Rabu, 09 November 2011

Renungan, Untuk Sebuah Hati

Diposting oleh Yusuf Shadiq
Duhai Hatiku..
Masih banyak hal yang membuat kita bisa tertawa
Buatlah hati yang sekeping itu bergembira…
lihatlah burung itu, terbang tanpa beban,
bernyanyi diatas awan Jika semut yang kecil itu Dia kasihi…
Apa lagi manusia tidak mungkin Dia meninggalkan kita…

Itulah kehidupan, tidak selamanya berjalan mulus…
Sesekali dia akan kandas Namun kekandasan
itu tidaklah menyebabkan kita berhenti melangkah…
Yakinlah…Dia sedang merancanakan yang terbaik buat hamba-Nya…
Senyumlah…karena tersenyum menyegarkan kehidupan…

Terkadang, apa yang sudah direncanakan tidak terwujud.
Sebaliknya, Apa yang tak direncanakan malah dia wujud.
Sikap terbaik dalam menghadapi hal ini adalah mengembalikan segala sesuatu.
Kepada Yang Maha Merencanakan, karena rencana-NYA adalah yang terbaik.
Jangan berputus asa dari rahmat Allah,Karena Allah maha Pengasih

Permohonan itu tidak semestinya dikabulkan hari ini…
tapi boleh jadi hari esok atau lusa atau mungkin dihari akhir nanti…
Bersabarlah, karena Dia Maha Penyayang dan Maha mengetahui rahasia hati

Indahnya pelangi hanya sesaat…
Dia datang kemudian berlalu dan pergi…
Warnanya yang alami kini tinggal bayangan…
Apakah mungkin dia akan muncul untuk yang kedua kali…
Namun itulah karya Ilahi…
yang menakjubkan dan menghibur hati…

itulah episode kehidupan…
adakalanya bertemu…
adakalanya berpisah…
pertemuan selalu diiringi dengan tawa…
perpisahan selalu diakhiri dengan tangisan…
tatalah hati, untuk siap bertemu dan siap berpisah…
karena itu sudah merupakan rencana-Nya

Jangan bersedih!
Karena Hari kemarin telah berlalu,
hari esok masih misteri.
Hari ini adalah hari kita,
mulailah menghirup udara pagi
dengan berbaik sangka pada Ilahi.
dibalik keindahan ada ketenangan dan kedamaian,
yang lebih berharga dari onggokan intan dan berlian…
keindahan akan melembutkan hati dan memelihara perasaan…
sobat, kita berusaha untuk tersenyum dalam melewati fase-fase kehidupan…

Kelembutan hati bagaikan air yang mengalir dari puncak gunung kehulu sungai…
Yang mampu melewati kerasnya bebatuan sungai…
Bersikaplah seperti air yang lemah lembut
Karena pada prinsipnya manusia menyenangi kelembutan…
Tidak semua perbuatan baik itu akan disenangi orang…
Akan ada orang yang menolak, menentang dan mencemooh…
Tugasmu hanya menyampaikan, bukan memutuskan…
Berlapang dadalah supaya kamu mendapat ketenangan…

Bergembiralah,
Karena tidak akan ada yang menggembirakan kita selain kita sendiri
Berdoalah kepada SANG PEMILIK HATI (ALLAH Subhanahu wa-ta'ala )
agar diselalu menjadikan hati yang satu ini senantiasa merasa tenang.

0 komentar:

Posting Komentar