Minggu, 13 Maret 2011

Facebook In Love

Diposting oleh Yusuf Shadiq
Bismillahirrahmanirrahim..
Keseharianku yang terkesan pendiam seakan luber begitu saja ketika ku mengenal sebuah jejaring sosial yang sudah mendunia. Trend yag menghebohkan dunia, tak ketinggalan aku pun ikut nimbrung didalamnya.
” Hari yang melelahkan ”
Ku tulis distatus Facebook ku, entah apa tujuanku menuliskannya. Yang penting aku ingin menulis itu, tak peduli orang peduli pada status ku atau tidak.
” Assalamu’alaikum ukhti ” Ting, suara chat Facebook ku berbunyi. Ku lihat pengirimnya. Aku tersenyum seketika.
” Wa’alaikumsalam akhi ” Ku beri emoticon smile untuk menyambut sapaannya.
” Apa kabar ukht ? ”
” Alhamdulillah baik, akhi gimana ? “
” Alhamdulillah juga baik. Ukhti kecapekan yaa ? ”
” Iya akhi, kebetulan lagi banyak kegiatan “
” Ukhti udah makan, jangan lupa makan yaa ? Biar dakwahnya lancar ”
” Iya akhi. Akhi juga jangan lupa yaa. Nanti sakit lho ”
Obrolan basa basi itu berlangsung cukup lama. Dialah yang selama ini memperhatikanku, entah kenapa keinginanku bermain facebook sekarang beralih. Yang tadinya ingin mendapatkan ilmu, teman dan lain-lain, sekarang aku terbatas ingin menemuinya. Hanya dia yang aku tunggu. Entahlah, apakah ini cinta ??
==
Sahabat, entah sudah berapa pasang manusia yang terjebak cinta di Facebook, entah berapa pasang manusia yang patah hati, dan entah berapa pasang manusia yang menikah bertemu di dunia maya. Ini lah dunia maya, apapun bisa terjadi disini. Bagaimana dengamu ??
Chat facebook adalah sarana ter’aman’ tanpa siapa pun tahu apa yang sedang kamu lakukan dan dengan siapa kamu berchating ria. Bukan kah begitu ??
Sapaan dari lawan jenis sungguh menggoda apalagi kalo dari gebetan, sungguh tak ada duanya. Kata-kata berbau islami pun terus digencarkan meskipun cuma tahu kata ” Akhi ” dan ” Ukhti “, tak masalah yang penting kan keren, membuat siapapun terpesona. Siapa tahu nanti si dia mau diajak ta’aruf.
Kalo udah ta’arufan semua pun akan menjadi halal. Perhatian yang lebay,manja-manjaan, cemburu-cemburuan pokoknya gak ada yang boleh chating sama si dia atau malah pasword facebook pun diminta. Weits..pengekangan pun dimulai.  Kok gini ya, padahal bukan suami istri.
Aduh akhi..aduh ukhti..
Sungguh terrrrrrrlalu…cinta itu gak salah lho, yang salah itu yang sok perhatian atas nama cinta. Apalagi mengatas namakan ta’aruf agar serasa semuanya jadi halal.
Ta’aruf model gini hanya merubah nama pacaran saja ke gaya islami. Biar kelihatanya tetap dalam koridor islam, padahal isinya sama saja. Dengan gaya-gaya islami semua ditutupi. Tetep aja yang namanya pacaran mau diganti gaya apapun tetap akan kelihatan.
Jangan terkecoh dengan namanya ta’aruf lantas semua jadi serba dibolehkan, apalagi yang merasa ta’aruf di dunia maya. Karna merasa gak pernah ketemuan atau gak pernah khalwat karna berhijabkan dunia maya.
” Ukhti, saya kagum denganmu karna status-status ukhti selalu membuat saya terpesona. Maukah anti ta’aruf dengan saya ? bila cocok, insyaallah saya akan melamar anti “
Eits..kata-kata itu pernah dikeluhkan seorang wanita kepada saya. ” Bila cocok “ kata ini kok begitu rancu yaa. Artinya ta’aruf di facebook ini seperti gak ada gunanya. Emang gak ada gunanya ta’aruf model gini di facebook. Kalo ternyata dalam perjalanan perFacebookan, dia gak cocok dengan kamu. Dia akan meninggalkanmu. Udah buang waktu, buang pulsa pula buat hal yang gak pasti. Ehh..tapi gak tahu juga kalo ternyata kamu menikmati kesenangan yang gak pasti itu juga.
Memang fitrahnya wanita lemah sekali dengan rayuan, apalagi kalo ada embel-embel ta’aruf dan khitbah. Langsung kena tembak. Jadi sepertinya kata-kata ” Yuk Ta’aruf ” bisa disandingkan dengan ” Yuk Pacaran”. Iya apa iya ??
Ingatlah sahabat, ta’aruf lah secara syar’i. Jangan lah kata-kata islami dijadikan peng ‘halal’ an pacaran. Gak ada tuh di ta’aruf atau yang udah dilamar pake acara manja-manjaan atau cinta-cintaan sebelum menikah. Yang kayak gini hanyalah penimbul fitnah dan tetep tergolong dengan makna pacaran.
Terus gimana mau kenal sama si dia kalo gak kenalan ??
Mau tahu jawabannya..nantikan catatan selanjutnya ^^
Beranjak ku pada cinta yang suci, enggan ku berdiri pada hitamnya hati..
Jawaban kehidupan memberiku makna, bahwa cinta tak hanya diucapkan..
Dia dibuktikan dengan izzah dan iffah yang putih..


Dia dibuktikan dengan keindahan dari cintaNya dan untukNya..

Fitri Fatimah Zahra

0 komentar:

Posting Komentar