Senin, 11 Juli 2011

Dari Mata Turun ke Hati

Diposting oleh Yusuf Shadiq

Bismillahirrahmanirrahim..

Masih ingat kisah sebelumya ?? Yaa.. Hanoman In Love ( yang belum baca silahkan nanti di baca ^^ ), di dalam catatan itu ada perkataan Dinda yang mengusik hati Rendy.

“ kamu ngapain ngeliatin aku terus, aku ngerasa di lecehin tau ” itu kata Dinda pada rendy.

Kira-kira masih ada enggak yaa wanita yang seberani Dinda sekarang ini ?? Atau mungkin malah merasa bangga dengan pandangan laki-laki terhadapnya, sehingga ketika auratnya di tunjukkan pada dunia hanya untuk memamerkan keindahan auratnya pada semua orang. Dan tentulah korban utama adalah Laki-laki.

Tapi jangan di kira bahwa seorang wanita tak akan pernah jadi korban syetan mata terhadap laki-laki. Banyak kok wanita yang belum mampu menjaga pandangannya pada laki-laki, apalagi kalo yang ganteng, pinter, cerdas, apalagi kalo pinter ngerayu, di jamin para wanita langsung nyantol. Makin maraklah maksiat dengan aktivitas pacaran.

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman“Hendaklah mereka menundukkan pandanganya, dan menjaga kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS : An Nuur 30).

Dari mata lah semuanya bermula, matalah yang menjadi Gerbang Maksiat. Setelah itu menjalar ke hati, bila hati langsung meyakini tak mungkin di pungkiri bahwa perzinaan akan terjadi.

Memang dalam ayat tersebut bahwa pandangan pertama adalah sesuatu yang di bolehkan, katanya si pandangan pertama itu rejeki tapi pandangan yang selanjutnya terserah syetan. Tergantung hati kita juga, apakah akan di sembahkan pada syetan atau tetap di pertahankan di jalan Allah.

Ibnul Qoyyim rohimahullah menyebutkan bahwa,

“Pandangan itu merupakan utusan hati, hatilah yang mengutus pandangan untuk melihat apa yang bisa dikabarkannya dari keindahan apa yang terlihat. Kemudian dari apa yang dilihat inilah muncul rasa rindu, yang kemudian berubah menjadi rasa cinta yang selanjutnya rasa cinta ini dapat berubah menjadi rasa cinta yang bersifat penghambaan, sehingga hatinya menjadi hamba apa yang dia cintai yang semula hanya berawal dari apa yang dia lihat. Sehingga akhirnya mengakibatkan letihnya hati dan hatinya akan menjadi tawanan apa yang ia lihat. Kemudian sang hati yang telah letih ini mengeluhkan keletihannya pada pandagan, namun apa yang dikatakan pandangan tidaklah seperti yang dia harapkan. Dia mengatakan, “Aku hanyalah sebagai utusanmu dan engkaulah yang mengutusku”

Bagaimanapun juga sahabat BMB, mata adalah ujung tombak dari segala kemaksiatan. Dan hatilah penentu dari segala urusan mata. Karna dari mata lalu turun kehati lalu kaki ingin segera mendekat padanya, lalu terjadilah kemaksiatan yang tak disangka-sangka. Naudzubillah..

Kita memang sulit untuk menjaga pandangan apalagi dengan jaman yang sudah gila ini. Aurat ada di mana-mana. Karna faktanya, pandangan yang di berikan syetan selalu mampu merobohkan iman, meskipun secara sedikit demi sedikit tapi pasti.

So Sahabat BMB..segala sesuatu yang terlihat sulit bukan berarti tidak bisa. Yakin kan bahwa kita bisa. Jagalah terus iman kita dengan menaburi hati kita dengan Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Lalu tanamkanlah dalam diri kita bahwa kita ingin menjaga pandangan kita untuk sesuatu yang halal bagi kita.

Mata adalah panah-panah syetan, maka untuk mengalahkannya kita butuh tameng yang kuat, yaitu Pernikahan. Karna dengan istri atau suami kita, kita mampu menahan pandangan kita pada kemaksiatan.

Wallahua’lam bi Shawwab.

0 komentar:

Posting Komentar