Kamis, 10 November 2011

SEBAGIAN KITA SUDAH MENJADI MURID GEREJA! RELAKAH???

Diposting oleh Yusuf Shadiq
Bismillahirrahmaanirrahiim.
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah mereka…” (QS Al Baqarah ayat 120)
Peringatan Allah itu turun sejak 14 abad silam. Di zaman kenabian, ancaman akidah yang berasal dari kaum Yahudi dan Nasrani itu sudah ada.
Dan hal itu memang sejalan dengan misi gereja (Nasrani) yang tertuang dalam Matius 28: 19-20 yang isinya: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Inilah misi mereka, kaum Nasrani!
Ya, ada 3 hal yang setidaknya menjadi tujuan hidup mereka, yaitu:
  1. mengajak orang-orang menjadi murid Yesus
  2. membaptis orang agar mengakui keberadaan Yesus sebagai Tuhan
  3. mengajarkan ajaran Nasrani kepada semua manusia sampai akhir zaman
Hasil forum internal para misionaris sedunia yang diselenggarakan di BSD Tangerang pada Januari 2011 lalu, merumuskan 3 kesimpulan utama. Ketiganya sungguh sangat mencengangkan. Berikut ini isi rumusan mereka (kaum misionaris):
  1. Misi global di berbagai Negara Islam sudah sesuai target, khusunya diIndonesia sangat sukses.
  2. Berhasil dalam pembuktian: Hanya kita yang punya kasih.
  3. Pengantin Kristus telah di ambang pintu menemui pengantin wanitanya/gereja. (Huru-hara akhir zaman)
Misi yang mereka sebut sebagai amanat agung itu sudah semakin mendekati keberhasilan. Keberhasilan seperti apa? Keberhasilan agar kita (ummat Islam) mengikuti millah mereka, sebagaimana sudah diisyaratkan Allah dalam kalam-Nya.
Kita, kadang berpikir sempit dengan menganggap bahwa misi para penginjil (sebutan untuk misionaris/pemurtad) hanya membaptis kita masuk dalam agama mereka. Padahal, tanpa kita berpindah agama pun, mereka sudah cukup puas jika kita mau mengikuti millah (ajaran) mereka.
Ironisnya, tanpa sadar kita sudah BENAR-BENAR mengikutinya. Dan dengan setia sudah menjadi murid gereja, menyebarkan misi gereja, dan bahkan mengkampanyekan ajaran itu ke orang-orang terdekat kita. Sadarkah bahwa kita sedang berjalan menuju neraka?
Mari kita renungkan. Betapa banyak ajaran Nasrani yang kita ikuti. Di bawah ini beberapa contoh:
-          Di aspek politik, kita sudah mengadopsi demokrasi politik ala mereka (siapa yang kuat –dananya– adalah pemenang. Tidak peduli sebobrok apa moralnya)
-          Di aspek perilaku keuangan, kita cenderung lebih menyukai konsep keuangan bank konvensional dibandingkan bank syariah. Padahal Allah jelas-jelas MENGHARAMKAN RIBA (sistem bunga)
-          Di aspek perilaku budaya, terlalu banyak kita menirugayamereka. Dari mulai pacaran, zina, kawin sejenis, dan sebagainya.
-          Di aspek perilaku pendidikan, kita sudah terlalu dibuai dengan filsafat-filsafat mereka. Ajaran Islam kita tinggalkan.
-          Dan masih banyak aspek lain.
Sadarkah kita sedang diajak ke neraka?
Yang lebih mencengangkan lagi, adalah sikap Prof. Dr. Zainun Kamal, dosen Pascasarjana UIN Jakarta yang telah menghalalkan nikah antara Muslimah dengan lelaki Nasrani, pada Hari Ahad tanggal 28 November 2004. Zainun Kamal menikahkan wanita Muslimah. Suri Anggreni alias Fithri, dengan lelaki Kristen, Alfin Siagian, di Hotel Kristal Pondok Indah JakartaSelatan. Lalu pengantin diberkati pendeta di situ. Ijab Qabul cara Islam, dibimbing oleh Prof. Dr Zainun Kamal. Ini telah menghalalkan yang haram, karena muslimah itu dengan tegas diharamkan menikah dengan lelaki kafir, dalam Surat:
Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. (QS Al-Mumtahanah/ 60: 10).
Tokoh lain yang jelas-jelas telah menjadi murid Yesus memperjuangkan ajaran Yesus adalah Dr. Siti Musdah Mulia (dosen UIN Jakarta juga) yang merumuskan Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam tentang Kawin Sejenis. Ini dia perjuangkan di internal anggota Dewan.
Sadarkah ia sudah memperjuangkan jalan ke neraka?
Ajaran Kristen yang didirikan Martin Luther King mengisyaratkan tentang Al Qur’an sebagai berikut: “….setan adalah pembohong dan pembunuh, dan Al Qur’an mengajarkan kebohongan dan pembunuhan (Al Qur’an=setan).”
Dan, PENGANTIN KRISTUS SUDAH DI AMBANG PINTU MENEMUI PENGANTIN WANITA (GEREJA).
Dalam Matius 24: 14 (boleh dicek): “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
Itulah target amanat agung mereka. Maka apakah kita berdiam diri saja menunggu huru-hara akhir zaman? Bahwa tidak akan pernah ridho ummat Yahudi dan Nasrani sampai kita mengikuti millah mereka.
Demi Allah, Tuhan yang satu dan takkan pernah tergantikan, mari kita murnikan aqidah kita. Berlindunglah kita dari pemurtadan atau penginjilan atau apapun namanya. Karena boleh jadi hari ini kita beriman, esok kita kafir. Na’udzubillah.

ISLAM YANG KITA GENGGAM INI JANGAN PERNAH KITA LEPASKAN. BAHKAN NYAWA RELA KITA GADAIKAN DEMI MEMPERTAHANKAN SYARIAT. INSYA ALLAH.

Wallahu a’lam bish showab. Semoga bermanfaat. Mohon disebarkan ke saudara seaqidah yang kalian sayangi. . .

Fitri Fatimah Zahra

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Asalamu'alaikum... Wr Wb.

ya akhi, ya ukhti,
ane sangat gembira dapat menemukan blog antum, Sebelumnya ane ucafkan banyak terima kasih atas informasi berikut serta artikel artikel lainnya. Serta mohon izin untuk membokmark dan menyeberkan beberapa artikel dari blog antum...
Sekali lagi ane ucafkan banyak terima kasih.

Wasalamu'alaikum.... Wr Wb.

Posting Komentar