Selasa, 15 November 2011

Bolehkah ku pinta Fotomu,ukhti ??

Diposting oleh Yusuf Shadiq

Bismillahirrahmanirrahim..


“ Ukht, aku belum bisa percaya kalo kamu belum ngasih foto kamu “ Tulisan disebrang sana memaksaku memutar otak untuk tetap bertahan dalam pendirianku.

“ Buat apaan si akhi, gak perlu foto kan kalo Cuma untuk berteman. Apa karna foto, kita menjadi seorang sahabat ?? apa karna foto, lantas kita gak bisa sahabatan lagi ?? “

“ bilang aja kalo kamu memang gak mau bersahabat denganku. Cuma foto doank aja susah sekali aku minta “

“ Bukan gitu akhi, tolonglah pahami keadaanku “

“ Keadaan apa sih ukhti, kita udah kenal cukup lama “

Chating ini membuatku tak nyaman, tapi tak mungkin aku menyudahinya. Dia akan menganggapku menghancurkan ukhuwah. Apa yang harus aku lakukan??

“ Mba, gimana nih. Aku gak mau ngasih foto, tapi dia maksa ? “ Aku memulai chating dengan orang yang paling aku percayai, yaa meskipun aku kenal dia lewat facebook. Entah mengapa aku sangat mempercayai akhwat yang satu ini.

“ Emang fotonya buat apaan sih Dik ?? “  Balasan ketikanku segera muncul dilayar laptopku.

“ Nah itu, aku juga gak tahu mau diapain. Cuma waktu aku tanyain, Cuma pengen tukeran foto aja. “

“ Kamu yakin mau ngasih ?? “

“ Ya gak sih mba, aku takutnya kalo banyak mudhoratnya ketika aku ngasih foto ke dia. Aku ngasih Foto profile facebookku aja gak berani “ kataku.

“ Kalo kamu udah tahu dan merasa yakin gak mau ngasih terus masalahnya apalagi ?? “

“ Aku bingung mba, katanya wajahku aja dilihat banyak orang tiap harinya. Masa buat foto aja gak boleh “ Aku meneriakkan apa yang ada dalam hatiku.

“ Permasalahannya bukan karna wajah kamu dilihat orang lain atau gak, permasalahannya adalah foto kamu. Foto itu bisa dipergunakan dengan hal yang gak kamu inginkan. Lah iya kalo kamu husnudzon dengan dia, dia gak akan melakukan apapun dengan fotomu. Tapi kamu juga harus tahu kemungkinan terburuk, kamu kan kenal dia juga lewat Facebook. Apa iya kamu mau ngasih ke orang yang gak kamu ketahui maksudnya “

Aku menelan ludah, pikiranku melayang ke tokoh-tokoh gelap yang bergentanyangan di Facebook.

“ Kita memang harus berpikir untuk husnudzon, tapi bukan berarti  lantas kita gak berhati-hati kan. Secara kita ini wanita, apapun yang ada ditubuh kita harus kita jaga baik-baik. Wajah kita didunia nyata saja sudah sering jadi perdebatan, apalagi dengan dunia maya yang siapaun dan kapanpun bisa menggunakan foto dengan bebas. Iya kalo dia ngasih kamu foto dia yang sebenernya, kalo ternyata penipuan gimana ?? siapa yang rugi ?? meski Cuma rugi foto, tapi kamu gak tahu kan foto itu dipergunakan untuk apa. Meskipun niat kamu baik untuk saling tahu, tapi apa harus dengan tukeran foto ?? kamu chating dengan lawan jenis tanpa ada keperluan apapun bisa jadi kamu sudah terbawa keinginan syetan “ Ketikan panjang lebar ku saksikan muncul sedikit demi sedikit dilayarku. Sambil ku menerawang kebenaran yang diungkapkannya.

Dunia maya ini memang dunia yang sangat luas. Benar sekali kalo dunia ini memang dunia terbebas untuk melakukan apapun tanpa diketahui siapapun dan tanpa diketahui kebenarannya. Namun bukan berarti semua yang ada di internet adalah sebuah penipuan. Banyak aktivis dakwah yang berdakwah lewat pena, tapi bukan berarti aku jadi gak hati-hati kan.

“ Afwan akhi, bukan aku mau merusak ukhuwah ini. Tapi denganmu memaksakan foto yang menurutku gak seberapa penting, jadi membuatku tersadar. Kenapa kamu memaksakan sesuatu yang menurutku tak perlu untuk sebuah persahabatan dunia maya ?? bukankah memaksa menjadikan ku berpikir bahwa kamu mempunyai maksud dibalik itu. “

Ku kirim pesan kepadanya. Ikhwan yang telah merobohkan akalku dengan cintanya. Aahh..apakah cinta harus selalu seperti ini ??  Cinta tak seharusnya memaksakan kehendakku untuk selalu menuruti keinginan orang yang kucintai.

“ Kamu su’udzon terhadapku. Baiklah, aku tak akan mengganggumu lagi. Cuma minta hal kecil saja gak boleh. Apakah itu sahabat yang baik ?? “ Ku terima balasan pesan yang ku kirim. Aku sudah memperkirkan dia akan membalas seperti itu.

“ Tidak yaa akhi. Saya tidak ada perasaan su’udzon yang berlebihan. Tapi aku hanya ingin berhati-hati. Saya tidak ingin merusak hubungan ukhuwah ini gara-gara sebuah foto, karna ukhuwah ataupun persahabatan gak dinilai dengan sebuah foto “

Setelah ku kirim pesan, aku langsung menutup laptopku. Aku segera merebahkan diri, menutup mataku. Namun pikiranku jauh melayang terhadap apa yang aku lakukan tadi.

“ Yaa Robb, semoga ini adalah jalan terbaik yang kau berikan padaku. Agar tidak terjadi muslibah yang lebih besar diantara kami “


Fitri Fatimah Zahra

0 komentar:

Posting Komentar