Jumat, 21 Oktober 2011

Definisi Dakwah Bilhal

Diposting oleh Yusuf Shadiq


dakwah dengan contoh perbuatan yang nyata
‘Dakwah Bilhal’. Dakwah inilah yang sangat sukar kita laksanakan, sedangkan dalam sirah Rasulullah dakwah inilah yang begitu banyak menundukkan musuh hingga mereka jatuh cinta kepada Islam. Cubalah kita hayati dan contohi.

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap
harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya,
“Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia orang gila, dia pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.

Namun, setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan
makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sehinggalah beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan
makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abu bakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain merupakan isteri Rasulullah SAW lalu beliau bertanya kepada anaknya itu:
“Anakku, apakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?”
Aisyah RA menjawab,”Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan
hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.”
“Apakah Itu?” tanya Abu bakar RA.
“Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke hujung pasar dengan membawakan
makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana, kata Aisyah RA.
Keesokan harinya Abu bakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abu bakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikannya makanan itu kepadanya.
Ketika Abu bakar RA mulai menyuapinya, si pengemis Yahudi pun marah sambil mengherdik, “Siapakah kamu?”
Abu Bakar RA menjawab, “Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).”
“Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku,” bantah si
pengemis buta itu.
“Apabila lelaki itu datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak
susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, malah terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut,
setelah itu ia berikan padaku.” Pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abu Bakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata
kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang daripada sahabatnya. Sesungguhnya Nabi yang mulia itu telah tiada, iaitu Muhammad Rasulullah SAW.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar
RA, dan kemudian berkata, “Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, dia tidak pernah memarahiku sedikitpun,
dia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi. Dia begitu mulia.
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadah di hadapan Abu Bakar RA. Saat itu juga dan sejak hari itu si Yahudi menjadi seorang Muslim.

0 komentar:

Posting Komentar