Sabtu, 29 Oktober 2011

Salah Menilai Jadi Penyesalan

Diposting oleh Yusuf Shadiq

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokaatuh,

Bissmillah hirrahmanihrahim
Salah menilai jadi penyesalan…….

(Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya semata, boleh jadi kecantikannya itu akan membawa kehancuran.)

Dhe apakah kamu percaya Hidup itu semua Allah yang mengatur …. ?

Kenapa hidup saya hancur ya ?
Dapat suami yang kasar ?
Sholat amburadul, pulang gak karuan kadang pulang kadang enggak ?
Makan susah, belli baju anak pun susah,biaya sekolah pun susah.

Apa Tuhan itu gak adil ya dhe ?

“ Dhe saya baru tahu sifat suami saya seperti itu.. gimana kalaw sudah jodoh mau gimana lgi ?

waduwaduhh nh lah pemikiran anak zaman sekarang bagaimana kalaw ini sudah jadi takdir ku Allah memberikan ini ya aku jalani ?

sesssssssst tersentak hati ku untuk menulis…
Wawahawahawahhh………………… buset deh hikk lucu juga kalaw di inget…

kudu di benerin nihhh yang kayak gini….

Kita anilisis yunkkk… ^_^

Jangan pernah menyalah kan sAng Pencipta dung …
Masa wanita hamil di luar nikah gimana dunk kalaw jodoh dhe Allah yang dah milih ?

Astagfirllah nyebut ya sobat…
Apakah Allah pernah menyuruh hambanya untuk melakukan zina ?

Enggakan ?

Allah memang sudah mengatur semua kehidupan manusia Allah dah memberikan petunjuk di AL_Qur’an dan hadist..
Terus kenapa gak di lakonin sih…

Seandainya kamu sabar dalam penantiaan ikhwan yang akan hendak menghitb mu dan tidak melakukan zina, dan menjaga hijab, mendekatkan diri ke pada Robbi mu mungkin dia bukan jodoh Mu yang lebih baik sehingga kamu tak terjerumus.

Kau amat terhormat sayang bukan kau tak dihargai seseorang, tapi diri mu sendiri membuat orang lain tak menghargai mu.

Kau suci dengan hijab mu , tapi diri mu sendiri yang menghilangkan kesuciaan itu dengan nafsu cinta mu.

Maut , jodoh, riski memang Allah yang mengatur.. tapi Allah punya beribu kebaikan
Jika maut meskipun kamu hendak menghindar, dengan tembok raksasa pun yang tetap lah ajal mu..
Jodoh bisa kita selesaikan dengan kesabaran tak henti istihoro meminta petunjuk.

jodoh TAKDIR, artinya hal tsb sudah menjadi ketentuan Allah sejak zaman azali untuk manusia dalam kitab lauhul mahfudz Nya.

Sesungguhnya Allah sudah menciptakan jodoh sesuai dengan kualitas diri serta keImanan yg cocok untuk sang hamba, demikian untuk dipertemukan dengan Timing (momentum) yg sangat tepat bagi Nya hee afwan jika bahasa inggris ana salah .
Jadi tidak ada istilah terlalu cepat atau terlalu lambat untuk ikrarnya sebuah jodoh, semua sangat mungkin bagi Allah.

Tercantum dalam firmanNya;

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram bersamanya, dan dijadikanNya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda (kekuasananNya) bagi kaum yang berfikir”. (QS. Ar-Ruum:30).

Dari ayat di atas kita bisa lihat, bahwa tujuan pernikahan adalah memberikan rasa tentram dan damai, dimana sang istri dapat membuat rasa tenang suaminya dengan kelembutan yg dimiliki. Begitu juga sang suami dapat menciptakan rasa dilindungi tenang untuk istrinya sebagai pemimpin keluarga dan imam yg bertanggung jawab. Masalahnya adalah, bagaimana cara mendapatkan calon yg sesuai dengan kriteria tsb? Rasulullah bersabda dalam haditsnya;

"Seorang perempuan biasanya dinikahi karena empat perkara: Harta, nasab (keturunan), kecantikan dan agamanya. Maka utamakan memilih perempuan karena agamanya, kamu akan merugi bila tidak memilihnya." (HR Bukhari).

Nah permasalahannya apa kamu memilihnya dasar iman atau ketanpanan atau pula kecantikan?

“ Bahwa wanita baik-baik akan mendapatkan laki-laki yang baik-baik dan wanita yang buruk akan mendapatkan lelaki yang buruk pula “

Jika kamu ingin mendapatkan yang baik maka kamu berusaha untuk baik di mata Allah.

Masalah Riski.

Rizki bisa kita cari dengan halal berusaha dan berdo’a ,, sudah kah kamu mengetahui ?

Gak mungkin dunk emasa jatuh dari langit ?

Waduh dimana ilmu waktu pesantren kilat dan TPA sudah menyandang sarjana TPA nh msa lupa ?

Rukun iman ke 6 itu lho takdir Qada dan Qadar..
ana buka ingatan kalian nih waktu TPA RUKUN IMAN..

1. Iman kepada Allah ( Patuh dan taat kepada ajaran dan hukum-hukum Allah.)

2. Iman kepada malaikat-malaikat Allah ( Mengetahui dan percaya akan keberadaan kekuasaan dan kebesaran Allah di alam semesta)

3. Iman kepada kitab-kitab Allah.( Melaksanakan ajaran kitab-kitab Allah hanif. Salah satu kitab Allah adalah Al-Qur'an, Al-Qur'an memuat tiga kitab Allah sebelumnya, yaitu kitab-kitab Zabur, Taurat, dan Injil .

4. Iman kepada rasul-rasul Allah ( Mencontoh perjuangan para Nabi dan Rasul dalam menyebarkan dan menjalankan kebenaran yang disertai kesabaran)

5. Iman kepada hari kiamat ( Faham bahwa setiap perbuatan akan ada pembalasan)

6. Iman kepada Qada dan Qadar (Paham pada keputusan serta kepastian yang ditentukan Allah pada alam semesta)
Nahh ingetkn rukun iman ke 6 ?

TAKDIR

manusia mempunyai kehendak dan kemampuan LhOo….
Masalah hidayah seperti masalah rizki dan menuntut ilmu kita sekolah itu. Sebagaimana kita semua tahu bahwa manusia telah ditentukan untuknya rizki yang menjadi bagiannya.
Namun demikian dia tetap berusaha untuk mencari rizki ke sana dan kemari baik di daerahnya sendiri atau di luar daerahnya sampai ada yg menjdi TKW ?
Ke arab, malaysia, bahkan keluar negara untuk mencari rizki ..

Tidak duduk di rumah saja saraya berkata : “ kalau sudah ditakdirkan untukku rizkiku tentu ia akan datang dengan sendirinya”. Emang ada hujan uang ya ?
waduhhh -_-"

bahkan dia akan berusaha untuk mencari rizki tersebut. Padahal rizki ini disebutkan bersamaan dengan amal perbuatan, sebagaimana di sebutkan dalam hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu:

“Sesungguhnya kalian ini dihimpunkan kejadiannya dalam perut ibu selama empat puluh hari berupa air mani, kemudian berubah menjadi segumpal darah selama empat puluh hari pula, kemudian berubah menjadi segumpal daging selama empat puluh hari pula, lalu Allah mengutus seorang malaikat yang diberi tugas untuk mencatat empat perkara, yaitu rizkinya, ajalnya, amal perbuatannya dan apakah ia termasuk orang celaka atau bahagia”.

Jadi rizki ini pun telah tercatat seperti halnya amal perbuatan, baik ataupun buruk juga telah tercatat.
Kalau begitu, mengapa kita pergi kesana dan kemari mencari rizki dunia tetapi tidak berbuat kebaikan untuk mencari rizki akherat dan mendapatkan kebahagiaan surga? padahal kedua-duanya adalah sama, tidak ada perbedaannya.

Jika kamu mau berusaha untuk mencari rizki dan untuk mempertahankan kelangsungan kehidupan anda, sehingga kalau anda sakit, pergi kemanapun untuk mencari dokter ahli untuk mengobati penyakit anda, padahal anda tahu kalau ajal telah ditentukan, tidak akan dapat bertambah dan tidak berkurang iyakan ?

Anda tidak bersikap pasrah sambil berkata : “ sudahlah aku tetap tinggal di rumah saja meski menderita sakit , kerena kalaupun aku di takdirkan panjang umur aku akan tetap hidup”.

Bahkan kamu berusaha sekuat tenaga untuk mencari dokter yang ahli, yang sekiranya dapat menyembuhkan penyakit anda dengan takdir Allah subhanahu wa ta’ala. Jika demikian, mengapa usaha anda di jalan akherat dan dalam amal shaleh tidak seperti usaha anda untuk kepentingan duniawi?

masalah qadar adalah rahasia Allah Ta’ala yang tersembunyi, tak mungkin anda dapat mengetahuinya. Sekarang anda di antara dua jalan: jalan yang membawa anda kepada keselamatan, kebahagiaan, kedamaian dan kemuliaan ; dan jalan yang dapat membawa anda kepada kehancuran, penyesalan, dan kehinaan. Sekarang anda sedang berdiri di antara ujung kedua jalan tersebut dan bebas untuk memilih tak ada seorangpun yang akan merintangi anda untuk melalui jalan yang kanan atau jalan yang kiri. Anda dapat pergi kemanapun sesuka hati anda. Lalu mengapa anda memilih jalan kiri (sesat) kemudian berdalih bahwa” itu sudah takdirku”? apa tidak lebih patut jika anda memilih jalan kanan dan mengatakan bahwa “ itu takdirku” ?

ya sering kali kita berpergian bukan ?
mau bepergian ke suatu tempat nih dan di hadapan kamu ada dua jalan. Yang satu mulus, lebih pendek dan lebih aman gk panas lagi bnyk pepohonan buat berteduh. sedang yang kedua rusak, lebih panjang dan mengerikan.
Tentu saja anda akan memilih jalan yang mulus, yang lebih pendek dan lebih aman, tidak memilih jalan yang tidak mulus, tidak pendek dan tidak aman. I
ni berkenaan dengan jalan yang visual, begitu juga dengan yang non visual, sama saja dan tidak ada bedanya. Namun kadangkala hawa nafsulah yang memegang peran dan menguasai akal.

manusia mempunyai kehendak dan pilihan dalam perbuatan yang di lakukannya secara sadar, bukan terpaksa. Kalau manusia berbuat dengan kehendak dan pilihannya untuk kepentingan dunia, maka iapun seharusnya begitu pula dalam usahanya menuju akherat. Bahkan jalan menuju akherat lebih jelas.

Karena Allah Ta’ala telah menjelaskannya dalam Al-Qur’an dan melalui sabda RasulNya Shalallahu ‘alaihi wassalam , maka jalan menuju akherat tentu saja lebih jelas dan lebih terang dar ipada jalan untuk kepentingan dunia.

♥ semoga bermanfaat untuk di jadikan pelajaran ♥

Perjalanan hidup yang selalu membawa hikmah dan ilmu ….

0 komentar:

Posting Komentar