Kamis, 11 Agustus 2011

Kebenaran Cinta

Diposting oleh Yusuf Shadiq


Saudaraku, mula-mula engkau bermain-main dan akhirnya akan bersungguh-sungguh. Kedalaman makna cinta sangatlah indah dan agung. Kata-kata semata tiada kuasa untuk menggambarkan segenap keindahan dan keagungannya. Dan pada hakikatnya tidak ada yang dapat ditangkap kecuali dengan pengamatan dan penjiwaan yang mendalam.

Saudaraku, engkau tidak akan dimusuhi agama karena perilaku cinta, dan tidak juga akan dilarang oleh syariat. Cinta adalah urusan hati, dan ketika kita berbicara tentang hati, maka hanya Alloh lah yang mengetahui akan hati manusia.

Beberapa orang saleh terdahulu ada yang menggambarkan tentang perasaan dan pandangan cinta mereka hanya dengan membacakan bait-bait syair gubahan mereka, namun ada juga pendapat yang berbeda-beda tentang cinta, dan perbedaan itu cukup tajam dan panjang.

Kita telah sama-sama mengetahui bahwa rahasia dari persamaan dan perbedaan diantara segenap makhluk adalah ketersambungan dan keterpisahan. Satu bentuk akan berusaha mencari bentuk yang lain yang serupa dengannya, seseorang akan meresa senang dan tentram bersama orang yang mempunyai kesamaan dengannya. Dan saat ini kita dapat melihat dan menyaksikan bahwa betapa banyak perkumpulan yang dibentuk berdasarkan persamaan semancam ini. Akan tetapi dipihak lain, kesepakatan diantara mereka yang bertentangan atau sebaliknya, perselisihan diantara mereka yang memiliki kesamaan atau keserupaan, merupakan dua hal yang kerap terjadi diantara kita. Dengan demikian, akan ada pertanyaan yang akan muncul, bagaimana halnya dengan jiwa manusia ? Karakter alami jiwa adalah berada pada suatu realitas yang bening dan sunyi. Struktur yang membangun jiwa memungkinkan untuk menyetujui, berkecenderungan, merindukan sesuatu, menyimpang, mengumbar keinginan nafsu atau boleh jadi keinginan untuk melarikan diri. Yang kesemuanya itu merupakan fitrah yang sudah kita maklumi bersama, dan jiwa mewarnai setiap gerak-gerik manusia yang selalu mencari ketentraman dan ketenangan.

Alloh Yang Maha Pengasih berfirman :

" Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya ". (Qs al-A’rof 7:189).

Alloh swt menjadikan kesenangan dan ketenangan pada diri seorang laki-laki karena pasangan (istri)nya yang berasal dari dirinya.

Seandainya penyebab munculnya cinta adalah karena keindahan fisik, maka dapat kita pastikan bahwa siapapun yang mempunyai bentuk fisik yang kurang indah, maka ia tidak akan dicintai, hal ini karena tidak akan ada orang atau pasangan yang akan menganggap indah seorang jika dilihat dari bentuk fisiknya yang mengakibatkan hilangnya rasa cinta.. namun pada kenyataannya, kita sering menjumpai dan menemukan orang yang lebih mencintai seseorang yang yang bentuk fisiknya yang dinilai kurang indah atau beruntung, walaupun ia menyadari bahwa betapa banyak orang disekelilingnya yang mempunyai keindahan dan kesempurnaan fisik ketimbang pilihannya tersebut. Namun ia tetap kokoh akan pilihan hatinya dan tidak berpaling kepada yang lain.

Dan seandainya penyeban munculnya rasa cinta adalah karena adanya kesamaan pandangan moral, maka kiranya dapat kita pastikan bahwa seseorang tidak akan mencintai orang yang tidak pernah membantunya atau yang berbeda perilakunya dengan dirinya sendiri. Karena itu, kita dapat mengatakan bahwa sesungguhnya cinta merupakan sesuatu yang bersemayam di kedalaman jiwa. Mungkin saja ada orang yang mencintai karena suatu sebab. Akan tetapi cinta seperti itu tidak akan langgeng; cinta yang demikian akan sirna seiring dengan hilangnya sebab itu.

Orang yang mencintaimu karena suatu alasan, akan berpaling darimu seiring dengan hilangnya alasan tersebut. 

Tentang hal ini izinkan kami menyenandungkan sebuah syair:

Cintaku padamu tetap abadi seperti semula, sampai akhir
Takkan berkurang karena suatu sebab dan takkan lebih
Tak ada alasan bagi cintaku selain keinginan mencinta
Dan tak ada sebab untuknya yang dapat diketahui manusia

Jika kau mencintai tanpa alasan selain ia yang kau cinta
Maka dialah tambatan hati yang takkan lenyap selamanya
Dan jika kau mencintai karena digerakan suatu alasan
Sungguh, ia akan lenyap seketika alasan itu menghilang 

Pandangan tersebut kami sampaikan karena kita sama-sama mengetahui bahwa ada banyak macam cinta yang kita kenal. Namun cinta yang paling utama adalah cinta  seorang hamba kepada Alloh dan cinta antara dua orang karena Alloh Azza wa Jalla semata.

Ditukil dari kitab Thuq al-Hamamah

0 komentar:

Posting Komentar