Kamis, 04 Agustus 2011

Secarik Surat, Untukmu…

Diposting oleh Yusuf Shadiq
Ibu, maukah engkau membaca suratku?
mendengar cerita dariku?
Tentang ISLAM yang begitu indah..
Tentang ISLAM yang begitu damai..
Aku mengenalnya 5 tahun yang lalu…
Sebuah dakwah ISLAM yang luar biasa indah..
sangat lembut hingga aku sadar : ISLAM itu LEMBUT.
Dari sana aku mulai belajar tentang ISLAM secara menyeluruh..
Tentang Tauhid yang ESA, tentang aqidah islamiyah, tentang fiqh, tentang adab bermuamalah, hukum-hukum dan segala sesuatu tentang ISLAM.
Subhanalloh..
Ibu tahu?
Dari sana aku menjadi tahu : ISLAM itu SEMPURNA
Dari sana aku tahu,
Bagaimana caranya berbakti kepadamu, juga kepada bapak.
Hanya dengan amalan ringan yang sebelumnya aku sepelekan, ternyata itu bisa mendekatkanku dengan jannah.
Subhanalloh.. ISLAM ternyata MUDAH.
Dari sana aku juga tahu ibu..
Mengenai segala perkara tentang kaum kita, WANITA.
Mulai dari pakaian, jilbab, adab keluar rumah, adab berbicara dan adab lainnya, juga ketika aku menjadi seorang istri dan menjadi ibu sepertimu.
Ada banyak hal yang dipelajari disana..
Dan dari sana aku tahu : ISLAM itu sangat MEMULIAKAN WANITA.
Dari sana juga aku tahu..apa pentingnya ilmu.
Ilmu agama yang dulu aku sepelekan..
Padahal kalau ibu tahu, semua amalan hendaknya didasari ilmu.
Dan ilmu itu akan kita dapatkan dengan terus mencarinya.
Ilmu itu cahaya ibu..
Ilmu itu warisan para nabi..
Dan aku ingin termasuk menjadi orang yang mendapatkan warisan yang besar itu..
Apa ibu juga ingin?
Ibu tidak perlu khawatir dengan penampilanku saat ini,
Jangan pikirkan apa kata orang,
Bukankah ibu yang melahirkan aku? Bukankah ibu yang sehari-hari bersamaku?
Ibu lebih tahu aku daripada mereka..
Aku tidak akan mengkhianati kepercayaanmu juga bapak.
Aku bukan pemberontak penguasa!
Aku bukan golongan teroris!
Rosululloh Shalallahi ‘Alaihi Wassallam memerintahkan kita tunduk dan taat pada penguasa/ulil ‘amri, selama mereka masih mendirikan shalat!
Kita diperintahkan untuk tunduk dan taat selama itu tidak melanggar perintahNya.
Jika engkau mendapati sederet mahasiswa-i berdiri berbaris sambil membawa spanduk, berteriak dan berorasi di bawah teriknya jalanan hitam..
Dan kau berfikir, “jangan-jangan anakku ikut dalam deretan jilbaber itu..”
Maka ku pastikan : aku tidak akan pernah ada dideretan itu ibu!
Tidak akan pernah ikut ‘aksi’ istilah kerennya..
Tempat seorang muslimah bukan dijalanan, tapi didalam rumahnya.
Bukan bernyanyi, berteriak, berorasi yg bisa dengan bebas disaksikan puluhan pasang mata..
Wanita itu aurat, ibu.
Fitnah amat sangat dekat dengan kita.
Akan lebih mulia ketika kita menjaga diri.
Aku ingin berusaha menjaganya..menjaga diriku sendiri…
Ketika ibu dan bapak menyaksikan pemberitaan di televisi tentang sekelompok orang dengan penampilannya yang kata orang ‘ekstrim’ : berjenggot, bercelana cingkrang, berjilbab lebar, berwarna gelap, bercadar..
Dan kalian selalu berkata kepadaku : “kenapa kamu berpakaian seperti mereka? Tidakkah kamu takut, bila ternyata kamu diintai Densus 88?”
Maka ku yakinkan :
AKU BUKAN TERORIS!
Aku bukan ‘golongan’ mereka.
Mungkin penampilanku hampir sama dengan wanita bercadar itu.
Tapi apakah bijak menyalahkan seseorang hanya karena pakaiannya?
Bagaimana bila para teroris itu memakai dasi atau pakaian safari yang sering bapak kenakan?
Apakah bapak mau dituduh demikian??
Demi ALLOH yang jiwaku ada ditanganNya…
Aku berlindung dari pemahaman mereka…
Aku berlindung dari pemahaman kaum khawarij.
Bukan aku ingin menggurui atau sok tahu..
Apalagi ketika kalian berbicara masalah jihad.
Jihad itu mulia. Tapi jihad itupun ada aturan-aturannya.
Mereka bilang ingin memberantas kemaksiatan, menghancurkan orang kafir.
Tapi apa mereka tahu, hukum menumpahkan darah sesama muslim? Membunuh orang kafir yg sudah melakukan perjanjian dan dalam perlindungan pemerintah?
Sungguh…
Jangan kalian menghukumiku seperti mereka…
Pakaian dan penampilan yang mereka kenakan tidak salah,
Tapi PEMAHAMAN mereka yang sempit…
Bukan seperti itu ISLAM yang dicontohkan Rosululloh dan para shahabatnya..
JIhadlah bersama penguasa……
Jika ibu dan bapak ingin tau, mengapa aku bisa berucap begitu..?
Maka ikutlah denganku..
Duduk di majelis ilmu.
Ibu dan bapak akan tahu..
Bagaimana agama yg sempurna ini memang menebar rahmat.
Ibu akan semakin tau tentang kewajiban dan hak sebagai istri juga sebagai ibu.
Bapak akan tau, apa saja kewajiban dan hak seorang suami dan juga ayah yg mungkin belum diketahui.
Bapak akan tau, bahwa laki-laki berkewajiban mendirikan shalat fardhu di rumah ALLOH bukan dirumah, sebagaimana yang wanita lakukan.
Kita akan tau : bahwa ISLAM itu SUNNAH, dan SUNNAH itu penuntun jalan menuju JANNAH.
ISLAM itu INDAH ibu,bapak..
ISLAM itu LEMBUT..
ISLAM itu MUDAH..
ISLAM itu MULIA..
ISLAM itu SEMPURNA..
Dan aku menemukan itu semua dalam naungan DAKWAH AHLUSSUNNAH.. Dakwah diatas jalan (manhaj) salafush shaleh.
Dakwah yang diemban RASULULLOH dan para SHAHABATnya (dan generasi setelahnya)..
Merekalah sebaik-baik generasi..
Merekalah sebaik-baik petunjuk..
Jangan pernah takut dan malu untuk menuntut ilmu,
Aku..
Bersamamu,
Uhibbukum fillah..
*11Mar’10 : ketika mulut tak sanggup berucap…semoga engkau mengerti…*


 by : Kholilah

0 komentar:

Posting Komentar