Minggu, 18 Desember 2011

Cintaku,Ibadahku

Diposting oleh Yusuf Shadiq

Bismillah..
Assalamualaykum..
Bertahan Satu Cintaaaaa…
Bertahan Satu C.I.N.T.A..
Syair dari sebuah Band ternama ini hanya salah satu dari ratusan lagu tentang cinta..yaa..lagi-lagi cinta. Tema ini saya angkat atas permintaan seorang sahabat yang lagi-lagi bimbang dalam keindahan cinta.
“kenapa yaa wanita yang cantik menurut kebanyakan laki-laki itu yang rambutnya hitam panjang tergerai,yang body nya tipis semampai,yang putih layaknya artis bule..kalo ana yang orang Asia,kuning langsatpun gak,cuma sawo mateng kematengan pula,bisa ga yaa kita dapet cinta sejati”. Itu sedikit dialog saya dengan sahabat yang membuat saya tersenyum-senyum.

Mungkin kita(muslimah) emank gak termasuk dalam Kategori yang disebutkan sahabat saya,tapi perlu di ingat,dengan berpikiran seperti itu sista tidak percaya diri terhadap inner beauty yg AllOh berikan,bukannya AllOh menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Justru karna kita mematuhi,tunduk padaNya,kita akan mendapatakan cinta sejati.
========================================
Saya jadi teringat ketika membaca sebuah artikel dari Abdurrahman Ibn Al-Jauzy menceritakan dalam Shaed Al-Khathir kisah berikut ini: Abu Utsman Al-Naisaburi ditanya: ”amal apakah yang pernah anda lakukan dan paling anda harapkan pahalanya?”
Beliau menjawab, ”sejak usia muda keluargaku selalu berupaya mengawinkan aku. Tapi aku selalu menolak. Lalu suatu ketika, datanglah seorang wanita padaku dan berkata, ”Wahai Abu Utsman, sungguh aku mencintaimu. Aku memohon—atas nama Allah—agar sudilah kiranya engkau mengawiniku.” Maka akupun menemui orangtuanya, yang ternyata miskin dan melamarnya. Betapa gembiranya ia ketika aku mengawini puterinya.
Tapi, ketika wanita itu datang menemuiku—setelah akad, barulah aku tahu kalau ternyata matanya juling, wajahnya sangat jelek dan buruk. Tapi ketulusan cintanya padaku telah mencegahku keluar dari kamar. Aku pun terus duduk dan menyambutnya tanpa sedikit pun mengekspresikan rasa benci dan marah. Semua demi menjaga perasaannya. Walaupun aku bagai berada di atas panggang api kemarahan dan kebencian.
Begitulah kulalui 15 tahun dari hidupku bersamanya hingga akhir ia wafat. Maka tiada amal yang paling kuharapkan pahalanya di akhirat, selain dari masa-masa 15 tahun dari kesabaran dan kesetiaanku menjaga perasaannya, dan ketulusan cintanya.
========================================
Subhanallah..Brader n sista,itu lah gambaran kemuliaan cinta.Cinta,lima huruf yang sering di bicarakan banyak orang bahkan banyak orang yang sering merasakannya tapi sulit mendefinisikannya.
Bukan dari wajah lah cinta itu tampak,bukan dari tubuhlah cinta itu tergambar,bukan dari harta lah cinta itu datang,tapi dari ketulusan,kehormatan,kepatuhan juga keimanan yang kata Rosulullah tidak beriman diri kita hingga mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya.
Cinta..ooh..cinta..entah apa yang dipikirkan brader n sista kalo udah bicarain tentang cinta,tapi biasanya nih pikiranya langsung pada lawan jenis…
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (Ali ‘Imran: 14)
Dari ayat di atas tergambar jelas cinta bukan hanya pada lawan jenis,tapi pada semua yang ada di dunia ini,yaa..ini adalah gambaran jelas cinta membutakan akhirat kita,hanya pada kelezatan jiwa sesaat yang akan hilang pada waktunya.
Sesungguhnya cinta adalah fenomena jiwa,fitrah kehidupan,tapi merupakan amalan hati yang bisa di wujudkan dalam amalan lahiriyah. Bila cinta kita wujudkan karna harap ridho AllOh,maka cinta itu akan bernilai ibadah. Begitupun sebalikya,bila cinta di wujudkan dalm kemaksiatan dan kenistaan,maka murka AllOh lah yang kita tuai.
Gunakan lah fitrah cinta ini hanya untuk mengharap ridho AllOh bukan nikmat kemaksiatan.
Wallahu’alam bi Showwab.

0 komentar:

Posting Komentar