Kamis, 10 Maret 2011

Sikap Allah Kepada Hamba-Hamba-NYA (1)

Diposting oleh Yusuf Shadiq
(Kepada setiap jiwa yang terkadang masih merasa ragu akan cinta-NYA. Tundukkan kepalamu, pejamkan matamu, dan biarkan hatimu mengembara mencari secercah cahaya-NYA…)
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Sahabatku,
183Sebuah kata tidak akan sanggup menerjemahkan setiap nikmat yang diberikan Allah untuk kita. Dan nikmat itu ialah iman dan Islam. Tidak ada yang lebih membahagiakan kecuali berada dalam pelukan ke-Islaman. Pun tidak ada yang lebih menyakitkan selain kehilangan keimanan dari hati. Inilah kuasa Allah. Bukan kita yang menjaga keimanan dan keislaman itu agar tetap berada dalam kondisi “aman”. Melainkan hanya Allah, hanya Dia saja yang Maha Menjaga Hati.
Sahabatku,
Mari sejenak kita hitung-hitungan nikmat Allah.
Tangan kita, diberikan oleh Allah secara gratis. Tapi berapa harganya jika kita ingin membeli satu tangan? Jutaan? Milyaran?
Jantung kita, diberikan oleh Allah secara gratis. Tapi adakah yang mau menjual jantungnya seharga jutaan atau bahkan trilyunan sekalipun?
Udara diberikan oleh Allah dengan gratis. Setiap saat, di manapun, kita bisa menghirup udara cuma-cuma. Tapi pernahkah kita berpikir tentang tabung oksigen bagi penderita penyakit paru-paru? Satu tabung oksigen saja, harganya sudah ratusan ribu. Berapa harga untuk kita bernapas dengan tabung oksigen selama sebulan?
Tangan, kaki, jantung, udara, air, mata, telinga, semua itu diberikan oleh Allah secara gratis. Baik kita taat maupun durhaka kepada-NYA.
Sahabatku,
Sudah dilakukan jua hitung-hitungan nikmat Allah, hati ini masih juga merasa ragu. Ada apa gerangan? Bagaimana sebenarnya sikap Allah terhadap hamba-hamba-NYA? Inilah beberapa dari sikap Allah kepada kita. Yang semuanya itu terangkum ke dalam asmaul husna-NYA.
1. Allah Kasih kepada SEMUA hamba-NYA (Ar Rahmaan)
Sesungguhnya Allah Maha Pengasih kepada semua hamba-NYA tanpa kecuali. Ketika seorang hamba taat kepada Allah, ketika seorang hamba durhaka kepada Allah, Dia tetap mengasihi hamba-NYA. Apapun yang kita lakukan, sikap Allah tetap kasih kepada kita.
2. Allah Cinta dan Sayang kepada hamba-NYA yang terpilih (Ar Rahiim)
Meskipun kasih Allah bisa didapatkan oleh semua hamba, namun hanya hamba yang terpilih saja yang berhak mendapatkan cinta-NYA. Siapakah hamba yang terpilih itu? Mereka adalah yang tersebut dalam ayat-NYA: “…mereka mencintai Allah dan Allah pun mencintai mereka.”
Setiap hamba berlomba-lomba untuk mendapatkan ridho dan cinta-NYA. Meninggalkan kesenangan dunia untuk kesenangan akhirat yang jauh lebih abadi. Maka Allah pun tidak akan menyia-nyiakan mereka. Allah tidak pernah mendzalimi hamba-NYA. Allah telah membeli dunia mereka…untuk kemudian diganti-NYA dengan surga yang kekal abadi. Itulah sikap Allah memperlakukan hamba-NYA.
3. Allah selalu membagikan rizqi kepada semua hamba-NYA (Ar Razzaq)
Setiap jiwa yang hidup pasti mempunyai bagian rizqi dari Allah. Bahkan bayi yang baru lahir pun pasti memperoleh rizqi. Allah Adil dalam memperlakukan hamba-NYA. Tanpa pilih-pilih, tanpa hitung-hitungan. Semua rizqi-NYA ia berikan CUMA-CUMA.
4. Allah senantiasa membukakan pintu rahmat-NYA untuk semua hamba yang meminta (Al Fattah)
Sesungguhnya Allah sangat menyukai rintihan hamba-NYA yang menyebut nama-NYA. Allah menyukai suara seorang hamba yang mengadu kepada-NYA. Dan setelah itu, Allah pun membukakan pintu-NYA.
Sungguh, ketuklah pintu Allah, maka kau pun akan mendapati-NYA menyambut kedatanganmu. Jika kau merangkak, Allah mendekat dengan berjalan. Jika kau berjalan, Allah mendekatimu dengan berlari. Begitu seterusnya. Hingga keberadaan Allah lebih dekat dari urat nadi kita.
Selalu…selalu…dan selalu. Allah selalu membukakan pintu rahmat-NYA.
5. Allah selalu membuka pintu maaf untuk hamba-NYA jika ia bertaubat (al Ghaffuur)
Apa yang terjadi ketika kita berbuat salah satu kali terhadap sahabat kita? Dimaafkan. Apa yang terjadi ketika kita berbuat salah dua kali? Dimaafkan juga. Apa yang terjadi jika salah kita tiga kali? Mungkin masih dimaafkan. Tapi bagaimana jika kita berbuat salah berkali-kali? Tentunya sulit bagi sahabat kita untuk selalu memaafkan kita.
Tapi hal itu tidak berlaku bagi Allah.
Satu kali, dua kali, tiga kali, sepuluh kali, bahkan seratus kali pun kita berbuat salah, Allah pasti memaafkan kita. Allah membuka pintu maaf-NYA selama nafas kita belum selmpai di tenggorokan.
Ketika seorang hamba berbuat dosa pada siang hari, maka Allah akan membentangkan ampunan-NYA pada malam harinya.
Ketika seorang hamba berbuat dosa pada malam hari, maka Allah akan membentangkan ampunan-NYA pada siang harinya.
Begitu setiap hari. Sehingga Allah berfirman: “Lakukanlah sesuka hatimu. Aku akan mengampunimu.” (hadits)
Sahabatku,
Itulah lima asmaul husna Allah. Hanya lima yang saya paparkan. Tapi subhanallah! Sikap Allah begitu baiknya kepada kita, begitu pemurahnya kepada kita, begitu pemaafnya kepada kita. Apa lagi yang masih kita ragukan duhai sahabatku?

“Wahai jiwa yang tenang…
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoi-NYA.
Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-KU
Dan masuklah ke dalam surga-KU…”

0 komentar:

Posting Komentar