Minggu, 07 Agustus 2011

Dan Fitnah Itu…

Diposting oleh Yusuf Shadiq
Al-Azhari berkata:
“Kumpulan makna fitnah dalam bahasa arab adalah ujian dan cobaan”
(Al-Azhari, beliau adalah Abu Manshur Muhammad Al-Azhari. Adz-Dzahabi berkata: Beliau adalah pimpinan dalam masalah lughah dan fiqih, tsiqah, memiliki agama yang kokoh)
Alloh Subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji (diberi cobaan) lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”
(Al-Ankabut: 2 – 3)
Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu berkata:
“Bersabarlah kalian! Karena tidaklah datang kepada kalian satu zaman melainkan zaman yang setelahnya lebih jelek dari zaman yang sebelumnya sampai kalian berjumpa dengan Rabb kalian, saya telah mendengarkan hal ini dari Nabi kalian Shollollohu ‘alaihi wasallam.”
(Al-Bukhori dalam Al-Fitan (6657), At-Tirmidzi dalam Al-Fitan (2206), dan Ahmad (3/132. Dikeluarkan oleh Al-Bukhari dalam shahihnya: kitab Al-Fitan (8/89,90).
Dan dari Abu Hurairah rodhiyalloh ‘anhu bahwa Rosulullohu Shollollohu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Bersegeralah kalian melakukan amalan-amalan sebelum datang fitnah-fitnah seperti potongan malam yang sangat gelap. Di pagi hari seseorang beriman dan di sore hari dia kafir. Atau di sore hari dia beriman dan di pagi hari dia kafir. Dia menjual agamanya karena perhiasan dunia”.
(Muslim dalam Al-Iman (118), At-Tirmidzi dalam Al-Fitan (2195), dan Ahmad (2/390). Dikeluarkan oleh Muslim dalam Shahihnya: Kitab Al-Iman (1/110)).
Dari Abdulloh Bin Amr Bin Al-Ash rodhiyallohu ‘anhuma. Rosululloh Shollollohu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya tidaklah ada seorang nabipun sebelumku melainkan wajib baginya untuk menunjukkan ummatnya kepada kebaikan yang diketahuinya untuk mereka dan memperingatkan mereka dari kejelekan yang diketahuinya. Dan sesungguhnya ummat kalian ini, afiahnya (keselamatannya) dijadikan pada (generasi) awal dan yang (generasi) terakhirnya akan terkena ujian dan perkara-perkara yang kalian mengingkarinya. Fitnah-fitnah akan datang, maka sebagiannya lebih ringan dari sebagian yang lain. Dan fitnah akan datang sehingga seorang mukmin berkata “inilah (penyebab) kebinasaanku”. Kemudian fitnah tersebut tersingkap (hilang), (disusul dengan fitnah/cobaan yang lain) maka seorang mukmin mengatakan “ini, ini (yang akan mencelakakanku)”. Maka barangsiapa yang ingin diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, hendaklah kematian mendatanginya sementara dia dalam keadaan beriman kepada Alloh dan hari akhir. Dan hendaknya dia mendatangkan (memberikan) kepada manusia sesuatu yang dia cintai/senangi untuk didatangkan/diberikan kepadanya……”
(Dikeluarkan oleh Muslim dalam Shahihnya: Kitab Al-Imarah (3/1472).
Rosululloh Shollollohu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Berlindunglah kalian kepada Alloh dari fitnah-fitnah yang nampak ataupun yang tersembunyi”
(Muslim dalam Al-Jannah Wa Shifah Na’iimiha Wa Ahliha (2867) dan Ahmad (5/190). Dikeluarkan oleh Muslim dalam Shahihnya: Kitab Al-Jannah Wa Shifah Na’iimiha (4/2200))
Dari Hudzaifah rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata:
“Dulu orang-orang bertanya kepada Rosululloh tentang kebaikan. Sedang saya bertanya kepada beliau tentang kejelekan, karena saya takut kejelekan itu akan menimpa saya. Saya bertanya: “Wahai Rosululloh, sesungguhnya kami dulu berada pada zaman jahiliyyah dan kejelekan, kemudian Alloh mendatangkan kebaikan kepada kami. Apakah setelah kebaikan itu terdapat kejelekan?” Beliau menjawab: “Iya.” Saya bertanya: “Dan apakah setelah kejelekan tersebut ada kebaikan?” Beliau menjawab: “Iya, dan padanya terdapat dakhan (kekeruhan).” Saya bertanya: “Apa kekeruhannya?” Beliau menjawab: “Satu kaum yang mengambil petunjuk selain petunjukku. Kalian mengetahuinya dan kalian mengingkarinya.” Saya bertanya: “Apakah setelah kebaikan tersebut (yang ada kekeruhan) terdapat kejelekan (lagi)?” Beliau berkata: “Iya! Da’i-da’i yang mengajak kepada pintu-pintu jahannam. Barangsiapa yang memenuhi ajakannya ke sana, maka dia akan dilemparkan masuk ke dalamnya.” Saya berkata: “Wahai Rosululloh sebutkan ciri-ciri mereka pada kami!” Beliau berkata: “Mereka berasal dari kita dan berbicara dengan lisan-lisan (bahasa) kita.” Saya berkata: “Apa yang engkau perintahkan kepadaku apabila hal tersebut menjumpaiku?” Beliau berkata: “Hendaknya kamu komitmen dengan jama’ah kaum muslimin dan imam-imam mereka.” Saya bertanya: “(Bagaimanakah) apabila mereka tidak memiliki jama’ah dan imam?” Beliau berkata: “Tinggalkanlah semua firqoh yang ada walaupun engkau harus menggigit akar pohon sampai kematian menjumpaimu dan kamu dalam kondisi seperti itu!”
(Al-Bukhari dalam Al-Manaaqib (3411), Muslim dalam Al-Imaarah (1847), Abu Daud dalam Al-Fitan Wa Al-Malaahim (4244), dan Ahmad (5/387). Dikeluarkan oleh Al-Bukhari dalam Shahihnya: Kitab Al-Fitan (8/93))
Semuanya menunjukkan kepada perkara besar yang telah dipertegas dan ummatnya diperingatkan akibatnya oleh Rosululloh shollollohu ‘alaihi wasallam ini. Beliau juga telah menunjukkan kepada mereka apa-apa yang bisa menjaga mereka dari kejelekan-kejelekan dan dosa-dosa ini dengan meminta perlindungan kepada Alloh ‘azza wa jalla dari perkara tersebut, dan menjauh darinya, bersamaan dengan keimanan yang benar terhadap Alloh subhanahu wa ta’ala da mengikuti perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya dan komitmen dengan jama’ah kaum muslimin Ahlus Sunnah Wa Al-Jama’ah, walaupun mereka berada dalam kelemahan dan jumlah yang sedikit.
(dinukil dari kitab terjemahan berjudul Tanda-Tanda Hari Kiamat. Karya Dr. ‘Abdulloh bin Sulaiman Al-Ghufailiy. Penerjemah oleh Abu Athiyyah Ash-Shorowaki As-Salafi. Muroja’ah oleh Al-Ustadz Abu Ubaidah Abdurrohman Riau. Penerbit Gema Ilmu, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman)
*semoga kita terjaga darinya..
 

0 komentar:

Posting Komentar