرَ قَالَ : ( نَهَى رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الشِّغَارِ ; وَالشِّغَارُ: أَنْ يُزَوِّجَ اَلرَّجُلُ اِبْنَتَهُ عَلَى أَنْ يُزَوِّجَهُ اَلْآخَرُ اِبْنَتَهُ , وَلَيْسَ بَيْنَهُمَا صَدَاقٌ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاتَّفَقَا مِنْ وَجْهٍ آخَرَ عَلَى أَنَّ تَفْسِيرَ اَلشِّغَارِ مِنْ كَلَامِ نَافِعٍ



Hadits No. 1015

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa ada seorang gadis menemui Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam lalu bercerita bahwa ayahnya menikahkannya dengan orang yang tidak ia sukai. Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memberi hak kepadanya untuk memilih. Riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah. Ada yang menilainya hadits mursal.

َوَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ – رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- ( أَنَّ جَارِيَةً بِكْرًا أَتَتِ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَذَكَرَتْ: أَنَّ أَبَاهَا زَوَّجَهَا وَهِيَ كَارِهَةٌ , فَخَيَّرَهَا اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم )  رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَأَبُو دَاوُدَ , وَابْنُ مَاجَهْ , وَأُعِلَّ بِالْإِرْسَالِ



Hadits No. 1016

Dari Hasan, dari Madlmarah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Seorang perempuan yang dinikahkan oleh dua orang wali, ia milik wali pertama.” Riwayat Ahmad dan Imam Empat. Hadits hasan menurut Tirmidzi.

َوَعَنْ اَلْحَسَنِ , عَنْ سَمُرَةَ , عَنِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( أَيُّمَا اِمْرَأَةٍ زَوَّجَهَا وَلِيَّانِ , فَهِيَ لِلْأَوَّلِ مِنْهُمَا )  رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَالْأَرْبَعَةُ , وَحَسَّنَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ 



Hadits No. 1017

Dari Jabir Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Seorang budak yang menikah tanpa izin dari tuannya atau keluarganya, maka ia dianggap berzina.” Riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi. Hadits shahih menurut Tirmidzi dan Ibnu Hibban.

َوَعَنْ جَابِرٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( أَيُّمَا عَبْدٍ تَزَوَّجَ بِغَيْرِ إِذْنِ مَوَالِيهِ أَوْ أَهْلِهِ , فَهُوَ عَاهِرٌ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَأَبُو دَاوُدَ , وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ , وَكَذَلِكَ اِبْنُ حِبَّانَ 



Hadits No. 1018

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak boleh dimadu antara seorang perempuan dengan saudara perempuan ayahnya dan antara seorang perempuan dengan saudara perempuan ibunya.” Muttafaq Alaihi.

َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( لَا يُجْمَعُ بَيْنَ اَلْمَرْأَةِ وَعَمَّتِهَا , وَلَا بَيْنَ اَلْمَرْأَةِ وَخَالَتِهَا )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ



Hadits No. 1019

Dari Utsman Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Orang yang sedang berihram tidak boleh menikah dan menikahkan.” Riwayat Muslim. Dalam riwayatnya yang lain: “Dan tidak boleh melamar.” Ibnu Hibban menambahkan: “Dan dilamar.”

َوَعَنْ عُثْمَانَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا يَنْكِحُ اَلْمُحْرِمُ , وَلَا يُنْكَحُ )  رَوَاهُ مُسْلِمٌ  وَفِي رِوَايَةٍ لَهُ : ( وَلَا يَخْطُبُ ) وَزَادَ اِبْنُ حِبَّانَ : ( وَلَا يُخْطَبُ عَلَيْهِ )



Hadits No. 1020

Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu berkata: Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam menikahi Maimunah ketika beliau sedang ihram. Muttafaq Alaihi.

َوَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ : ( تَزَوَّجَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم مَيْمُونَةَ وَهُوَ مُحْرِمٌ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ



Hadits No. 1021

Menurut riwayat Muslim dari Maimunah sendiri: Bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam menikahinya ketika beliau telah lepas dari ihram.

َوَلِمُسْلِمٍ : عَنْ مَيْمُونَةَ نَفْسِهَا ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم تَزَوَّجَهَا وَهُوَ حَلَالٌ )



Hadits No. 1022

Dari Uqbah Ibnu Amir bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya syarat yang paling patut dipenuhi ialah syarat yang menghalalkan kemaluan untukmu.” Muttafaq Alaihi.

َوَعَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِنَّ أَحَقَّ اَلشُّرُوطِ أَنْ يُوَفَّى بِهِ , مَا اِسْتَحْلَلْتُمْ بِهِ اَلْفُرُوجَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ



Hadits No. 1023

Salamah Ibnu Al-Akwa’ berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah memberi kelonggaran untuk nikah mut’ah selama tiga hari pada tahun Authas (tahun penaklukan kota Mekkah), kemudian bleiau melarangnya. Riwayat Muslim.

َوَعَنْ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ رضي الله عنه قَالَ : ( رَخَّصَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَامَ أَوْطَاسٍ فِي اَلْمُتْعَةِ , ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ , ثُمَّ نَهَى عَنْهَا )  رَوَاهُ مُسْلِمٌ



Hadits No. 1024

Ali Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melarang nikah mut’ah pada waktu perang khaibar. Muttafaq Alaihi.

َوَعَنْ عَلَيٍّ رضي الله عنه قَالَ : ( نَهَى رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ اَلْمُتْعَةِ عَامَ خَيْبَرَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ



Hadits No. 1025

Dari Ali Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melarang menikahi perempuan dengan mut’ah dan memakan keledai negeri pada waktu perang khaibar. Riwayat Imam Tujuh kecuali Abu Dawud.

َوَعَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ( نَهى عَنْ مُتْعَةِ النِّسَاءِ وَعَنْ أَكْلِ الْحُمُرِ اْلأَهْلِيَّةِ يَوْمَ خَيْبَرَ ) اخرجه السبعة إلا أبا داود



Hadits No. 1026

Dari Rabi’ Ibnu Saburah, dari ayahnya Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Aku dahulu telah mengizinkan kalian menikahi perempuan dengan mut’ah dan sesungguhnya Allah telah mengharamkan cara itu hingga hari kiamat. maka barangsiapa yang masih mempunyai istri dari hasil nikah mut’ah, hendaknya ia membebaskannya dan jangan mengambil apapun yang telah kamu berikan padanya.” Riwayat Muslim, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ibnu Hibban.

َوَعَنْ رَبِيْعِ ابْنِ سَبُرَةَ عَنْ أَبِيْهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( إِنِّى كُنْتُ أَذِنْتُ لَكُمْ فِى اْلإِسْتِمْتَاعِ مِنَ النِّسَاءِ وَإِنَّ اللهَ قَدْ حَرَّمَ ذَالِكَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ فَمَنْ كَانَ عِنْدَهُ مِنْهُنَّ شَيْئٌ فَلْيُحَلِّ سَبِيْلَهَا وَلاَ تَأْخُذُوْا مِمَّا أتَيْتُمُوْاهُنَّ شَيْئًا) أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ وَأَبُوْا دَاوُدَ وَالنَّسَائِىُّ وَابْنُ مَاجَهُ وَأَحْمَدُ وَابْنُ حِبَّانَ



Hadits No. 1027

Ibnu Mas’ud berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melaknat muhallil (laki-laki yang menikahi seorang perempuan dengan tujuan agar perempuan itu dibolehkan menikah kembali dengan suaminya) dan muhallal lah (laki-laki yang menyuruh muhallil untuk menikahi bekas istrinya agar istri tersebut dibolehkan untuk dinikahinya lagi).” Riwayat Ahmad, Nasa’i, Dan Tirmidzi. Hadits shahih menurut Tirmidzi.

َوَعَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ : ( لَعَنَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم اَلْمُحَلِّلَ وَالْمُحَلَّلَ لَهُ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَالنَّسَائِيُّ , وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ 



Hadits No. 1028

Dalam masalah ini ada hadits dari Ali yang diriwayatkan oleh Imam Empat kecuali Nasa’i.

َوَفِي اَلْبَابِ : عَنْ عَلِيٍّ أَخْرَجَهُ اَلْأَرْبَعَةُ إِلَّا النَّسَائِيَّ



Hadits No. 1029

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Orang berzina yang telah dicambuk tidak boleh menikahi kecuali dengan wanita yang seperti dia.” Riwayat Ahmad dan Abu Dawud dengan para perawi yang dapat dipercaya.

َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا يَنْكِحُ اَلزَّانِي اَلْمَجْلُودُ إِلَّا مِثْلَهُ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَأَبُو دَاوُدَ , وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ 



Hadits No. 1030

‘Aisyah .ra berkata: ada seseorang mentalak istrinya tiga kali, lalu wanita itu dinikahi seorang laki-laki. Lelaki itu kemudian menceraikannya sebelum menggaulinya. Ternyata suaminya yang pertama ingin menikahinya kembali. Maka masalah tersebut ditanyakan kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, lalu beliau bersabda: “Tidak boleh, sampai suami yang terakhir merasakan manisnya perempuan itu sebagaimana yang dirasakan oleh suami pertama.” Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.
Read More - Bulughul Maram v.2.0 ► Kitab Nikah